Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hubungan Tanpa Komitmen Bagai Penjara Hati

Hubungan Tanpa Komitmen Bagai Penjara Hati

Ini tahun kesembilan aku dan Dandi menjalani apa yang kami sebut sebagai "Bulan Tanpa Status". Pewaris Keluarga Chandra itu percaya cara ini bisa membuat hubungan kami bertahan lebih lama. Selama satu bulan setelah hari jadi kami setiap tahun, dia bebas, dan kami tidak saling ikut campur dalam hidup masing-masing. Kalau salah satu dari kami menemukan seseorang yang lebih cocok, kami harus saling mendoakan yang terbaik. Kalau tidak, setelah sebulan, semuanya kembali seperti semula. Di sekelilingku, para pria dari keluarga itu menyemburkan sampanye dengan riuh. "Untuk satu tahun kebebasan lagi! Selamat untuk bos kita yang kembali jadi bujangan!" "Taruhan keluarga dibuka! Pilih kiri kalau kalian pikir mereka tetap akan bersama, pilih kanan kalau kalian yakin ini sudah berakhir!" Di balik kabut asap cerutu yang tipis, aku duduk di sudut sofa kulit, tidak terlibat, seolah-olah semua ini tidak ada hubungannya denganku. Tangan Dandi melingkar di pinggang Scarlett saat dia melewatiku, lalu berbisik pelan, "Jangan macam-macam. Kamu akan selalu jadi satu-satunya calon istriku." "Aku ini seperti layang-layang. Sejauh apa pun aku terbang, talinya tetap ada di tanganmu." Aku menekan telapak tangan yang dingin ke perutku yang mulai membulat, wajahku tanpa ekspresi. Dandi, untuk taruhan keluarga kali ini, aku memilih "berakhir". Aku akan menghilang sepenuhnya dari hidupmu. Tali layang-layang yang selama ini kamu genggam itu? Malam ini, akan aku putuskan sendiri.
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai meja duduk
Baca
+Pustaka
Pertemuan Kedua : Dia yang Kembali

Pertemuan Kedua : Dia yang Kembali

Ayumi dan Arkan adalah teman sekelas, mereka menjalin hubungan ketika duduk di bangku SMA. Perpisahan keduanya tak berjalan baik hari itu, Ayumi hanya meninggalkan secarik kertas tanpa penjelasan. Hal itu membuat Arkan membencinya. Dibalik sikapnya yang tak acuh, ternyata Ayumi menyimpan banyak kekecewaan. Bibi yang selama ini merawatnya jatuh sakit. Ayumi tidak memiliki uang, dengan terpaksa biaya kuliah yang selama ini ia kumpulkan digunakan untuk membayar tagihan rumah sakit. Setahun berlalu, Ayumi masih mendambakan kehidupan layaknya teman-teman sebaya. Dengan segala upaya ia bekerja lebih keras, merantau ke pusat kota untuk menghasilkan uang. Ia mengantarkan berbagai hidangan ke meja-meja di cafe dan terkadang menjadi penjaga perpustakaan kecil di sekitar bangunan yang menjulang tinggi. Seolah mendapatkan kembali kesempatan, Ayumi berhasil memasuki universitas impiannya. Dengan penuh kebahagiaan ia mencari Arkan yang sudah menjadi mahasiswa tahun kedua. Saat itu mentari bersinar sangat terang, seolah semesta menunjukkan betapa jauh perbedaan antara dirinya dan Arkan. Pria itu sangat pintar, punya banyak teman dan hidup berkecukupan. Lambat laun ia semakin merasa rendah diri. Kenangan tentang perpisahan hari itu kembali menghantui Ayumi, diam-diam dia kembali menjauh. 5 tahun kemudian mereka di pertemukan lagi. Arkan sudah menjadi komikus dan Ayumi bekerja di perusahaan webkomik. Saat itu ide Ayumi dicuri secara paksa oleh atasannya, karena tak ingin mengakui kekalahan Ayumi bertekad untuk mendapatkan ide baru. Tak disangka komikus yang selama ini ia incar ternyata adalah mantan kekasihnya.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai meja duduk
Baca
+Pustaka
Terikat oleh Pria Paling Berbahaya

