Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tubuhku Hidup, Jiwaku Telah Mati

Tubuhku Hidup, Jiwaku Telah Mati

Kakak perempuanku memakan setengah piring mangga yang aku tinggalkan di atas meja, lalu seluruh tubuhnya alergi dan dipenuhi ruam merah. Karena marah, kakak laki-lakiku membuka mulutku dengan paksa dan terus menuangkan jus mangga ke dalam mulutku. "Bukannya kamu suka makan mangga? Hari ini kubuat kamu makan sampai puas!" Makanan itu tersedak masuk ke paru-paruku dan membuatku sulit untuk bernapas, lalu tenggorokanku bengkak dan terasa sakit. Aku memohon pada kakakku itu untuk menyelamatkanku, tetapi dia malah mengunciku di ruang bawah tanah. "Karena Sanny menderita, kamu juga jangan berharap bisa hidup nyaman. Renungkan baik-baik kesalahanmu di sini. Sejak kecil nggak ada yang mengajarimu, pantas saja kamu jadi sekejam ini." Dua hari kemudian, Mama baru teringat padaku. "Aslan, sudah cukup, lepaskan saja Herlina keluar. Kalau terlalu lama, nanti malah nggak baik. Dia jadi dendam sama Sanny." Papa yang berada di samping berkata dengan nada cuek, "Memangnya kenapa? Tinggal belikan saja dia sesuatu sebagai kompensasi. Beres, 'kan?" Aku bersandar di tubuh ayahku dan mengikuti mereka menuju ruang bawah tanah. Aku ingin melihat bagaimana mereka akan memberiku kompensasi.
3.0K viewsCompletedAdded to Library 84 Times as meja kompor kaca
Read
+Library
Pengkhianatan Berujung Luka

Pengkhianatan Berujung Luka

Tepat di hari peringatan 30 tahun pernikahan kami, suamiku masih dalam perjalanan dinas. Makanan di meja sudah dingin. Di tengah aku masih menunggu kedatangannya, aku menerima notifikasi suamiku reservasi hotel. "Aku masih dinas, bukankah wajar aku menginap di hotel?" Suamiku masih merahasiakan, lalu aku meminta bukti video darinya, tetapi dia tidak membalas pesanku lama. Putraku menyeletuk, "Bu, jangan bertingkah berlebihan. Bukankah Ayah bekerja keras juga untuk kita berdua?" Semua orang menganggap aku adalah ibu rumah tangga yang bahagia karena memiliki suami yang perhatian dan putraku memiliki karier yang sukses. Namun, ketika aku menerima notifikasi reservasi hotel, seketika aku merasa muak. Mereka mengira aku tidak tahu apa-apa. Aku ingin bercerai. Semua pengorbananku selama 30 tahun ini ternyata tidak dihargai. "Kamu bukan anak kecil lagi, berhentilah membuat keributan!" Suamiku memohon agar kami tidak bercerai. Dalam perjalanan pulang di tengah malam, suamiku mengalami kecelakaan mobil. Putraku marah dan mengatakan bahwa aku tidak becus menjadi istri maupun ibu. Melihat anakku emosi dan suamiku yang pura-pura terbaring lemah di ranjang, aku mencibir dalam hati. Kalau kamu suka pura-pura sakit, aku akan membuatmu lumpuh selamanya!'
6.6K viewsCompletedAdded to Library 231 Times as meja kompor kaca
Read
+Library
Di Balik Pintu Gelap Diplomat

Di Balik Pintu Gelap Diplomat

Maira, mahasiswi riset berusia dua puluh lima tahun, mengira tugas lapangannya di Abu Dhabi hanya akan berupa wawancara dan observasi budaya. Namun segalanya berubah ketika ia ditempatkan langsung di bawah pengawasan Wisnutama Adnan Bin Malik- seorang diplomat yang dikenal disiplin, nyaris tanpa emosi, dan memiliki reputasi berbahaya yang jarang dibicarakan secara terbuka. Perjumpaan pertama mereka membuat Maira sadar satu hal bahwa pria ini bukan tipe yang bisa ditebak atau dilawan. Terlambat satu menit saja, Wisnutama menatapnya seolah ia sudah melakukan kesalahan fatal. Terlambat satu detik pun, ia mengucapkan kata hukuman tanpa berkedip. Maira tidak tahu apakah ia sedang diuji, atau sedang ditarik masuk ke dunia kerja Wisnutama yang dingin, tajam, dan teratur seperti garis map diplomatik. Namun yang tidak pernah ia duga, semakin lama ia bekerja di dekatnya, semakin jelas bahwa pria itu tidak sesederhana atau sesuci yang terlihat. Dan ketika Maira mulai menyadari bahwa dosennya menghilang tanpa jejak, penempatannya terasa janggal, dan Wisnutama terlalu tahu banyak tentang dirinya. Di antara koridor kantor diplomatik, ruangan kaca gelap lantai delapan belas, dan tatapan yang selalu menguji, Maira harus memutuskan. Melarikan diri atau mengikuti pria itu lebih jauh, meski ia tahu Wisnutama punya cara tersendiri untuk menahan siapa pun yang menarik perhatian.
10755 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as meja kompor kaca
Read
+Library
Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya

Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya

Aku melompat ke laut untuk menyelamatkan Thomas Panjari. Hanya karena aku melakukan CPR padanya di depan umum, pernikahan yang seharusnya adalah milik kakakku malah menjadi milikku. Namun, Thomas lebih memilih menenggelamkan kesedihan dalam alkohol daripada bersamaku di malam pernikahan kami. Aku dengan bodohnya percaya bahwa suatu hari nanti aku bisa meluluhkan hatinya. Sampai tiga tahun kemudian, kakakku kembali ke dalam negeri dengan seorang anak yang sangat mirip dengan Thomas. Napasku pun tercekat. Aku baru menyadari bahwa di malam Thomas meninggalkanku sendirian, dia ternyata menghabiskan malam penuh gairah dengan kakakku. "Angie, kamu sudah hidup menderita selama beberapa tahun terakhir. Aku akan tanggung jawab dan suruh Karina kembalikan posisi istriku kepadamu!" Aku memberi tahu Thomas bahwa aku juga sudah hamil, tetapi itu tetap tidak dapat memenangkan hatinya. Dengan satu perintah "gugurkan kandunganmu" yang dingin, aku dibawa ke meja operasi dan akhirnya meninggal bersama anakku. Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke hari Thomas jatuh ke laut. Melihat pria yang tubuhnya basah kuyup di hadapanku, aku meneriakkan nama kakakku ke arah kerumunan ....
9.6K viewsCompletedAdded to Library 220 Times as meja kompor kaca
Read
+Library
Menikahi CEO, Penyesalanku

Menikahi CEO, Penyesalanku

"Bu Santi Tania, apa Anda yakin ingin mengakhiri pernikahan dua puluh tahun ini dan menyerahkan hak asuh anak?" "Ya. Ajukan saja permohonan perceraian. Saya sudah memutuskan," ucap aku dengan tenang melalui telepon sambil menggosok noda minyak di meja dapur granit. Selama dua puluh tahun, aku telah menyerahkan seluruh hidup aku untuk keluarga ini. Aku mengurus segala urusan rumah tangga, memastikan pendidikan anak-anak berjalan dengan baik, dan selalu berada di sisi suami aku, mendukungnya hingga ia berhasil naik ke puncak karier di sebuah konglomerat besar tanpa ada sedikit pun keluhan. Tapi suami aku, Arif Winata, malah membawa adik perempuan angkatnya, Chintya Winata, ke dalam sebuah wawancara media, lalu berkata dengan lantang, "Kesuksesan saya hari ini semua berkat bantuan saudara angkat saya." Bahkan anak-anak aku sendiri pun merendahkan aku. Mereka menyebut aku sekadar ibu rumah tangga yang biasa saja dan kasar. Mereka pun lebih memilih berpihak pada “Bibi” Chintya, wanita yang selalu ada di rumah itu, seolah-olah dia adalah nyonya rumah yang sesungguhnya. Jadi aku menandatangani surat perceraian dan pergi meninggalkan mereka, membiarkan mereka menjadi "keluarga yang sempurna" seperti mereka inginkan. Namun, sejak kepergian aku itulah, keluarga itu mulai panik ….
6.9K viewsCompletedAdded to Library 145 Times as meja kompor kaca
Read
+Library
Setelah Reinkarnasi, Aku Tidak Lagi Menjadi Penyelamat

