Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SULTAN DESA

SULTAN DESA

"Aku mulai tidak suka." "Susu campur krim?" "Tidak baik untuk kesehatan." "Kopi manis?" "Kudengar harga gula naik." "Kopi pahit." "Hidupku sudah pahit." "Berarti air mineral." "Jangan teh hijau, susu campur krim, kopi manis pahit, atau air mineral," tegas Gilang. "Air putih saja." "Yang belum dimasak?" tatap Rara separuh meledek. "Tak perlu pakai gelas, langsung tenggak saja dari keran."
1013.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 553 kali sebagai masker kopi dan air biasa
Tampilkan Ulasan (3)
Baca
+Pustaka
Enday Hidayat
Hai, viewers. Maaf sekali ada keterlambatan update cerita karena author sedang menjalani pemulihan kesehatan sejak Desember hingga sekarang. Cerita ini direvisi total sehingga ada pergeseran posisi episode. Bagi sahabat yang sudah membaca sampai episode ke 93, bisa langsung lanjut ke episode 102.
NDRA IRAWAN
Secara pribadi saya tidak mengenal Namira, Sultan Desa adalah karya pertamanya yang saya baca. Baru sampai bab dua saja, rasanya ingin belajar membuat cerita seindah, sesimple dan seasik ini untuk dibaca. Luar biasa, andai saya mengenalnya ingin rasanya membuatkan cover untuk cerita ini.
Baca Semua Ulasan
Istri Cantik Pilihan Mamaku

Istri Cantik Pilihan Mamaku

tukas Ardhan menatap gelas di depannya itu. “Itu bukan kopi tapi latte macchiato!” Alea mengoreksi walau memang sebenarnya ada kandungan kopi juga di dalamnya. “Aku tahu karena Kak Ardhan suka minta buatin kopi susu di rumah, karenanya mungkin itu cocok buat Kakak!” “Hemm, kau terlihat normal saat bicara kuliner?” Ardhan tidak tahan ingin mencandai Alea, walau sudah ditahannya karena takut gadis itu ngambek lagi dan tidak mendukung rencananya.
1056.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai masker kopi dan air biasa
Baca
+Pustaka
Rintihan Menggoda di Kamar Adikku

Rintihan Menggoda di Kamar Adikku

Dia hanya menawari suamiku doang, lho! “Aku nggak ditawarin, Bun?” tanyaku sengit. Kulirik sekilas Mas Refal. Lelaki itu terlihat menautkan alis sambil memasang muka heran. “Lho, kamu suka kopi emangnya? Ya, udah. Kamu mau juga? Pesan apa? Nih, ada kopi susu, kapucino, kopi matcha, kopi hitam arabika. Semuanya enak, kok.”
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 881 kali sebagai masker kopi dan air biasa
Baca
+Pustaka
RAHASIA PEMERAN UTAMA

RAHASIA PEMERAN UTAMA

"Mas Saga tadi juga jutek seperti Mbak Ev begini, sambil nunggu ojeknya datang, dia suruh aku memastikan Mbak Ev makan habis bubur ini. Aku bilang, Mbak Ev pasti habis karena Mbak Ev suka bubur. Tapi kalau dilihat dari ekspresi Mbak Ev sekarang, aku lebih yakin Mbak akan membuangnya ke tempat sampah-" "La." Eva menghentikan ocehan Lala. "Stok kopiku habis, bisa sekarang kamu beli ke minimarket?" "Iya, nanti aku beli." "Kalau kamu nggak mau, aku bisa beli sendiri." "Iya, aku beli sekarang." Lala Mencegah Eva berdiri, dan menghembuskan nafas setelahnya. "Mbak Ev kenapa sih, suka sekali kopi kemasan? Itu banyak pemanisnya, Mbak, dan nggak ada rasa kopi-kopinya. Sekarang mesin-mesin pembuat k op
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai masker kopi dan air biasa
Baca
+Pustaka
Jerat Hasrat Berondong Kesayangan

Jerat Hasrat Berondong Kesayangan

Di dapur ada Mak Sri dibantu dengan ART lain menyiapkan sarapan. Mak Sri yang sedang memotong selada untuk dijadikan salad melihat kemunculan Glenn. Dia langsung bertanya, "Den mau Mak Sri buatin apa? Kopi atau teh?" "Gak perlu, Mak. Glenn jarang minum kopi atau teh kalo pagi-pagi. Biasanya cuma air putih anget aja." Glenn melangkah ke kabinet, membukanya lalu mengambil gelas tinggi. Diisinya gelas itu dengan air dispenser, kemudian meminumnya hingga tandas. Serasa di rumah sendiri.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai masker kopi dan air biasa
Baca
+Pustaka
Terjebak Pernikahan Dadakan dengan Presdir Tampan