Terikat oleh Pria Paling Berbahaya

Malam itu, Clara hanya ingin melupakan hidupnya yang hancur. Ia tidak tahu bahwa pria yang duduk di sampingnya—tenang, dingin, dan terlalu tajam untuk diabaikan—bukan sekadar orang asing. Satu malam bersama Jonathan seharusnya berakhir saat matahari terbit. Namun ketika Clara mencoba kembali ke hidupnya, ia justru dikejar oleh orang-orang yang mengincarnya. Pesan ancaman. Mobil hitam. Pengawasan yang sudah berlangsung berminggu-minggu—tanpa ia sadari. Dan Jonathan… sudah tahu semuanya. Ternyata Clara bukan korban kebetulan. Ia pernah menandai transaksi mencurigakan di perusahaan lamanya—transaksi yang ternyata terkait pencucian uang dan jaringan kekuasaan yang lebih besar dari yang bisa ia bayangkan. Sekarang ia menjadi target. Dan satu-satunya orang yang berdiri di antara dirinya dan bahaya itu adalah pria yang bahkan lebih berbahaya dari musuh-musuhnya sendiri. Jonathan bukan penyelamat. Ia adalah pengendali permainan. Pria yang melihat dunia sebagai papan catur. Pria yang tidak pernah bergerak tanpa rencana. Pria yang menjadikan Clara—tanpa ia sadari—sebagai bagian dari strateginya. Di balik tatapan tenangnya, Jonathan menyimpan rahasia dan kekuasaan yang tak tersentuh hukum. Sementara di sisi lain, seorang pria bernama Rafael mulai mendekat, mengingatkan Clara bahwa ia bukan sekadar pion… melainkan kunci dari sesuatu yang jauh lebih besar. Semakin Clara mencoba menjauh, semakin ia menyadari satu hal yang mengerikan: Ia tidak hanya terjebak dalam dunia gelap Jonathan. Ia terikat di dalamnya. Dan dalam permainan pria paling berbahaya itu, cinta bukan kelemahan. Ia adalah senjata.
191 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4 kali sebagai meja duduk
Baca
+Pustaka
Karena Anak, CEO Memohon Jadi Suamiku

Karena Anak, CEO Memohon Jadi Suamiku

Di Kota Jabura, siapa yang tak tahu Briar, pewaris Keluarga Khamauri, terkenal sebagai sosok yang dingin, kejam, dan tanpa ampun. Namun, justru pria seperti itulah yang dijebak habis-habisan empat tahun lalu. Bukan hanya tidur semalam dengan seorang wanita yang bahkan namanya pun tak dia ketahui, tetapi sepuluh bulan kemudian, wanita itu muncul dengan seorang bayi yang baru lahir dan memerasnya. Banyak orang penasaran, siapa sebenarnya wanita itu. Berani sekali melakukan hal segila itu pada Briar. Beberapa waktu kemudian, anak itu sakit parah. Sang wanita pun dibawa masuk ke vila Keluarga Khamauri di lereng bukit. Semua orang berpikir, si wanita pasti akan bernasib buruk karena Briar adalah orang yang paling pendendam. Meskipun dia punya "perlindungan" dari anaknya sendiri, tetap saja itu bukan anak yang dibesarkan olehnya dari kecil. Mana mungkin ada perasaan ibu dan anak yang kuat? Sampai suatu hari, di vila lereng bukit milik Keluarga Khamauri, di taman. Ada yang melihat seorang wanita muda dengan wajah cantik dan tubuh mungil sedang setengah berbaring santai di kursi rotan. Wanita itu dengan iseng menggunakan ujung kakinya menyentuh-nyentuh pria yang duduk di sebelahnya dan sedang membaca dokumen. Dia terkekeh-kekeh. Briar tampaknya tak tahan lagi, langsung menangkap pergelangan kakinya. "Energimu sudah balik ya?" Wanita itu mendengus. "Nggak tahu malu." Saat itu, seorang anak kecil yang baru sembuh dari sakit berat tiba-tiba berlari dari kejauhan. "Jangan ganggu Mama!"
9.639.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai meja duduk
Baca
+Pustaka
FALLING FOR THE BEAST

