Pernah dengar pepatah 'kegagalan adalah batu loncatan'? Rasanya klise, tapi setelah berkali-kali jatuh dalam mengejar mimpi jadi ilustrator, aku mulai paham maknanya. Dulu setiap ditolak penerbit, rasanya dunia runtuh. Sekarang malah kuanggap sebagai bahan bakar untuk memperbaiki portofolio. Aku membuat jurnal khusus berisi analisis setiap penolakan—apa yang kurang, teknik apa yang perlu dipelajari. Progresnya mungkin lambat, tapi setiap revisi membuat karyaku semakin matang.
Yang paling penting, aku belajar memisahkan antara kegagalan profesional dan kegagalan sebagai manusia. Tidak diterima bukan berarti kita tidak berharga. Kadang perlu istirahat sejenak, menonton anime favorit seperti 'Shirobako' yang mengisahkan perjuangan dibalik industri kreatif, baru kembali dengan perspektif segar.