KEMBALINYA SANG RATU
Oceaniaratu wetansuara raja hutanmahkota ratu aslitempat duduk dari bambu
Selama ini ia terlalu sibuk menyelamatkan dunia, hingga lupa menyentuh batinnya sendiri.
“Rasa suci itu,” lanjut Sang Ratu,
“bernama ‘Saling’.
Saling memelihara.
Saling menyayangi.
Saling melindungi.
Saling menghormati.”
“Bukan hanya kepada manusia. Tapi juga kepada tanah. Air. Udara. Waktu. Rasa. Bahkan kepada kesedihan dan luka.”
Lintang menangis.
Ia tidak tahu mengapa air matanya mengalir.