FALLING FOR THE BEAST

Xander duduk, tersenyum samar memandangi tiap ruang pertemuan ini-markasnya-beserta semua orang-orang yang tidak akan bisa berkutik di bawah kuasanya. Dengan satu tarikan di pinggang, Crystal terduduk di pangkuan Xander. Menjadi mainannya. Crystal terbelalak, nyaris memekik ketika jemari dingin Xander menyusuri belahan pahanya lewat belahan gaunnya yang panjang. Terus naik. Lalu, mengelus pelan di sana. Sialan. Rencananya memang seperti ini, tapi tidak sampai seperti ini. "Duduklah. Mulai rapatnya." Xander berkata malas pada orang-orangnya yang masih berdiri kaku, menunggu perintah selanjutnya. "Aku ingin melakukannya dengan dia di pangkuanku." * * * Crystal Leonidas; the Perfect Princess! Hidupnya sempurna. Putri bungsu Billionaire nomor satu dunia, cantik, pintar, dengan Aiden Lucero; lelaki bak prince charming yang mencintainya. Melindunginya dari segala hal. Bersama Aiden, Crystal percaya ia tidak membutuhkan apa pun lagi. Hingga, tatapan Crystal bertemu dengan mata indah Xander William. Hangat tapi kelam. Menenangkan sekaligus menakutkan. Bukan rahasia lagi jika seketika itu Crystal terjatuh pada lelaki asing itu. Cepat, keras dan dalam. Percikan perasaan itu terasa menakutkan, berubah menjadi api, lalu menjelma menjadi rasa mendamba yang kuat. Terlarang, tapi memanggil-manggil untuk ia lewati. Ketika bibir Xander membakar tubuhnya dengan ciuman, Crystal tahu ia sudah melanggar batas. Batas berbahaya. Sayangnya, tidak ada jalan kembali. He is a Beast. A cruel beast who can kill you and throw your body in the east. So, what happened next when Crystal realizes that she already Falling For The Beast?
1027.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 793 kali sebagai meja duduk
Baca
+Pustaka
Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun

Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun

Aku dan adikku adalah anak kembar, tetapi aku lebih berat 800 gram darinya. Sejak kecil, adikku lemah dan sering sakit, sedangkan aku aktif dan lincah. Saat berusia empat tahun, dia didiagnosis penyakit darah. Ibu menyalahkanku. Dia mengatakan aku merebut nutrisi milik adikku saat di kandungan, jadi aku harus mengembalikannya. Saat pertama kali diambil darah, jarumnya sangat besar, aku sangat ketakutan. Ibu menyuruhku tidak perlu takut. Dia memberiku sebuah pena ajaib. Katanya, keinginan yang ditulis dengan pena itu akan menjadi kenyataan. Aku menulis "tidak sakit". Saat jarum kembali ditusukkan, Ibu membelikanku permen lolipop yang manis dan sepertinya benar-benar tidak terasa sakit. Namun kemudian, saat berusia lima tahun, aku menggambar kue stroberi dengan pena itu. Alhasil, darahku malah diambil satu liter. Minggu itu, adikku pun sudah bisa duduk dan bermain. Usia tujuh tahun, aku menulis ingin pergi berlibur. Keesokan harinya, aku malah didorong ke ruang operasi untuk diambil sel pembentuk darah, sementara pipi adikku untuk pertama kalinya tampak merona. Saat berusia delapan tahun, aku menulis ingin tetap menjadi peringkat satu tahun depan, tetapi sehari sebelum ujian, sumsum tulangku diambil. Di sisi lain, adikku akhirnya keluar dari rumah sakit, mengenakan gaun baru yang belum pernah kumiliki. Pada usia sembilan tahun, tubuhku sudah sangat terkuras. Dengan tangan gemetar, aku menulis satu kalimat yang miring dan tidak rapi. [ Semoga di kehidupan berikutnya, aku tidak menjadi anak Ibu. ]
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai meja duduk
Baca
+Pustaka
Hasrat CEO Yang Mengancam

