PENGGODA DI SEKOLAH ANAKKU
“Kami berteman. Dia cerita, kalau papanya kerja di laut. Bukankah laut itu luas, Mi? Enggak ada tanah, kan, di laut? Jadi dia kerjanya bagaimana?”
Aku nyengir. “Ehm ... mungkin di kapal besar?”
Ada banyak hal yang Nabil katakan seputar teman barunya itu. Kebanyakan berisi informasi betapa keren sosok Arya dalam hal seni—menggambar dan mewarnai. Tapi sepanjang cerita itu juga, Mas Hanung diam saja. Seolah keterdiamannya untuk memberitahuku, jika aku sedikit egois memaksakan diri mengikutinya pagi ini.