Iris Hitam Yang Terbakar
"Lepaskan pakaianmu. Buka lebar kakimu."
"... Apa? Kenapa?"
Suara itu memecah keheningan, dan jantungku berdebar kencang. Aku langsung refleks menutupi perutku.
Itu adalah ulang tahun pertama pernikahanku dengan Alex, Sang Ketua Mafia Keluarga Riswaga.
Aku sedang hamil dan ingin memberinya kejutan.
Tetapi sekretarisnya yang bernama Lila, malah menutup mataku dan membawaku ke tempat yang asing ini.
"Nyonya, berhentilah bersikap seperti korban. Merayu pria itu memang keahlianmu, bukan?"
"Malam ini, di rumah lelang ilegal ini, kau akan menjadi barang terakhir yang dilelang."
Rasa dingin menjalar di punggungku, dan suaraku pun bergetar.
"Apa kau gila? Aku Nyonya Keluarga Riswaga dan aku sedang mengandung pewaris keluarga ini! Alex akan membunuhmu ...."
Lila mencibir dan melepas penutup mataku.
Cahaya yang menyilaukan menyinari diriku. Aku menyipitkan mata, dan perlahan, seorang pria yang duduk di bagian VIP mulai terlihat ....
Itu Alex!
Aku menatapnya tak percaya saat dia perlahan mematikan cerutu di tangannya.
"Hamil? Anak haram siapa yang kau kandung itu?"
"Ini anakmu!" teriakku.
"Pembohong!"
Dia mengangkat tangan, dan sebuah laporan dilemparkan ke arah kakiku.
Huruf tebal bertuliskan: Kemungkinan hubungan darah: 0%, seakan membakar perih mataku.
Dia lalu mendekat dan mencengkeram daguku.
"Lila benar. Wanita sepertimu itu busuk sampai ke akar-akarnya."
"Cintaku tak pernah cukup untuk memuaskan keserakahanmu."
"Dan aku, Alex, tak akan pernah sudi membesarkan anak haram pria lain!"
Kemudian hari, dia akhirnya mengetahui anak itu adalah darah dagingnya sendiri.
Untuk pertama kalinya, pria yang selalu begitu tenang, angkuh, dan terkendali itu berlutut di hadapanku dengan suara bergetar.
"Celia, aku mohon padamu ... meskipun kau tak bisa memaafkanku, kumohon, izinkan aku menebus kesalahanku."
Namun ... hatiku sudah tak merasakan apa pun lagi untuknya.