Terjebak Pernikahan Dadakan dengan Presdir Tampan

tanya Sashi keheranan. “Ya, karena memang enak, bukan berarti hafal,” jawab Nanda dengan nada suara biasa, tidak keras atau menekan seperti biasanya saat Sashi banyak bertanya. “Hm … aku suka kopi, tapi masih menakar berapa sehari yang harus kuminum. Terlalu banyak kopi juga tidak bagus, jadi aku terkadang minum kopi jika ingin, kadang juga minum jus,” ujar Sashi menjelaskan, “kamu juga sepertinya harus mengurangi kopi, meski kopi bagus untuk menambah semangat saat bekerja, tapi mengonsumsinya terlalu banyak setiap hari dalam jangka waktu lama, bisa mengakibatkan banyak masalah kesehatan,” ujar Sashi panjang lebar menceramahi Nanda.
1034.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai masker kopi dan air biasa
Baca
+Pustaka
Mertua Pilih Kasih, Kubuat Gigit Jari!

Mertua Pilih Kasih, Kubuat Gigit Jari!

sahut Deni. "Iya Dek, tolong buatkan kopi untuk kami," pinta Bang Jo. Aku mengangguk dan segera menuju ke dapur. Sambil menunggu air mendidih, aku menyiapkan makanan ringan, sebagai teman minum kopi. Aku selalu membuat kopi dengan air yang mendidih, bukan air dari termos atau air panas dari dispenser. Karena kalau airnya mendidih, kopi gampang sekali larut dalam air. Tapi kalau menggunakan air termos atau dispenser, rasa kopinya kurang nikmat. Seperti ada bubuk kopi yang masih menggumpal atau belum larut dalam air.
1058.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai masker kopi dan air biasa
Baca
+Pustaka
Chemistrick

Chemistrick

Dia memperhatikan dengan ekspresi tercengang saat Vivian memindahkan lima cangkir kopi ke atas meja. “Kamu harus nyicipin semuanya,” kata Vivian sambil menarik kursi untuk dirinya sendiri. Gadis itu tertawa saat melihat mimik Robin. Tangan kanan gadis itu mulai menunjuk ke arah deretan gelas yang sudah berjajar rapi. “Yang ini kopi pandan, kopi mint, kopi cokelat, kopi kayu manis, dan kopi madu. Semuanya unik dan enak. Cobain, deh!” “Aku harus ngabisin semua?” Robin memajukan tubuh dengan mata membulat. “Ini kejam banget deh, Vi. Lima gelas kopi bakalan bikin aku melek seminggu.”
1017.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 449 kali sebagai masker kopi dan air biasa
Baca
+Pustaka
DISELINGKUHI SUAMI, DIKEJAR CEO TENGIL

DISELINGKUHI SUAMI, DIKEJAR CEO TENGIL

keluhnya sambil menggeleng-gelengkan kepala seraya menatap gelas di tangannya. Aku melirik dengan ekor mataku, melihat gelas di tangan Mas Sean sambil mengerut kening. Dia bilang manis sekali jelas-jelas itu minuman berwarna hitam dan rasanya sedikit pahit. Apa Bik Surti memberi gulanya terlalu banyak. "Itu kopi hitam, Mas. Aku yakin Bik Surti memberi gula dengan takaran sesuai," kataku.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai masker kopi dan air biasa
Baca
+Pustaka
Istri Buruk Rupa

Istri Buruk Rupa

Namun juga memberiku ruang untuk bisa bernafas, untuknya bernafas, supaya tidak ada baku hantam, atau kekerasan lain, entahlah, aku tidak menyukai caranya juga menyukainya. “Selamat malam pak Hanung,” ucap bartender. “Kopi saja,” ucap mas Hanung. Mas Hanung terlihat merokok dan juga memesan kopi. “Anda mau mencoba ini sedikit? Ini bisa meredakan sakit kepala anda, free,” ucap bartender laki laki bernama Mike itu. Dia terlihat menyuguhkan minuman racikannya di sebuah gelas kecil dengan sedikit campuran alkohol.
9.518.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 391 kali sebagai masker kopi dan air biasa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status