Mencintai Musuh Ayahku
Kartu itu tidak memiliki nama pengirim, hanya sebuah kalimat pendek yang ditulis dengan mesin tik tua:
'Selamat atas kehidupan baru yang sedang tumbuh. Tapi ingatlah, naga tidak pernah benar-benar membakar seluruh musuhnya. Ada benih yang tumbuh di dalam abu.'
Wajah Karin seketika menjadi pucat. Ia menjatuhkan kartu itu ke lantai. Pesan itu bukan sekadar ucapan selamat; itu adalah ancaman halus yang menunjukkan bahwa musuh mereka masih mengawasi, bahkan sampai ke dalam ruang paling pribadi di rumah mereka.