Tumbal Darah Perawan dan Misteri Desa Kanibal
ujar Kinara sambil mengarahkan sebilah tombak.
"Ada Ibu di sini Nak, Raka tidak akan menyakiti Tias. Percaya dengan Ibu," Bu Tatik berusaha untuk meyakinkan Kinara.
Kinara menurunkan tombaknya, dan mempersilahkan Raka untuk memeriksa Tias. Waktu bergulir begitu lama, Tias masih belum sadar. Beberapa cara, telah di lakukan Raka. Namun, belum membuahkan hasil sama sekali. "Racunnya, kembali bereaksi lagi. Kemungkinan besar, Tias tidak akan bisa untuk di selamatkan. Dia telah di persembahkan, oleh Tria, sebagai tumbal berikutnya. Tumbal darah perawan, obat yang dia berikan hanya bisa untuk mengurangi sakitnya. Bukan untuk menyembuh
Hot Chapters