Hati yang Terikat Takdir
“Aku benar-benar minta maaf, Arum. Semua ketenaran ini, semua apresiasi dari orang-orang yang tidak aku kenal, membuatku terjebak. Tapi aku lupa, bahwa apresiasi yang sebenarnya aku butuhkan hanyalah dari mereka yang benar-benar mengenalku, termasuk kamu.”
Arum tersenyum, hatinya terasa hangat dengan kejujuran Ratna. “Kamu tahu, Ratna, aku bangga padamu. Melihat kamu berhasil, melihat karyamu dihargai banyak orang, itu sesuatu yang luar biasa. Tapi aku hanya ingin kamu tahu, aku di sini bukan karena kesuksesan itu. Aku di sini karena kamu adalah sahabatku.”
Hot Chapters