After Marriage
"Cantik, terpelajar, dan yang terpenting aku ini kaya. Kalau kamu menikahiku, Papa nggak bakal cuma jadiin kamu seorang manajer. Sama sekali tak ada rugi bagimu jika menikahiku, malah untung. Sekarang aku rela jadi yang kedua. Apa lagi yang kamu pikirkan, Raihan?"
Tangan Kak Rai tetap menggenggam tanganku yang bergetar hebat. Jika tidak, mungkin saja sudah melayang ke wajah cantiknya itu. Aku yang sudah berada di ambang murka akhirnya tidak mampu berkata-kata.
"Kamu salah jika berpikir seperti itu, Saskia. Aku sama sekali tidak menginginkan semua yang ada padamu dan keluargamu. Hanya akan ada satu pendamping dalam hidupku. Nissa!"
Hot Chapters