For Husband
Hening sejenak antara kami, dia hanya menatap keluar jendela.
“Bell soal pernikahan kita. Akan diurus oleh orang tua kita. Kita hanya perlu mengahadirinya saja, jadi jaga kesehatanmu jangan sampai kelelahan oke,” ujarku sambil fokus menyetir.
“Apakah benar pernikahan kita akan diadakan 2 minggu lagi Mas?”
“Iya sayang, kenapa kamu masih ada kekawatiran?”
“Itu hanya terlalu mendadak untukku,” Jawabnya seraya menundukkan kepala. Aku yang melihat itu, segera meraih tangannya untuk aku genggam erat.
Capítulos Populares