Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Saat Obat Alergi Berubah Menjadi Permen M&M

Saat Obat Alergi Berubah Menjadi Permen M&M

Pada malam perayaan ulang tahun pernikahan kami yang pertama, aku tergeletak di atas karpet merah darah, hampir tak bernyawa. Suamiku, Mason, seorang bos mafia, justru merangkul teman masa kecilnya, Yani, sambil menikmati sampanye dan bercakap dengan gembira. Yani tahu aku alergi wijen. Jadi dia membuat setiap hidangan malam ini disiram saus wijen. Aku baru menggigit satu suap. Tenggorokanku langsung membengkak, paru-paruku seperti terbakar, dan ruam merah menjalar di kulitku. Di ambang sesak napas, aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk meraih obat alergi di dalam sakuku. Tapi obat itu meleleh, lengket di telapak tanganku. Obatku ternyata telah ditukar menjadi kacang cokelat M&M! Melihat ekspresiku yang tak percaya, Yani tertawa. "Kejutan! Aku sengaja menyuruh Mason mengganti obatmu." "Kita semua tahu kamu cuma pura-pura alergi. Siapa sih yang cuma makan sedikit wijen saja langsung pingsan? Lebay banget." Aku terjatuh dari kursi, berbaring di lantai sambil susah payah bernapas. Di telingaku terdengar suara orang-orang lain yang sedang bertaruh berapa lama aku akan ‘berakting’ kali ini. "Mason… berikan obatku…" Aku memohon dengan suara parau. "Kumohon… aku benar-benar akan mati…" Dia menghela napas. "Drama banget. Kalian perempuan bisa nggak sih berhenti pakai kata ‘mati’ buat mengancam laki-laki? Apa aku belum cukup mencintaimu?" "Yani benar. Selama aku nggak peduli, kamu sendiri yang akan berhenti dengan akting murahan ini." Saat itu, hatiku terasa lebih sakit daripada tenggorokanku. Aku tak lagi menjelaskan apa pun. Dengan tangan gemetar, aku mengirim sinyal permintaan bantuan kepada keluargaku.
Cerita Pendek · Mafia
3.6K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Menyerahkan Gairahnya Padanya

Menyerahkan Gairahnya Padanya

Pada hari jadi pernikahan pertama kami, aku baru menyadari bahwa sekotak pengaman yang kubeli sebelum pernikahan sudah lama kedaluwarsa. Tidak akan ada yang percaya, suamiku yang seorang mafia, Alvaro Munandar, dan aku belum pernah berhubungan seks. Jadi, aku mengumpulkan keberanian untuk membeli satu set piyama seksi. Setelah tiga gelas wiski, begitu Alvaro mendorong pintu masuk, aku memeluknya erat-erat. “Sayang,” bisikku di telinganya. “Tidurin aku hari ini, aku menginginkanmu...” Tetapi Alvaro menepis tanganku dengan dingin dan kejam, seolah-olah sedang mengeluarkan pistol. “Raina, kamu pelacur ya?” “Melakukan hal-hal yang tidak tahu malu berulang kali. Jika kamu benar-benar kesepian, aku akan memesankan beberapa mainan agar kamu bisa bermain sepuasnya.” Wajahku langsung pucat dan aku membeku. Aku tidak mengerti kenapa seorang istri dianggap 'pelacur' ketika dia meminta belaian dari suaminya. Malam itu, aku meringkuk di sofa dan tak kuasa menahan diri untuk mengunggah sesuatu di media sosial. [Suamiku memiliki fungsi seksual normal, kenapa dia tidak menyentuhku setelah menikah?] Seseorang berkomentar, [Mungkin suamimu punya istri lain.] Komentar itu seperti pisau, menusukku hingga tersadar. Aku tiba-tiba menyadari, mungkin bukan karena aku kurang menarik secara seksual, melainkan karena dia memang bukan milikku. Saat aku menekan tombol hapus akun, aku juga memutuskan untuk pergi. Tetapi siapa sangka bahwa pria yang tidak pernah melirikku akan menjadi gila dan mencariku setelah aku menghilang. “Raina, setelah kamu pergi, aku tak pernah bisa ereksi lagi!”
Cerita Pendek · Mafia
6.0K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Air Mata di Antara Bunga

