Kenikmatan Bertiga
“Mmm ... selagi Kakak nggak ada, aku yang main dengan Kak Evelin ... kalian benar-benar, ah!”
Setelah urusan Kakak selesai dan dia pergi, yang tersisa hanya Kakak iparku yang terkapar tidur di ranjang tanpa pertahanan sedikit pun.
Aku tak kuasa menahan diri dan menyentuhnya. Tak kusangka, Kak Evelin terbangun karena belaianku. Alih-alih marah, dia justru mendekapku dalam pelukannya, membiarkanku meninggalkan jejak-jejak merah di sekujur tubuhnya.
Namun, di tengah gelora gairah yang memuncak, aku mendongak dan melihat bayangan Kakak berdiri di sana.