Misteri Uang di Tas Sekolah Anakku
Aku tahu aku harus segera pergi, tapi mencari alasan untuk pamit kali ini terasa jauh lebih sulit.
Indri yang kemudian terbangun memanggilku. “Mas, ngapain di sana?"
Aku membereskan diri, mencoba tersenyum, meski rasanya begitu berat lalu kembali masuk. “Aku harus pergi sebentar ya Ndri, ada pekerjaan lain yang harus aku selesaikan. Gak apa-apa 'kan?”
Indri terlihat kecewa, tapi seperti biasa, ia tidak menunjukkan protes. Wanita itu hanya mengangguk pelan. “Nggak apa-apa, Mas. Pergilah."