กรองโดย
กำลังอัปเดตสถานะ
ทั้งหมดยังไม่จบจบแล้ว
จำแนกโดย
ทั้งหมดเป็นที่นิยมที่แนะนำคะแนนการอัปเดต
Putra Tersembunyi sang Presdir

Putra Tersembunyi sang Presdir

Senang karena anak itu dengan baik hati juga ingin menggambarnya. Selama lima menit Mahesa menunggu Kenzie menggambar, akhirnya bocah itu selesai dan menunjukkan gambarnya pada Mahesa. "Yeay! Gambarku sudah selesai! Lihat, Om! Gambarku bagus, tidak?" Senyum Mahesa berganti dengan kernyitan alis ketika melihat gambar dirinya yang berdiri jauh dari gambar Kenzie dan Riana. "Bagus. Gambarmu bagus sekali," puji Mahesa pada gambar Kenzie yang mirip seperti orang lidi itu.
10119.2K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 2.5K ครั้งในชื่อ menggambar kamen rider
อ่าน
+ห้องสมุด
AKU TETAP MENCINTAIMU, SAYANG

AKU TETAP MENCINTAIMU, SAYANG

Narasi bisa menunggu, tapi tidak dengan ginjal seorangg anak. -oOo- Malam itu, Ravika dan Tama tidak banyak bicara. Mereka hanya bertukar kabar singkat. Tentang angka, jadwal, dan rencana selanjutnya. Tidak ada kalimat heroik. Tidak ada janji manis. Di kamar, Elyra menggambar lagi. Kali ini bukan jalan. Ia menggambar dua lingkaran. Satu besar, satu kecil. Di tengahnya ada panah.
101.4K viewsยังไม่จบถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 35 ครั้งในชื่อ menggambar kamen rider
อ่าน
+ห้องสมุด
TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO BURUK RUPA

TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO BURUK RUPA

Kemeja hitamnya sekarang seperti terkena semburan ketombe dan kotoran merpati. "Buang saja Tumbler menyebalkan ini!" ketus Kaivan, setengah marah dan kesal karena body tumbler yang ia gambar malah …- Putih semua! Sebenarnya Kaivan sudah menggambar bunga matahari di Tumbler tersebut; yang ia rencanakan akan ia berikan pada pujaan hatinya, berharap Rachel tidak marah lagi padanya dan memaafkannya juga. Walau tidak bagus tetapi Kaivan merasa … bunga matahari gambarannya lumayan. Setidaknya gambarnya lebih bagus daripada gambaran Dayana yang hanya bisa coret-coret saja.
10211.7K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 4.2K ครั้งในชื่อ menggambar kamen rider
อ่าน
+ห้องสมุด
Love in Kyoto

Love in Kyoto

“Apa dia melamar di sini? Oh, suatu kebetulan.” “Ya, aku akan memanggilnya besok pagi.” * Kyoto Apartment 11 Kodaiji Temple Lelaki itu meletakkan sebuah meja di atas tatami[1] di dalam kamarnya. Kemudian ia keluarkan semua peralatan dari dalam tas, sengaja ia mencecerkan semuanya kecuali botol-botol tinta warna ia letakkan khusus di dalam sebuah boks kecil di samping meja. Setelah itu ia mulai mempersiapkan buku gambar khusus untuk menggambar komik yang baru saja dibelinya di toko alat tulis. Lelaki itu menarik napas panjang sebelum akhirnya ia sibuk dengan pena G-nya dan daya imajinasinya untuk menuangkan segala kisah ke dalam gambar.
102.8K viewsยังไม่จบถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 97 ครั้งในชื่อ menggambar kamen rider
อ่าน
+ห้องสมุด
ก่อนหน้า
1
...
345678
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status