Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menjinakkan sang Alpha Tiran

Menjinakkan sang Alpha Tiran

Tanya Rea Mata Reiki seketika membola mengetahui apa yang terjadi. Reiki semakin takjub dengan respon sang majikan yang sesantai itu menjelaskan bau matenya. ‘Bagaimana dia bisa menjabarkan bau feromon milik Matenya dengan setenang itu? Apa dia tidak sadar jika saat ini apa yang di hindarinya sedang dekat dengannya. Dia benar-benar Werewolf yang tidak peka. Tapi, jika di pikir lagi. Matenya sungguh sangat menakutkan dan kuat. Aura ini jarang sekali di miliki oleh Werewolf’ batin Reiki
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai matanya
Baca
+Pustaka
Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang

Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang

Matanya menatap pemandangan itu tanpa gelombang emosi yang berlebihan. 'Rasakan Kanaya!'
9.8110.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai matanya
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Ummu
Ceritanya benar-benar keren. Author menyelesaikannya dengan baik dan membuat pembaca puas. Makasih Thor. Ditunggu karya selanjutnya. Sebenarnya gak rela Elena tamat. Pengen kalau Elena sudah punya keturunan heheheh
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
MADU DARI MERTUA

MADU DARI MERTUA

Fani menyeka airmatanya "Maaf, Bunda, boleh kasih saya waktu?" ucap Fani. "Ya, Bunda paham." "Boleh saya bicara dengan Mama saya?" "Ya, silakan." Sania pun meninggalkan Fani dan Renny berdua. Hanya berbicara empat mata. "Ma, Mama yakin dengan semua ini, Ma?" tanya Fani terisak. "Mama sangat yakin." "Mama sudah memikirkan semuanya. Ini yang terbaik buat kamu, Fani," ujar Mama Renny.
1022.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 604 kali sebagai matanya
Baca
+Pustaka
Patah

Patah

Dan tanpa sadar Nayara mengembuskan napasnya kasar. Denting notifikasi terdengar dari sling bag. Dia segera mengambil ponsel dan membaca pesan teratas. Satria Jayantaka : Mama sudah sadar. Dia membiarkan pesan terbaca tanpa merasa perlu membalas. Dia hanya menunjukkan pesan itu pada Manggala tanpa ekspresi. Manggala hanya mengangguk memberitahu bahwa dia sudah selesai membaca pesan singkat itu.
1028.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai matanya
Baca
+Pustaka
ANATASYA

ANATASYA

Ana menatap pantulan dirinya di cermin. "Ayo semangat!" Ana mengepalkan tangannya ke udara. Ana selalu seperti ini, ketika dia merasa lelah dan capek, ia akan menyemangati dirinya sendiri. Ana membuka handphone nya, di bukanya aplikasi W******p. Tapi tidak ada chat yang penting. Jadi Ana memutuskan untuk mematikan handphonenya. ~~~~~~~ "Hati-hati di jalan." teriak Ana kepada Inggrid dan Anggi. Dia melambaikan tangannya. Rumah Inggrid dan Anggi itu satu arah, jadi mereka pulang bersama.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai matanya
Baca
+Pustaka
Janda Muda

Janda Muda

Tanya Maura Dr. Era membuka masker yang menutupi bagian mulut dan hidungnya lalu membuang nafas kasar. Cukup lelah setelah berjuang lebih dari empat jam di meja besar operasi. Apa lagi yang di tangani bukan lah wanita dengan umur matang yang sedang mengalami keguguran, melainkan wanita kecil yang umurnya saja baru menginjak angka 13 dengan berat badan 45 kg, dan tinggi 158cm, serta lingkar panggul yang sungguh sangat kecil. "Alhamdulillah... Putri mu sudah melewati masa kritisnya. Nanti akan di pindah kan ke ruang perawatan dan kalian bisa menjenguknya nanti." kata dokter Era
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai matanya
Baca
+Pustaka
Air Mata Aruna

Air Mata Aruna

Pandangan mata Lukman melihat jelas, bagaimana cairan bening dari dalam area sensitif Dinatri menyembur keluar dengan erangan yang tak putus dan tubuh Dinatri bergetar hebat sembari memegang bagian sensitifnya. “Bang ... apa ini? Eenaaak Bang! Aah!” erangnya walau jemari tengah Lukman sudah tidak memainkan daging merah miliknya. Namun, terlihat daging itu berkedut keras dan tertangkap mata Lukman.
910.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai matanya
Baca
+Pustaka
Air Mata Maduku

Air Mata Maduku

Matanya berkabut. "Jangan lama-lama, Mas tunggu di sini!" lirihnya dengan napas yang masih memburu. Gegas aku ke kamar mandi. Perutku terasa sangat sakit. Entah kenapa rasanya semakin sakit. Astaga! Ternyata aku datang bulan. Aku tersenyum senang mengingat wajah Mas Dewa yang masih menungguku di dalam.
9.6289.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.1K kali sebagai matanya
Baca
+Pustaka
Kamu Berulah, Waspadalah!

Kamu Berulah, Waspadalah!

Cinta Monyet? ********************************
1074.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai matanya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status