Biblioteca
Filtrar por
Estado de actualización
TodoEn cursoCompletado
Ordenar por
TodoPopularRecomendaciónCalificacionesActualizado
Marriage With Benefits

Marriage With Benefits

"Kalo kamu sudah selesai minum, aku antarkan ke kamar kamu sama Lean." "Sekarang aja," ucapku sambil berdiri karena aku sudah mulai gerah dengan tubuhku. Aku ingin segera mandi dan berganti pakaian. Kini Caramel segera mengikutiku untuk berdiri. Dirinya juga meminta Lean untuk berdiri. Kali ini Caramel yang berjalan di depan bersama Lean sedangkan aku ada di belakangnya. Sepanjang jalan menuju ke arah kamar, aku edarkan pandanganku dan aku menemukan hal-hal menarik di rumah ini. Salah satunya adalah banyak lukisan anak-anak yang sangat lucu di pajang di beberapa sudut rumah ini. Dari lukisan pegunungan, tempat hiburan dengan bianglala hingga pedesaan semuanya ada. Pembuatan lukisan ini pun t
2.1K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 48 veces como lukisan telanjang
Leer
+Biblioteca
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

“Selesai!” Ia mengangkat kertas itu tinggi-tinggi seolah sedang memamerkan karya besar. Mareeq menerimanya dan memperhatikan lebih lama. Gambarnya sederhana. Seperti gambar anak TK pada umumnya. Komidi putar dengan garis melingkar yang agak miring, kereta kecil, dan tiga figur manusia dengan tangan seperti ranting. “Bagus,” katanya. Freya tersenyum bangga.
1.3K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 44 veces como lukisan telanjang
Leer
+Biblioteca
Hasrat Tuan Muda: Dari Pelayan Jadi Istri Dadakan

Hasrat Tuan Muda: Dari Pelayan Jadi Istri Dadakan

Karena itu, Lucas bisa meraih penghargaan CEO terbaik di usianya yang terbilang muda. Hingga pada karya seni ketiga, juru lelang sedang menunjukkan lukisan harimau yang seolah akan keluar dari pegunungan. Ariella yang melihatnya seketika membelalak takjub. ‘Hah … apa ini tidak salah? Aku bisa melihat karya Fan Ting di sini?’ batinnya berbinar-binar. Lucas yang meliriknya langsung bertanya, “ada apa dengan lukisan itu?”
1059.6K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 1.7K veces como lukisan telanjang
Show Reviews (25)
Leer
+Biblioteca
Spilledout
Makin lama terlalu bertele-tele menjelaskan satu alur, konfliknya membosankan krn muter di itu” saja. 1 bab juga sedikit skali trus isinya kadang cuma basa basi panjang2in kata. Not worth my koin sorry ......
hazel choi
awal-awal baca agak kesel sama karakter ariella yg gampang banget ditindas tanpa perlawanan yg berarti, tapi tetap lanjut baca dan jadi suka banget sama alur ceritanya. semoga semakin kesini semakin baguss ceritanya ya kak..semangat terusss kk..
Read All Reviews
Rindu yang Lupa

Rindu yang Lupa

' tanya Aldi. Fira malas membalas. Ia terus melangkah dengan lamunannya. Ponsel ia jadikan teman, pandangan tidak fokus ke permukaan paving-paving, melainkan pada wajah datar ponsel. Ia membuka beranda f******k, membaca status-status orang tak penting untuk pengalihan lelah. Ada foto-foto selfie yang sengaja dipamerkan netizen. Fira tak peduli, ia hanya menscroll kabar, iseng-iseng karena bosan dengan pandangan terik langit. Sebagian orang, menjadikan tempat berkreasi dengan membagikan keahlian mereka, menulis, membagikan resep makanan, atau pun ajang pamer keromantisan keluarga dan kekasih belum sah. Ia berdecak heran sebelum manik matanya terbelalak kagum dengan beberapa lukisan perempuan
105.1K vistasEn pausaAñadido a la biblioteca 200 veces como lukisan telanjang
Leer
+Biblioteca
Perjalanan Waktu Xie Tianlan

Perjalanan Waktu Xie Tianlan

Tianlan melihat sebuah tulisan yang menempel di ujung jembatan. "Tapi tulisannya mengatakan kita dilarang masuk." Hua Rong mengambil sebuah kuas dari sakunya. "Teknik lukis : gambar diam." Tidak terjadi apa-apa. "Apa yang kau lukis?" Tanpa menjawab pertanyaan Tianlan, Hua Rong langsung berjalan menuju Paviliun itu. Walaupun bingung, Tianlan tetap mengikutinya.
9.947.4K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 1.2K veces como lukisan telanjang
Leer
+Biblioteca
ANTERIOR
1
...
456789
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status