Setelah Reinkarnasi, Aku Tidak Lagi Menjadi Penyelamat

Aku pernah menyelamatkan nyawa Theo, sang Ketua Keluarga Luca. Saat peluru hampir menembus tubuhnya, akulah yang berdiri di depannya dan menahan tembakan itu. Sebagai balas budi, aku menggantikan kakakku menjalani pernikahan politik. Namun pada malam pengantin kami, Theo lebih memilih pergi mabuk-mabukan dan tak menyentuhku sedikit pun. Dengan polosnya aku percaya suatu hari nanti aku bisa meluluhkan hatinya. Tetapi belum genap lima tahun, Theo datang menemuiku sambil menggandeng seorang anak kecil yang sangat mirip dengannya bersama kakakku. “Anna membesarkan anak di luar negeri sendirian, dia sudah terlalu banyak menderita. Aku harus menebusnya,” katanya sambil menyerahkan surat cerai kepadaku. “Kau sudah menduduki posisi nyonya Keluarga Luca selama bertahun-tahun. Sudah waktunya kau mengembalikannya padanya.” Saat itu aku baru tahu, ketika Theo meninggalkanku sendirian di malam pengantin kami, ternyata ia pergi menemui kakakku dan menghabiskan malam bersamanya. Aku mengeluarkan hasil tes kehamilan yang awalnya ingin kujadikan kejutan. Namun ia langsung merobeknya. “Aku tidak membutuhkannya.” Kata-kata sedingin es itu menjadi awal dari akhir hidupku. Aku dipaksa naik ke meja operasi. Pendarahan hebat terjadi dan dua nyawa pun hilang sekaligus. Ketika aku membuka mata kembali, peluru itu kembali mengarah ke tubuh Theo. Tetapi kali ini aku berbalik, dan mendorong kakakku ke arahnya.
5.1K viewsCompletedAdded to Library 187 Times as meja kompor kaca
Read
+Library
Cinta yang Kamu Katakan, Datang Terlambat

Cinta yang Kamu Katakan, Datang Terlambat

Pacarku meninggal karena sakit. Sebelum menghembuskan napas terakhir, dia menitipkan satu-satunya adik lelakinya, Dilan Pratama, kepadaku. Aku membiayai kuliahnya hingga lulus, bahkan membantunya mendirikan perusahaan. Namun, suatu malam, setelah dia pulang dari jamuan dan mabuk berat, kami justru berakhir di ranjang yang sama. Saat aku masih diliputi kebimbangan tentang hubungan kami, pandanganku terhenti pada sebuah foto diriku yang dia pajang di meja kerja. Di sampingnya, tergeletak sebuah cincin pertunangan. Hatiku bergetar hebat. Dengan perasaan penuh harap, aku mendorong pintu ruang istirahat untuk mau membicarakan hubungan kami. Namun, begitu pintu terbuka, sebuah kamisol putih jatuh tepat di kakiku. Aku tertegun di tempat. Sementara Dilan buru-buru menyelimuti tubuh asisten wanitanya yang panik. "Riana, nggak bisakah kamu mengetuk pintu dulu?" Wajahku mendadak pucat. Aku melangkah mundur dengan kikuk, tetapi langkahku tertahan oleh suara pelan sang asisten. "Kak Riana, bisa tolong ambilkan pakaianku?" Aku tidak memedulikan sorot permusuhan di matanya. Sambil berusaha menutupi kegugupanku, aku melemparkan pakaiannya ke tempat tidur, lalu buru-buru melarikan diri. Begitu keluar dari gedung perusahaan, ponselku berdering. Peneleponnya adalah Dilan. "Kak Riana, lain kali jangan seenaknya membuka pintu kamarku." Aku hanya tertawa kecil dan mengiyakan. Sejak hari itu, aku tidak pernah lagi melangkahkan kaki ke dalam dunianya.
4.7K viewsCompletedAdded to Library 163 Times as meja kompor kaca
Read
+Library
Kehamilan Berujung Perceraian

