WOLF (Indonesia)
“Hahaha. Sebenarnya gue nggak lupa. Hanya saja, gue memang nggak ada rencana buat ambil uang milik gue sendiri. Tapi, berkat otak cerdik yang gue punya, akhirnya gue sengaja ambil uang itu, supaya nggak ada yang curiga. Kenyataannya, mereka semua malah menganggap gue adalah korban. Hahaha.”
Wolf menghentikan tawanya. Lalu, kembali fokus menatap selembar kertas di hadapannya. Ia pun mulai menggerakkan jari-jemarinya untuk mencoret nama Arvin dengan bolpen, dan menuliskan kata burung elang di sampingnya. Tak lupa, diiringi oleh seringai tawa kecil, seraya bergumam, “Burung elang memang cocok buat gue. Karena, dari binatang-binatang yang gue tulis di kertas ini, cuma elang yang memiliki filosof
Hot Chapters