Pengantin Dadakan
Ah, bodo amat nggak peduli.
Sepanjang jalan aku memperhatikan tempat sarapan. Di sini nggak lepas dari perdagingan, selain sate, soto, tongseng, cukup berat untuk isi perut di pagi hari.
“Qis, mau coba ketan kelapa, nggak?” Bang Ale membuyarkan lamunanku.
“Boleh, emang enak?”
“Yee, kamu belum coba aja.”
Kemudian kami masuk ke sebuah katakanlah kedai makan kecil yang menampung cukup banyak orang. Soal pesanan aku serahin sama dia daripada aku bilang terserah.
인기 회차