Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Love's Quiet Demise

Love's Quiet Demise

I run into my former sister-in-law, whom I haven't seen in ages, during a prenatal checkup at the hospital. Wynne Jenkins glances at my belly. And just like she always does, her face crinkles with disdain as she starts nagging me. "Look at you, wandering around with a pregnant belly at your age," she hollers. "What if something happens to my baby nephew? Can't you be a little more sensible and stop making Sean worry all the time?" She must have forgotten. A year ago, Mom was gravely ill. Her only wish was to see me married with children. I staked everything and proposed to Sean Jenkins. On our big day, I waited from dawn until nightfall—only to receive a 30-second voice message from him. "I won't show up at the ceremony, and I won't marry you. This is what you get for bullying Lav." Mom was so enraged by Sean's recklessness that she suffered a heart attack and passed away. After taking care of her funeral, I erased every trace of myself. With what little I had left, I fled Horton—while Sean was still abroad, skiing with Lavender Quinn. And yet now, Wynne says, "Sean spends more than two weeks every month flying around looking for you. He's lost nearly 20 pounds in less than a year. "He's been waiting for you, Janelle. Now that you're back, please stay and build a family with him." I smirk and raise my hand, flaunting the ring on my finger. "Sorry, I like to keep a low profile. I'm already married, but we kept the ceremony simple. That's why you didn't know."
Short Story · Romance
2.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Cinta untuk Tabitha

Cinta untuk Tabitha

AYA RAYA
Tabitha tersenyum sinis ke arah Rino. “Kenapa? Lo kaget lihat gue, Rin? Nggak menyangka ya kalo ternyata gue ada di sini juga? Dan gue sudah dengar semuanya! Semua obrolan kalian berdua! Gue baru tahu kalau ternyata ada ya cowok yang sejahat lo, Rin! Jadi begitu rupanya? Lo anggap gue itu cuma sebatas cewek taruhan buat lo? Nggak ada artinya lagi kah gue selain itu, Rin? Menurut lo ... gue cewek kampungan? Culun? Kutu buku? Nggak cukup menarik ya buat lo? Nggak bisa bikin lo ‘naik’? Sorry ya, Rin! Sebelum lo menganggap diri lo itu cowok paling hebat yang bisa menaklukkan hati semua cewek, asal lo tahu aja ... lo nggak sehebat itu! Andai lo itu barang, dikasih gratis aja gue nggak mau terima, apalagi disuruh bayar! Karena buat gue, lo itu cuma cowok brengsek, jahat, nggak punya otak, yang pantasnya dibawa ke tukang loak terus ditukar sama piring! Tahu lo? Piring aja lebih berharga dan lebih berguna buat gue, daripada cowok kayak lo! Gue menyesaal ... banget pernah dekat sama lo, Rin! Cowok brengsek! Cowok nggak punya otak! Otak lo yang lo pikir cerdas bisa ngebodohin gue itu ternyata nggak lebih besar dari biji kwaci tahu nggak!” maki Tabitha, sebelum melangkah keluar dari warung kopi dan berlari menjauh. Rino melongo. Pemilik warung kopi bengong. Pemuda yang duduk di sebelah Rino bangkit berdiri sambil menahan tawa. “Kasihan lo, Rin! Udah otak lo cuma segede kwaci, lo mau dibawa ke tukang loak lagi! Ditukar sama piring!” Pemuda itu tertawa tergelak. "Diam lo!" bentak Rino. Malu. Pemuda itu semakin tertawa tergelak.
Romansa
103.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Hold the Birth Back

Hold the Birth Back

I was nine months along and ready to give birth, but my husband, Sean Conner, had me locked in the basement storage room and told me to hold the baby in. He said it was because his late brother’s wife, Quinn Faber, was also due today. Years ago, Sean and his brother had agreed that the first child born to the Conners would be raised as the heir and inherit the family inheritance. “Quinn’s baby must come first,” Sean said as if it were nothing. “She lost her husband and has nothing. You already have my love. It’s only right that the inheritance goes to her child.” The pain from the contractions folded me over, and I cried, begging him to take me to the hospital. He wiped my tears with a dangerously calm voice. “Stop the act,” he snapped. “I always knew you didn’t love me. All you care about is money and status. You forced labor to happen early so you could steal my nephew’s place… How can you be so cruel?” White-faced and shaking, I managed to whisper, “I can’t control when a baby comes. It’s a coincidence. I swear I don’t care about the inheritance. I love you!” He let out a cold laugh. “If you loved me, you wouldn’t have pushed Quinn to sign that contract relinquishing her child’s inheritance. Fine. Once she has her baby, I’ll come back for you. After all, the child in your belly is my blood.” Sean stayed outside Quinn’s delivery room. Only after the newborn arrived did he remember me. He ordered his secretary to take me to the hospital, but the secretary’s voice trembled as he said. “Madam… and the baby… They’re both gone…” At that moment, Sean lost his mind.
Short Story · Romance
2.8K viewsCompleted
Read
Add to library
My Fierce Secretary