Hasrat CEO Yang Mengancam

Tristan Satria Adinata, seorang laki-laki tampan dan mapan berusia 35 tahun, terjebak cinta pada gadis belia berusia 15 tahun bernama Grizelle Lasmaya. Grizelle adalah seorang gadis remaja yang masih duduk di bangku SMA. Gadis itu selalu membantu orangtuanya bekerja di kantin sebuah perusahaan yang dikelola oleh keluarga Adinata saat sepulang sekolah. Paras Grizelle yang rupawan ternyata membuat Tristan jatuh hati hingga tidak ada tempat untuk wanita lain. Meski sudah berkali-kali mencoba melabuhkan hasrat pada wanita lain, tapi laki-laki yang menjabat sebagai CEO di perusahaan itu tidak juga mendapatkan kepuasan batiniah. Ingin mencoba mendekati Grizelle, tapi Tristan sadar mereka terpaut usia yang cukup jauh. Maka, laki-laki itu mengambil keputusan untuk menunggu Grizelle paling tidak sampai usianya 18 tahun. Tiga tahun menunggu kuncup itu mekar, membuat Tristan semakin arrogan. Sebab Grizelle tak pernah sekalipun menunjukkan rasa suka padanya. Dan kemarahan Tristan memuncak ketika dia mengetahui Grizelle sudah memiliki seorang kekasih. Laki-laki itu dengan serta-merta mengancam Grizelle agar mau menikah dengannya, namun Grizelle menolak mentah-mentah. Tapi Tristan tidak kehabisan akal. Laki-laki itu mengancam akan mengusir Grizelle dan orang tuanya dari kantin yang menjadi sumber kehidupan Grizelle dan keluarganya selama bertahun-tahun, jika Grizelle tidak mau menikah dengannya. Tristan juga mengancam Grizelle dengan dalil hutang piutang orang tuanya. Apakah Grizelle akan rela dinikahi oleh pria arrogan yang usianya terpaut 20 tahun lebih tua? Yang tentu saja sama sekali tidak dia cintai ....
9.97.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 258 kali sebagai meja duduk
Baca
+Pustaka
RAKA NAYA

RAKA NAYA

Saa
Nay, tunggu!" Ucap seseorang didalam lorong sekolah. "Kakak panggil saya?" Tanya seorang gadis yang merasa namanya di panggil. "Iya, lo Kanaya anak X IPS kan?" Tanya orang tersebut. "Iya Kak, ada perlu apa cari saya?" "Bisa ikut gue ke taman belakang sebentar? Tenang aja, gue orang baik-baik kok." Ucap orang tersebut meyakinkan sang Gadis. Kemudian gadis tersebut pun hanya menjawab dengan anggukan. Setelah sampai di taman belakang, mereka berdua lalu duduk pada bangku yang berada di bawah pohon besar yang terdapat disana. "Kakak siapa? Kenapa kok bisa kenal saya?" Ucap sang Gadis yang bernama Kanaya atau yang biasa dipanggil Naya. "Kenalin, gue Raka. Gue baru pindah dari Jakarta, dan disini gue gak punya temen, makanya gue pengen ajak lo kenalan," Jelas seseorang yang ternyata bernama Raka. "Kenapa kakak bisa tau nama saya? Kaka kenal saya?" Tanya Naya penasaran. "Tadi pas gue baru masuk, gue liat lo turun dari mobil, seketika gue langsung penasaran sama lo dan gue nanya sama salah satu murid disini, terus dia kasih tau nama sama kelas lo." "Oh gitu ya kak." "Jadi?" "Jadi apa kak?" "Lo mau berkawan sama gue?" "Maaf kak, saya banyak tugas." Kemudian Naya pergi meninggalkan Raka di taman tersebut seorang diri "Lo gak berubah Nay, lo masih kaya dulu tetap dingin ke semua cowok kaya dulu." Ucap Raka dalam hati.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai meja duduk
Baca
+Pustaka
Apa Kamu Kurang Istri?