Kehamilan Berujung Perceraian

Pada ulang tahun pernikahan kami, wanita yang disukai oleh suamiku menunjukkan foto USG di status media sosialnya. Dia juga menuliskan ucapan terima kasih untuk suamiku. "Laki-laki baik yang sudah menjagaku selama sepuluh tahun memberiku seorang anak. Terima kasih." Aku sempat melotot dan berkomentar, "Sudah tahu cuma selingkuhan, tapi masih berani begini?" Aku langsung menelepon suamiku dan memarahinya. "Jangan punya pikiran aneh-aneh! Aku cuma kasih tabung reaksi buat memenuhi keinginannya menjadi ibu tunggal." "Oh ya, Erika saja sudah hamil, kamu yang sudah melakukannya hingga tiga kali masih saja belum hamil. Dasar nggak berguna." Tiga hari yang lalu dia bilang padaku kalau dia harus pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis, tidak menjawab telepon atau membalas pesanku. Aku pikir dia sibuk, tetapi tidak disangka dia malah menemani orang lain untuk melakukan pemeriksaan kehamilan. Setengah jam kemudian, Erika memamerkan hidangan mewah di atas meja makan. "Aku bosan sama makan makanan barat, jadi Regha memasak semua makanan kesukaanku." Aku melihat slip kehamilan yang ada di tanganku. Seketika, kegembiraan yang memenuhi hatiku langsung membeku menjadi es. Aku jatuh cinta kepadanya selama delapan tahun, berkomitmen dengannya selama enam tahun dalam ikatan pernikahan. Kali ini, aku akan melepaskan semuanya.
14.9K viewsCompletedAdded to Library 551 Times as meja kompor kaca
Read
+Library
Rahasia di Ujung Telepon yang Dia Kira Tak Kupahami

Rahasia di Ujung Telepon yang Dia Kira Tak Kupahami

Pada malam hari jadi pernikahan kami yang keenam, aku tersipu dan menghindari ciuman panas suamiku, Arga, lalu mendorongnya untuk meraih pengaman di meja samping tempat tidur. Di dalamnya, ada kejutan yang aku siapkan, alat tes kehamilan yang menunjukkan hasil positif. Aku membayangkan senyum seperti apa yang akan dia tunjukkan saat menemukannya. Namun, tepat saat dia hendak meraih laci, ponselnya berdering. Suara sahabatnya, Omar, terdengar dari gagang telepon, berbicara dalam bahasa Jerman. “Pak Arga, semalam bagaimana rasanya? Apa sofa erotis baru dari perusahaan kita nyaman?” Arga terkekeh pelan dan menjawab dalam bahasa Jerman, “Fungsi pijatnya berfungsi dengan baik, jadi aku tidak perlu memijat punggung Hanna lagi.” Dia masih memelukku erat, tapi tatapannya seolah menembusku, menatap seseorang yang lain. “Hanya kita berdua yang tahu tentang ini. Kalau istriku tahu aku tidur dengan adiknya, mampus aku.” Hatiku serasa ditusuk dengan keras. Mereka tidak tahu kalau aku mengambil mata kuliah minor Bahasa Jerman di perguruan tinggi, jadi aku mengerti setiap katanya. Aku memaksakan diri untuk tetap tenang, tetapi tanganku yang melingkari lehernya sedikit gemetar. Saat itu, aku akhirnya memutuskan untuk menerima undangan dari proyek penelitian internasional. Tiga hari kemudian, aku akan lenyap sepenuhnya dari dunia Arga.
14.2K viewsCompletedAdded to Library 555 Times as meja kompor kaca
Read
+Library
Penantian Yang Tak Berujung

Penantian Yang Tak Berujung

Michael selalu punya kebiasaan membuatku menunggu. Demi membantu perusahaan suamiku melewati masa sulit, aku yang sedang hamil lima bulan, rela pergi menegosiasikan kerja sama di malam tahun baru. Saat orang-orang di meja makan menyinggung soal suamiku, aku langsung reflek mencari alasan untuk membelanya. Aku bertanya padanya kapan dia datang menjemputku dan Michael malah menyuruhku untuk tunggu sebentar lagi. Nyatanya, dia malah bersembunyi di dalam mobil yang hanya berjarak sepuluh meter dariku, bermesraan dengan gadis yang pernah dia santuni. Sementara aku yang sedang hamil dibiarkan berdiri sendirian di tengah salju. Dalam perjalanan pulang, kami terjebak kemacetan parah. Di saat itulah, aku merasakan ada cairan hangat yang mengalir keluar dari tubuhku. Aku menatapnya untuk meminta tolong, tapi seperti biasa, dia hanya menyuruhku menunggu dan menunggu. Dari pantulan jendela, aku melihat layar ponselnya. Detik berikutnya, aku menyaksikan dengan jelas suamiku sedang santai membuka aplikasi chat untuk melanjutkan streak dengan gadis yang lebih muda. Ternyata nyawaku dan anak kami sama sekali tak ada harganya dibandingkan dengan perbincangan itu. Tepat tengah malam, kembang api tahun baru meledak di langit. Namun kali ini, aku tak akan pernah lagi berdiri di tempat yang sama untuk menunggunya.
2.6K viewsCompletedAdded to Library 95 Times as meja kompor kaca
Read
+Library
PREV
1
...
1314151617
...
19
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status