Contradiction
"Kehadiranmu di tengah masalah, semakin membuatku terpuruk. Kau tau? Kebahagiaan yang kudapatkan selalu sementara—lenyap begitu cepat."
Tawa aneh, mulai terdengar. Tetapi, sorot mata Arsen masih serius dan hampa. "Menjauh dariku, atau kau tidak sadar kah? Kau itu sama dengannya."
Arsen pergi, kembali berkeliaran tak tentu arah. Ingin mencari ketenangannya lagi, dan berharap semua masalah hingga hal yang membuat pikiran dan batinnya lelah, usai. Tetapi, selalu saja tidak bisa.
Hot Chapters