Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aphrodite

Aphrodite

tanya dipta "pertama katanya aku halu, kedua aku dikira hamil duluan karna nikah pas masih kuliah" ucap aya sembari menunjukan dua jarinya. "kamu pulang dijemput sama pak Mamat kan?" "ngga, soalnya aku ngga punya nomornya, lagian juga tadi baterai hp aku habis jadi ngga bisa telpon sama siapa siapa" "kakak ngga perlu khawatir soalnya aku tadi naik ojek" ucap Aya dengan percaya diri
102.3K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as māyā
Read
+Library
Magic You

Magic You

Apa cuma karna aku memiliki rasa padanya? Ck... Kenapa kalau suka sama orang kita terlihat bodoh... Tunggu, kita? Sepertinya hanya aku yang seperti ini... Miris. Aku membalikkan badanku jadi posisi terlungkup. Oh ya, aku jadi teringat satu hal, buku mistis!
104.3K viewsCompletedAdded to Library 104 Times as māyā
Read
+Library
Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Senyum itu palsu, tapi sudah ia latih bertahun-tahun senyum yang bisa membuat orang lain percaya bahwa dirinya baik-baik saja. Ia duduk bersama mereka, pura-pura menikmati obrolan. Sinta bercerita tentang pelanggan yang aneh, Maya memamerkan lipstik baru dari seorang lelaki yang sedang tergila-gila padanya. Semua cerita berputar di seputar uang, tubuh, dan permainan malam.
756 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as māyā
Read
+Library
Sang Naga Bumi

Sang Naga Bumi

Lu Yuan merogoh jubahnya dan mengeluarkan sebuah lonceng perunggu kecil tanpa pemukul di dalamnya. "Ini adalah Lonceng Pemanggil Jiwa. Jika suatu saat kalian terjepit di wilayah Utara dan tidak ada jalan keluar, hancurkan lonceng ini. Suaranya tidak akan terdengar oleh telinga manusia, tapi rekan-rekan di bawah naungan Mahaguru akan mengetahui posisi kalian." Qin Guan menerima lonceng itu dengan hormat. "Terima kasih, Pendeta Lu. Kebaikanmu dan kuil ini tidak akan kulupakan."
102.5K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as māyā
Read
+Library
Gantari

Gantari

Senyumnya begitu cantik meski bibirnya tengah mengunyah tembakau. Tidak, kenapa dalam sekejap mata semuanya berubah. Padahal jelas-jelas tadi aku melihatnya dalam sosok hantu yang menyeramkan. Apa mungkin benar kata Budhe Lasmi aku terlalu lelah jadi sedikit mengalami halusinasi. "Tuh, kamu lihat sendiri kan kalau tidak ada hantu di sini." Aku hanya bisa mengangguk. Budhe Lasmi dan wanita itu tampak berbincang, entah apa yang mereka bincangkan.
1.6K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as māyā
Read
+Library
Mémoire

Mémoire

Apakah itu masuk dalam istilah menjaga perasaan? "Dengan berbagi ranjang bersama penggoda itu iya?" Sharon menatap tajam Sèanne, jika sebuah tatapan bisa membunuh maka Sèanne akan menjadi korban tatapannya. "Aku tak menyangka pemikiranmu sama busuknya dengan sepupumu." Sèanne tidak mengerti kemana arah pembicaraan Sharon, disela aliran Air matanya dia mencoba tetap berbicara pada Sharon.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as māyā
Read
+Library
Rahasia Majikanku

Rahasia Majikanku

"Tapi dia bergerak, Nyonya." "Itu perasaanmu saja. Cepat masukkan!" "Baik, Nyonya." Tubuhku kembali terbaring di suatu tempat yang entah di mana. Kurasa di dalam lobang. Setidaknya tubuhku tak dilempar begitu saja seperti Tuan Felix. *** Begitu silau saat kubuka mata perlahan. Terang benderang seperti di surga. Apa aku tak ditanyai dulu oleh malaikat? Apa langsung masuk surga? Dosaku begitu banyak di dunia.
1022.2K viewsCompletedAdded to Library 622 Times as māyā
Read
+Library
GAYATRI

GAYATRI

Gurat-gurat keriput yang terus bertambah membuat rasa sesal menyusup ke dalam hati Gayatri. "Maafkan Gayatri, Bu," sesal Gayatri pada akhirnya. "Kamu harus tahu, Nduk. Ibu mekakukan ini karena ibu takut kamu akan terjerumus ke dalam godaan setan," tutur Bu Tini. "Setan akan memperdaya manusia dengan cara apa pun karena sebelum diusir dari surga, mereka telah bernjanji akan menggoyahkan iman manusia agar lupa kepada Tuhannya," imbuh Bu Tini.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 137 Times as māyā
Read
+Library
Panglima Kalamantra

Panglima Kalamantra

Gadis itu bisa melihat sosok-sosok manusia dan benda-benda, tapi tanpa warna dan bentuknya sangat samar sekali. Saat tiba di sebuah desa, Maitreya melihat Karuna yang marah dan akan menebas leher seorang perempuan bungkuk. Di mata Maitreya, wajah mereka terlihat rata dan semua berwarna kelabu. Sosok mereka hanya berupa siulet yang bisa Maitreya indera melalui angin. Ketakutan dan kemarahan tiba-tiba menyeruak pada dada gadis itu. Tanpa bisa dia kendalikan, tangannya terulur dan angin bergerak mengikuti keinginan hatinya untuk mencegah Karuna menebas leher nenek itu.
105.2K viewsOngoingAdded to Library 151 Times as māyā
Read
+Library
Mata Ketiga

Mata Ketiga

Tepatnya di salah satu dahan pohon itu. Lydia sekilas merasa takut karena melihatnya. Namun setelah itu, dia malahan penasaran untuk melihatnya lebih dekat. Dia teringat waktu masih tinggal di Kalimantan juga pernah melihat makhluk astral seperti itu. Lydia menyimpulkan bahwa dirinya memang dianugerahi Tuhan memiliki mata ketiga. Mata yang bisa melihat makhluk gaib. Bahkan, Lydia juga bisa berkomunikasi dengannya. “Kamu siapa ....?” tanya Lydia.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as māyā
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status