Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TULPA

TULPA

TULPA 15. Aku Ratunya "Ini terlalu mendadak untukku yang memiliki kapasitas otak yang pas-pasan. Jadi, tolong katakan padaku apakah ini kenyataan atau hanya imaji liarku semata?"_Kejora
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai māyā
Baca
+Pustaka
Karma

Karma

“ Mayaa... mama di mana? Tanya Sharla Pada Maya. Sharla mengikuti Maya masuk keruangan, ia melihat Mama mertuanya sudah terbujur kaku dengan di tutup kain putih di kamar jenazan. Sharla tidak menyangka jika Mama mertuanya akan pergi meninggalkannya dengan begitu cepat. Meskipun Ia benci dengan Vano saat ini tapi Sharla tidak bisa membenci Mama mertuanya. Ia sudah menganggapnya sebagai ibu kandungnya sendiri. Dan sebelum sakit Mama mertuanya selalu sayang terhadap Sharla. Sharla memegang tubuh kaku ibunya, “ Mama Maafin Sharla!
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 459 kali sebagai māyā
Baca
+Pustaka
Chandra

Chandra

"Pohon." Seketika Rain teringat kalau Chandra memiliki kebiasaan aneh. Chandra sering menamai pohon yang dijumpainya. "Gue kira lo mau ngenalin penunggu pohonnya," ucap Rain sedikit merasa malu. Chandra tertawa. Ia baru sadar ternyata Rain ketakutan karena ulahnya. "Kamu kira, aku bisa ngeliat makhluk halus?"
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai māyā
Baca
+Pustaka
Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Aku harus memahami apa yang terjadi dalam diriku. Aku menatap tajam tombol kedua yang kini menyala itu. Berharap ada petunjuk kemampuan apa yang kini sudah meningkat dalam diriku, dan bagaimana cara aku menggunakannya. Namun aku tak menemukan petunjuk apa-apa, beberapa saat berselang, dunia di sekitarku bergetar dan mulai memudar. Aku tersentak. Dalam sekejap, aku kembali ke dunia nyata.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai māyā
Baca
+Pustaka
REINKARNASI

REINKARNASI

"Musuh yang akan kau hadapi bukanlah musuh sembarangan. Ia adalah titisan iblis yang berusaha untuk hidup abadi. Kau harus mencegahnya untuk mendapatkan tumbal gadis perawan yang ke seratus. Dan gadis itu adalah calon istrimu Gayatri." Sontak Kamandraka tercengang,"Guru, apa yang harus aku lakukan untuk mengalahkannya? Mohon berikan petunjukmu,guru," kata Kamandraka. Empu Supa tersenyum, "Ajian braja musti dan waringin sungsang milikmu sudah lebih dari cukup untuk mengalahkannya. Ingat satu hal yang ia cari adalah tumbal gadis perawan yang lahir di malam jumat legi. Jika ia gagal untuk mendapatkan tumbal yang terakhir maka ia akan dapat kau kalahkan dengan mudah."
9.946.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai māyā
Tampilkan Ulasan (71)
Baca
+Pustaka
Gladys Shanum
Cara penulis menyampaikan cerita berlatar kerajaan Kahuripan lalu lompat ke masa 600 tahun mendatang itu, kereeen. Perlu riset pustaka nih untuk dapat setting kerajaannya. Ditunggu uploadnya lagi, Thor.
Marion D'rossi
Kak, ceritanya bagus dan lain dari yang lain. Sebuah cerita di zaman kerajaan yang begitu menggugah selera. Konflik di awal cerita adalah langkah tepat yang Kakak lakukan untuk membuat pembaca tergugah dan ingin terus mengetahui kisah selanjutnya. Dari segi plot, sebenarnya cerita Kakak ini berat
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status