DENDAM LUKA LAMA
yang membuat semuanya terhenti, lenyap, dan selesai.
Erlangga mendadak terbangun dan duduk. Napasnya memburu, dadanya naik turun tak terkendali. Keringat membasahi pelipis, leher, dan punggungnya. Ia terduduk berusaha mengatur napas, tapi jantungnya masih berdetak tak karuan. Ternyata dia sedang bermimpi melihat Vania hendak menikah dengan seseorang. Dan ia tidak begitu jelas dengan wajah pria itu. Sebab hanya tampak dari belakang saja. Erlangga datang dan berteriak untuk menahan saat lelaki itu naik ke pelaminan untuk akad nikah.
Mimpi itu terasa begitu nyata. Erlangga masih merasa sesak. Ada sesuatu yang mencengkeram dadanya kuat-kuat dan ia sangat cemas.
Hot Chapters