Tukang Pijat Tampan
Adit memasukkan semuanya ke dalam kantong jaketnya sendiri.
Mereka tak boleh menghubungi teman atau atasan mereka. Tidak sampai Adit bisa memanfaatkan situasi ini.
Adit lalu berjongkok di depan salah satu pria yang masih sadar, yang pertama ia jatuhkan, yang rahangnya bengkak. Ia mencopot helm pria itu dengan kasar. Wajahnya kini kelihatan; dia adalah pria berusia sekitar tiga puluhan, kulit sawo matang, mata tajam meskipun kini penuh rasa sakit, dan yang paling kentara: potongan rambut cepak rapi, model militer.