Air Mata di Antara Bunga

Dunia yang kukenal runtuh satu per satu. Bisnis keluargaku bangkrut... Tunanganku, Bastian Wicaksono, tanpa ragu membatalkan pertunangan kami dan memilih Sarah Laksmana sebagai penggantiku. Saat aku jatuh ke jurang kehancuran, Rangga Mahardika datang seperti malaikat penolong. Dia melunasi semua utang keluargaku, mengurus pemakaman ayahku, menarikku keluar dari abu kehidupan yang nyaris membakarku habis. Tiga tahun penuh, dia selalu mendampingiku. Selalu ada. Aku sempat percaya… mungkin inilah bentuk penyelamatan yang selama ini kutunggu. Namun, tepat di malam sebelum pernikahan, tanpa sengaja aku mendengar percakapan Rangga dengan sahabatnya... “Kamu serius mau nikah sama Vanya? Nggak takut, suatu hari dia tahu… kalau kematian ayahnya dan bangkrutnya bisnis Keluarga Devara itu ulahmu?” “Sarah sudah nikah sama Bastian, aku sudah nikah sama Vanya. Nggak masalah kalau dia tahu, toh semua utangnya sudah kubayar. Pemakaman ayahnya juga sudah aku urus. Intinya… aku sudah menebus semuanya.” Saat itu juga aku sadar… Ternyata, Rangga pun menipuku. Dari awal hingga akhir, semua hanyalah permainan. Dan satu-satunya orang yang benar-benar hanyut di dalamnya… hanyalah aku sendiri.
Cerita Pendek · Romansa
27.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Meninggalkan Primadona yang Kucintai 3 Tahun

Meninggalkan Primadona yang Kucintai 3 Tahun

"Ayah, Ibu, aku setuju kuliah di luar negeri." Ketika mendengar putri mereka akhirnya setuju, orang tua yang berada jauh di sana pun merasa lega. "Fellis, akhirnya kamu ngerti. Ayah dan Ibu senang sekali. Kamu buat persiapan ya. Kami akan segera mengatur semuanya untukmu. Sebulan lagi, keluarga kita akan berkumpul kembali." Berbeda dengan orang tuanya yang berbahagia, nada bicara Fellis justru terdengar sangat datar. "Ya, aku tahu." Setelah berbasa-basi sesaat, panggilan diakhiri. Di luar jendela gelap gulita. Fellis tidak menyalakan lampu. Matanya merah, tetapi tidak ada emosi yang terpancar.
Baca
Tambahkan
Aku Bukan Pilihannya

Aku Bukan Pilihannya

Selama dua tahun setelah Nathan amnesia karena kecelakaan, demi menenangkan sahabat masa kecilnya, Selly, kami sudah bercerai sampai tujuh kali. Dan kedelapan kalinya, itu karena Selly hamil. “Lagipula kamu juga nggak bisa melahirkan. Setelah Selly melahirkan, kita baru menikah lagi. Kamu juga yang mengurus anak itu nantinya.” Saat menerima surat cerai, Nathan masih berjanji seolah tak terjadi apa-apa. Malam harinya, hanya karena Selly berkata bahwa melihatku saja sudah membuatnya mual, Nathan pun menyuruhku mengemas koper dan pindah sendirian ke rumah lain di tengah hujan deras. Bahkan saat aku hampir dilecehkan oleh sekelompok preman dan terluka, hingga masuk rumah sakit, dia pun tak peduli sama sekali. Hingga suatu hari, aku tak sengaja melihatnya menemani Selly kontrol kehamilan. Kulihat dia mengusap perut Selly dengan sikap acuh dan mencibir berkata, “Kalaupun dia tahu aku hanya pura-pura amnesia, emangnya kenapa? Dia juga nggak bisa lepas dariku sekarang. Cukup dihibur sedikit, dia bakal langsung patuh dan balik lagi!” Mendengar itu, aku dengan tenang menarik kembali pandanganku. Tepat saat itu, ponselku menerima pesan dari pria itu. [Jasmine, bagaimana hasil kontrol kehamilannya?]
Baca
Tambahkan
Keputusan yang Berbeda, Takdir yang Tak Sama