Apa Kamu Kurang Istri?

Dua minggu sebelum pernikahan, Felix Darmaji tiba-tiba menunda upacara pernikahan kami. Dia berkata, "Shifa bilang kalau hari itu adalah pameran lukisan pertamanya. Dia sendirian saat acara pembukaan nanti. Aku khawatir dia merasa ketakutan kalau nggak sanggup menghadapi situasi itu, jadi aku harus pergi untuk membantunya." "Kita berdua juga nggak memerlukan acara penuh formalitas seperti ini. Apa bedanya kalau kita menikah lebih cepat atau lebih lambat sehari?" lanjut Felix. Namun, ini adalah ketiga kalinya pria ini menunda tanggal pernikahan kami demi Shifa Adnan. Saat pertama kali, Felix mengatakan bahwa Shifa baru saja menjalani operasi. Wanita itu merindukan makanan dari kampung halamannya, jadi Felix tanpa ragu pergi ke luar negeri untuk merawatnya selama dua bulan. Saat kedua kalinya, Felix mengatakan bahwa Shifa ingin pergi ke pegunungan terpencil untuk melukis serta mencari inspirasi. Felix khawatir akan keselamatannya, jadi dia ikut bersama wanita itu. Ini adalah ketiga kalinya. Aku menutup telepon, menatap teman masa kecilku, Callen Harlan, yang sedang duduk di seberang dengan sikap santai. Dia sedang mengetuk lantai marmer dengan tongkat berhias zamrud di tangannya, membentuk irama yang teratur. "Apakah kamu masih mencari seorang istri?" tanyaku. Pada hari pernikahanku, Shifa yang tersenyum manis sedang mengangkat gelasnya, menunggu Felix untuk bersulang bersamanya. Namun, pria itu justru menatap siaran langsung pernikahan putra kesayangan Grup Harlan, pengembang properti terbesar di negara ini, dengan mata memerah.
6.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 247 kali sebagai meja duduk
Baca
+Pustaka
Obsesi Sang Pewaris Tunggal

Obsesi Sang Pewaris Tunggal

Demi melunasi hutang kakak tirinya, Olivia Rose dipaksa menikah dengan seorang bangsawan muda di kotanya, Aaron Kendrick. Mendengar nama keluarganya saja sudah membuat sekujur tubuh Olivia gemetar karena ketakutan. Banyak rumor buruk yang didengarnya tentang keluarga Kendrick. Bengis dan suka menindas demi mendapatkan apa yang mereka inginkan. Jelas hal ini sangat bertentangan dengan prinsip hidup Olivia yang berasal dari keluarga kalangan bawah. Sejak ayahnya yang sakit-sakitan menjadi lumpuh, kehidupan Olivia berubah drastis. Hanya dengan menjalankan sebuah toko bunga kecil peninggalan mendiang ibunya, Olivia kini juga harus menghidupi dua orang beban sekaligus. Ibu tirinya yang suka berfoya-foya, lalu kakak laki-laki tirinya yang senang berjudi. Dan sekarang, Olivia juga harus menanggung akibat dari perbuatan kakak tirinya, Jack Brown. Sementara di ruangan lain di sebuah mansion besar, seorang pria berwajah pucat layaknya seorang drakula yang harus darah tengah duduk menatap langit mencekam yang diterangi oleh bulan purnama dari balik jendela kamarnya. Senyum semeringai terukir di wajah tampannya. “Kau akan menjadi milikku, Olivia.” Malam sebelum pengawal keluarga Kendrick datang menjemputnya, Olivia menemui ayahnya yang terbaring di kasur. Hanya kedua ayah dan anak perempuannya. Ayahnya meminta Olivia mengambil sebuah kotak yang sudah lama disembunyikannya di bawah tempat tidur tanpa sepengetahuan ibu tirinya. “Saat kau sudah berada di tepi jurang dan tak punya pilihan lain lagi, gunakan ini untuk melindungi dirimu.” Sebuah pistol.
48 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1 kali sebagai meja duduk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
3435363738
...
40
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status