Istri Lima Belas Ribu
“Bila seperti ini, aku sangat menyesal bercerai dengan suamiku. Dulu, aku bagai ratu. Uangnya mengalir setiap bulan, meski raganya tidak pulang. Dulu, aku tidak kekurangan apa pun, Mas.”
Lagi, aku bisa mendengar embusan napas kasar Mas Agam.
“Sekarang, uangku habis hanya untuk mengurus anak yang tidak ada hubungan darahnya denganku.”
“Anti, berhenti bicara ngawur! Aira keponakan kamu juga!” bentak Mas Agam. “Kita sudah sepakat cerai dengan pasangan masing-masing. Bahkan, jauh sebelum Nia mengetahui hubungan kita. Kini, kita sudah bisa mewujudkan keinginan untuk hidup bersama. Tinggal menunggu masa idahmu.”
Bab Populer