Keputusan yang Berbeda, Takdir yang Tak Sama

Aku menatap kontrak pernikahan Keluarga Varsali yang didorong ayahku ke seberang meja. Tanpa ragu, kutulis nama saudari tiriku, Dina, lalu kusodorkan kembali. Ayahku terdiam membeku. Kemudian, matanya menyala dengan antusiasme konyol, seolah-olah baru saja memenangkan lotre. "Kenapa kamu kamu mau memberikan kesempatan sesempurna ini pada adikmu?" Di kehidupan sebelumnya, pernikahanku adalah bahan tertawaan semua orang di sekitarku. Aku si penyihir kecil liar berambut merah yang berani masuk ke dunia Cassius Varsali, pewaris sekaligus pemimpin Keluarga Kriminal Varsali. Aku tak pernah sempurna, apalagi patuh. Dia menyukai gaun bak dewi, aku memakai rok mini dan menari di atas meja. Dia menuntut keintiman yang misionaris, tradisional, dan patuh, aku ingin berada di atas, menungganginya, tenggelam sepenuhnya. Di sebuah gala, para istri kalangan atas mentertawakan rambutku, gaunku, dan keliaranku. Kupikir setidaknya dia akan berpura-pura membelaku, tetapi dia tidak melakukannya. "Maafkan dia. Dia belum ... terlatih dengan baik." Terlatih. Seperti anjing. Sepanjang kehidupan terakhirku, aku tercekik di bawah aturannya, membengkokkan diriku hingga berdarah agar pas dengan bentuk yang dia inginkan, sampai malam rumah kami terbakar. Saat aku membuka mata lagi, aku kembali ke momen ketika pertama kali mengetahui perjodohan itu. Aku menatap kontrak di hadapanku. Kali ini? Kurasa para pria klub malam lebih cocok untukku. Namun, saat Cassius menyadari pengantinnya bukan aku, dia menghancurkan setiap aturan yang selama ini dia pegang teguh.
Cerita Pendek · Mafia
15.8K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Kekasih Kesayangan Bos yang Menghilang

Kekasih Kesayangan Bos yang Menghilang

Aku adalah pemalsu seni terbaik sekaligus ahli intelijen di Kota Luminara. Dan aku jatuh cinta pada pria yang memiliki segalanya, Ketua Dante Ardhana. Selama sepuluh tahun, aku adalah rahasianya, senjatanya, dan kekasihnya. Aku membangun kerajaannya dari bayang-bayang. Kupikir dia akan menikahiku. Bagaimanapun, setiap malam dia berada di kota ini, dia selalu bersamaku, tenggelam dalam kenikmatan. Dia akan berbisik bahwa aku miliknya, bahwa tak ada orang lain yang membuatnya merasa sebahagia itu. Namun, kali ini, setelah selesai denganku, dia mengumumkan bahwa dia akan menikahi putri mafia Negara Silvara, Sabrina Rahardian. Saat itulah aku sadar... Aku bukan kekasihnya. Aku hanya pemuas tubuhnya. Demi aliansi, demi Sabrina, aku dikorbankan. Dia membiarkan aku mati. Jadi aku menghancurkan setiap bagian dari hidup yang pernah dia berikan padaku. Aku hanya butuh satu telepon ke ayahku di Kota Aurea. Lalu aku menghilang. Namun, ketika Dante yang memiliki Kota Luminara tidak menemukan mainan kesayangannya… dia jadi gila.
Cerita Pendek · Mafia
9.441.9K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Kebohongan Sahabat Masa Kecilku

