Wonderstruck
Cowok itu berlatih begitu intens demi kejuaraan antarfakultas yang segera digelar, tentunya di sela-sela kesibukannya ikut mengurus Puan Derana.
Sayang, ketika turnamen sudah bergulir, cowok itu mengalami kekalahan di putaran kedua. Saat itu, Marco berhadapan dengan unggulan utama dari Fakultas Sastra, Dito Ardiarama. Aku yang menjadi salah satu penonton, berusaha menghibur Marco yang tampak begitu kecewa dengan kekalahannya.
“Kamu mainnya bagus, Co. Kalah terhormat, karena bisa bertahan tiga set. Selisih angkanya pun tipis,” hiburku. “Barusan udah kayak nonton pertandingan final aja.”