Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menyesal Usai Mendua

Menyesal Usai Mendua

teriak Ahmad yang melihatku berjalan setengah berlari ketika melewati ruangannya. Aku hanya meliriknya sekilas, lalu melanjutkan langkahku. "Nanti aku kabari." Singkat, dan memang aku tidak punya waktu untuk menjelaskan lebih banyak padanya. Mobil melesat dengan cepat, jika biasanya untuk sampai ke rumah sakit yang dimaksud Namira butuh waktu sekitar empat puluh lima menit tapi kali ini hanya kutempuh selama tiga puluh menit saja. Memang aku sudah seperti orang yang kesetanan sewaktu mengemudi tadi.
1023.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 771 kali sebagai nami speed
Baca
+Pustaka
BUKAN SALAH IBU

BUKAN SALAH IBU

*** "Bella! Tunggu!" Aku menoleh, dan mendapati Niar berlari-lari menghampiri. Dia rupanya menepati janji kemarin untuk mempublikasikan pertemanan kami. Begitu tiba di dekatku, dia langsung menarik tanganku. "Mama kolot sekali. Aku naik motor hanya boleh dengan kecepatan dua puluh kilometer per jam. Kau bayangkan saja itu, Bella! Apa gunanya motor baru?"
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 392 kali sebagai nami speed
Baca
+Pustaka
Namiya In Love

Namiya In Love

"Kerja yang bagus, saya akan datang ke markas dan jaga dia baik-baik. Jangan sampai dia kabur dan jangan sakiti dia." Setelah memberi perintah, Gilbert pun langsung mematikan sambungan telepon. Ia pun langsung memutar mobilnya dan menjalankan ke arah markas yang biasa digunakan oleh para pengawalnya untuk menahan orang yang sedang ia cari. Jika biasanya ia butuh dua puluh menit ke markas maka sekarang ia hanya butuh sepuluh menit saja untuk sampai ke markas karena sedari tadi ia menyetir dengan kecepatan tinggi karena tak sabar bertemu dengan Namiya. Ia pun langsung memasukkan mobilnya ke arah pekarangan sebuah gedung lantai dua berwarna hitam setelah gerbang berwarna hitam dibuka oleh satpa
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai nami speed
Baca
+Pustaka
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Kata Kanisan, puas. “Kalau Nia terbangun pasti dia senang mengendarai dengan kecepatan demikian ini.” Ujar Nai, sambil menambah kecepatan moter. Aku melihat alat pengukur kecepatan moter. Gila! 10.000km/jam. Kecepatan ini sama dengan kecepatan tiga kali jet tempur, bahkan empat kali. Atau, sepuluh kali kecepatan kereta api tercepat di Indonesia. Aku memandang kanan-kiri bergantian, hampir tidak melihat benda dengan jelas. Bahkan, ketika berpapasan dengan moter lain, moter itu tidak seperti moter, tapi baagikan kumbang berlampu.
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai nami speed
Baca
+Pustaka
1095 Days!

1095 Days!

Setelah memanasi motornya selama sepuluh menit, ia mengenakan helm dan melajukan motornya dengan segera. “Mau kemana Naira, Bi?” tanya Dirga. “Kurang tahu, Mas Dirga, mungkin main sama teman-temannya,” jawab Bi Inah. *** Naira melajukan motornya dengan kecepatan 180 km/jam dengan pikiran yang berkecamuk ia menyalip siapa pun yang menghalangi jalannya. Ia sangat tidak perduli apa yang akan terjadi jika dia melajukan motornya secara ugal-ugalan seperti ini.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai nami speed
Baca
+Pustaka
Sistem Pelindung Terkuat Bumi

Sistem Pelindung Terkuat Bumi

Mereka berlari dan juga terbang, menghambur ke arah mereka. Energi dikumpulkan oleh hunter Nami, pasukan musuh datang. Hunter Nami melompat ke depan dan mengayunkan tombaknya. Dia turun pada pasukan musuh yang menerjang. Nami menghempaskan tubuhnya ke tanah, bebatua meledak pada area berdiameter 20 meter membentuk lingkaran. Energi yang besar! Dalam radius efek diameter 20. Efek slow dikeluarkan hunter Nami. Dia menggunakan tusukan tombak dan memutarnya dengan cepat.
1068.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai nami speed
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status