Kebohongan Sahabat Masa Kecilku

Aku sudah berjanji menemani teman masa kecilku yang dirundung untuk pindah sekolah, tetapi dia berubah pikiran sehari sebelum berkasnya distempel. Temannya mencibir, "Gila sih kamu. Pura-pura dirundung selama ini cuma buat menipu Aurelia supaya ikut kabur." "Dia itu teman masa kecilmu, apa kamu benar-benar tega membiarkan dia pergi sendirian ke sekolah yang asing?" Lorenzo berkata dengan datar, "Hanya sekolah lain di kota yang sama, memang bisa sejauh apa?" "Setiap hari ditempeli dia saja aku sudah merasa bosan, jadi ini malah pas." Hari itu aku berdiri lama di luar pintu, akhirnya memilih untuk berbalik pergi. Hanya saja, pada formulir pindah sekolah, aku mengubah SMA I Kota Haidiaz menjadi SMA luar negeri yang diminta orang tuaku. Semua orang lupa, aku dan dia sejak awal memang jauh berbeda, ibarat langit dan bumi.
Baca
Tambahkan
Kejutan Untuk Pengkhianat Cinta

Kejutan Untuk Pengkhianat Cinta

"Bu Adele, maksud Anda proses pernikahannya tetap berjalan seperti rencana semula, tapi pengantinnya akan diganti dengan orang lain? Begitu, ya?" Menghadapi tatapan bingung dari staf, Adele sama sekali tidak ragu. Dia langsung mengangguk. "Benar. Pernikahan tetap digelar setengah bulan lagi seperti rencana awal. Semua materi pernikahan yang perlu diubah akan saya serahkan dalam beberapa hari ke depan." "Baik. Lalu ... apakah saya perlu menghubungi Pak Darren untuk memberitahukan hal ini ...." "Nggak perlu!" Belum sempat lawan bicaranya menyelesaikan kalimat, Adele langsung memotong dengan nada tegas dan sedikit emosional. Saat melihat ekspresi kaget dari staf itu, dia berusaha menenangkan diri dan menjelaskan dengan lebih lembut. "Dia cukup sibuk. Untuk urusan pernikahan selanjutnya, cukup langsung dengan saya saja." Pernikahan ini adalah hadiah terakhir yang ingin diberikan Adele untuk Darren. Berhubung karena ini hadiah, tentu saja baru terasa mengejutkan kalau diberikan di saat terakhir.
Cerita Pendek · Romansa
18.4K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Tiga Hari Terakhirku sebagai Wanita Sempurna

Tiga Hari Terakhirku sebagai Wanita Sempurna

Dokter mengatakan, tanpa terapi sel terbaru, aku hanya bisa hidup selama 72 jam. Namun, Tommy Harper memberikan satu-satunya kuota pengobatan itu kepada Anna Wilson. "Gagal ginjalnya lebih parah," ujar Tommy. Aku mengangguk, lalu menelan pil putih yang akan mempercepat kematianku. Dalam sisa waktu itu, aku melakukan banyak hal. Saat penandatanganan, tangan pengacara gemetar. "Saham senilai empat triliun ini, Anda benar-benar akan mengalihkan semuanya?" Aku menjawab, "Ya, berikan pada Anna." Putriku, Clarisa, tertawa bahagia dalam pelukan Anna. "Ibu Anna membelikanku gaun baru!" "Bagus sekali, nanti dengarkan perkataan Ibu Anna, ya," ujarku. Galeri seni yang kudirikan dengan tanganku sendiri, berganti nama menjadi milik Anna. "Kakak, kamu terlalu baik," ujarnya sambil menangis. Aku menjawab, "Kamu akan mengelolanya lebih baik dariku." Bahkan aku telah menyerahkan hak atas dana perwalian orang tuaku. Tommy akhirnya menampilkan senyuman tulus pertamanya selama bertahun-tahun. "Sofie, kamu sudah berubah. Kamu nggak lagi galak. Kamu yang seperti ini, sungguh cantik." Benar, aku yang sekarat ini akhirnya menjadi Sofie Barnes yang sempurna di mata mereka. Sofie yang patuh, dermawan, dan tidak pernah membantah. Hitungan mundur 72 jam telah dimulai. Aku sangat penasaran, ketika detak jantungku berhenti, apa yang akan mereka ingat tentangku? Apakah aku akan diingat sebagai istri baik yang akhirnya belajar melepaskan, atau sebagai seorang wanita yang menyelesaikan balas dendamnya dengan kematian?
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
2627282930
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status