Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pena Ajaib

Pena Ajaib

ucap Ocin seraya mengamati pena di tangannya. Keajaiban pun terjadi beberapa detik setelah Ocin selesai menuliskan kalimatnya. Perubahan diawali dengan pandangan mata Ocin yang mulai kabur saat melihat pena. Selain itu, Ocin yang awalnya dalam posisi berdiri di depan toilet warung, kini dia merasakan pantatnya menepak kursi. Padahal saat itu dia tidak merasa pindah posisi untuk duduk. Dan memang tidak ada kursi di sekitar toilet warung. Perlahan pandangannya terlihat jelas kembali dan betapa terkejutnya dia saat melihat sekarang dirinya berada di....
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai māyā
Baca
+Pustaka
Mata Batin

Mata Batin

Ia pikir akan bertaubat ternyata tak bisa menjauhi ilmu itu. Mirna terlihat polos nyatanya gadis muda perebut suami orang adalah seorang iblis. Terlihat baik di luar belum tentu baik di dalam. Asap tebal dari atas tungku mengumpul di ruang tertutup itu. Bibir Mirna mengeluarkan mantra-mantra untuk melakukan tujuannya. Rasa benci menyelimuti hatinya. Hatinya berubah hitam. Ia fokus dengan satu tujuan. Di dalam ruangan tersebut terdapat beberapa makhluk meyeramkan. Mereka adalah pengikut Mirna yang ia simpan di gudang bawah tanah.
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 708 kali sebagai māyā
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM

PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM

“Manusia butuh sesuatu untuk disalahkan dan disembah. Itu naluri. Dunia tanpa tuhan terlalu sunyi untuk ditanggung.” Wen Jue muncul membawa gulungan tua. “Aku mempelajari arus energi yang muncul dari simbol itu. Dan kau tahu hasilnya? Energi itu bukan datang dari langit… tapi dari ingatan manusia yang memanggil Li Yuan kembali.” “Jadi…” Yara menggertakkan gigi. “Mereka menciptakan ilusi yang bisa menjadi nyata?” Rakta Nagendra menunduk dalam. “Lebih dari itu. Jika cukup banyak jiwa percaya pada sesuatu, dunia yang baru ini akan menjadikannya benar.”
107.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai māyā
Baca
+Pustaka
Revansha

Revansha

Hanya terlihat sisa-sisa cahaya jingga pada sela-sela gedung pencakar langit di Ibu kota. "Eca mau punya ibu," ucapnya pelan. Bahkan hanya Eca sendiri yang bisa mendengar ucapannya. *** Benda bulat yang sudah tergantung di langit sejak tadi itu mulai memancarkan sinarnya, sebut saja dia Sang Raja malam. Benda itu bertengger dengan tenang di atas sana, meskipun tanpa bintang-bintang yang selalu menemaninya untuk bersinar. Langit Ibu kota memang jarang sekali menampakkan gemerlapnya cahaya bintang. Sebuah motor Vespa melaju dengan kecepatan sedang. Lampu pinggir jalan yang sedikit redup membuat malam ini begitu tamatan.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai māyā
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

ujar Mama tiba-tiba. Mama, dia teman dekat Ibu, karena sudah sangat dekat, aku pun memanggilnya dengan panggilan Mama. Memang Mama punya kelebihan, sixth sense. Tapi, aku tidak terlalu kepo untuk bertanya-tanya tentang masa depan dan sejenisnya.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai māyā
Baca
+Pustaka
MATE

MATE

Ditengah keputusasaanku, aku masih percaya bahwa masih ada satu orang di luar sana yang masih menungguku. Mate, itu adalah sebutan untuk pasangan abadi yang dimiliki oleh kaum kami. Setiap kaum kami memiliki pasangan abadinya masing-masing. Moon goddes, dewi bulan yang selalu kami puja sendiri yang sudah menciptakan kami berpasang-pasang dan aku tak mau pasanganku akan hidup menderita karena kematian bodohku yang sia-sia. Aku ingin selalu percaya. Dalam keadaan apapun aku ingin terus mempercayainya, bahwa dia akan datang mengulurkan tangannya. Menarikku dari lubang gelap, membangunkanku dari mimpi yang mengerikan.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 346 kali sebagai māyā
Baca
+Pustaka
Mayat-Mayat Hidup

Mayat-Mayat Hidup

Mak Ijun mengerutkan kening. “Mayat hidup, Mak,” jawab Candra cepat. “Mayat-mayat hidup itu membunuh semua orang, lalu orang-orang yang dibunuh jadi mayat hidup dan menyerang orang-orang lainnya,” sambungnya menjelaskan berharap Mak Ijun langsung mengerti situasi saat ini. “Kayak di film-film, Bang.”
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai māyā
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status