Tukang Pijat Tampan
“Dengar, Dit... apapun yang terjadi setelah ini... jangan pernah anggap ini cuma mimpi, ya?”
Adit menatapnya, lalu mengangguk.
“Aku nggak akan. Rasanya, mimpi kita barusan justru lebih nyata dari dunia ini.”
Dan saat mobil mulai melaju menuruni bukit, awan gelap perlahan menggantung di langit belakang mereka, menandai awal dari babak baru yang masih tersembunyi, penuh teka-teki, dan kemungkinan bahaya yang belum terucap.