My Fierce Secretary

R_Quella
“When Destiny brings you into a game.“ MEET ALBYAZKA STEVANO__ He's the perfect man. Muda, tampan, kaya, multitalent, hingga mendapat gelar the perfectionist boss. Membuat Alby selalu menganggap mudah segala hal termasuk wanita. Namun, tidak lagi setelah pertemuanya dengan seorang wanita galak bernama Alessia Mikhayla. Seorang yang sanggup membuat Alby tertantang dan merasa tertarik untuk pertama kali pada seorang wanita hanya karena sebuah julukan Bedebah darinya. MEET ALESSIA MIKHAYLA__ seorang 'secret agent' berparas cantik yang terkenal galak dan keras kepala. Wanita bebas dan tidak suka diatur apalagi dikekang sepertinya sangat membenci banyak hal. Termasuk, Albyazka Stevano. Sejak pertemuan pertama mereka yang tidak bisa di katakan baik juga pertemuan-pertemuan tidak terduga lainnya yang banyak meninggalkan kejadian buruk membuat ruang gerak Alessia menjadi terbatas. Alessia membencinya. Membenci kehidupannya yang bahkan terasa seperti seekor burung peliharaan karena ulah pria itu yang sesuka hati mengklaim dirinya sebagai kekasih di hadapan media. Setelah segala hal yang terjadi, mana mungkin Alessia membiarkannya? Menjadikanya mainan pria itu? Well.. Albyazka Stevano perlu tahu kalau Alessia bukan wanita yang mudah dikalahkan. Wait for the time .. Alessia akan membuktikannya. Lihat saja.. BLURB️ "Kau tidak bisa seenaknya padaku, Darling." "I can, who will stop me?" Alessia kemudian menciumnya sekali lagi, hanya kecupan singkat dan ia kembali tersenyum. "Sudah cukup." Alby menaikkan alis. "Apa maksudmu?" "Kau tidak dengar? Cukup. Artinya berhenti. Aku tidak akan melakukan hal lain selain berciuman." gumam Alessia menjelaskan. "Tinggalkan saja nomor rekeningmu." "Buka matamu, Darling. Kau perlu melihat siapa aku untuk kembali mendiskusikan tentang uang." "Tidak perlu repot-repot, aku tidak peduli kau siapa." _________ "Kau milikku, tidak ada jalan kembali untukmu pergi." -Albyazka Stevano.
Romansa
915.8K viewsCompleted
Read
Add to library
Left for Dead by the Mafia King I Loved

Left for Dead by the Mafia King I Loved

I married Rafe Maretti—the man who owned the Maretti Casino empire. Sophisticated, ruthless, but sinfully charming. By year three of our marriage, I introduced my little sister to his nephew, Adam Moretti—twenty-five, all sharp smiles and sharper ambition. He ran the dirtier side of the family’s business—arms, drugs, the kind of trade that dripped blood and money in equal parts. I married the powerful, irresistible uncle. She married the young, dangerous nephew. It was supposed to be our fairytale. Then one day, I got kidnapped in Rafe’s casino. Snatched by a rival mafia family desperate to force Rafe to sign over one of his biggest, most profitable casinos. Except Rafe didn’t answer the phone or even notice I was gone. The kidnappers grew impatient. First, it was slaps. Then punches. Then they shattered my leg and buried a knife in my stomach. Still no word from my husband. Until finally, after what felt like a hundred unanswered calls, a single message came through. "I’m with Bianca. She’s having a stomach. Stop calling." Once the kidnappers realized I had no value, they dumped me in a rotting warehouse like discarded luggage. It was Isla, my sister, who found me. She got me out. And then the brakes failed. The car spun out. Isla went unconscious beside me. I tried calling Adam. Isla’s husband. But as soon the call went through, all I could hear was. “Leave me along. Isla, I am in the middle of something here.” When I clearly heard a woman’s voice in the back. If not for a passing stranger, Isla and me wouldn’t have made it to the hospital, let along have survived. So when I opened my eyes again, the first thing I thought was: I’m divorcing that sorry bastard. The Maretti can go to hell.
Short Story · Mafia
6.1K viewsCompleted
Read
Add to library
Om Duda!

Om Duda!

"Mommy!" seorang bocah laki-laki menghampiri Disya yang sedang duduk menikmati es krim bersama dengan ketiga sahabatnya di salah satu caffe. Disya tentu saja membelalakkan matanya, yang benar saja bocah laki-laki di depannya memanggil Disya dengan sebutan 'Mommy' padahal Disya masih duduk di bangku kuliah semester tujuh, dan lagipula Disya belum menikah, bagaimana mungkin dia sudah mempunyai anak? Kailash, nama bocah laki-laki itu. Rupanya dia salah mengira Disya Mommynya. Hingga akhirnya seorang lelaki menghampiri meja mereka. Disya sampai membelalakkan matanya, mulutnya menganga ketika melihat lelaki tampan itu. Devan, lelaki yang dipanggil 'Daddy' oleh Kai. Baru pertama kali bertemu saja, rasanya Disya langsung jatuh cinta. Memejamkan kedua matanya, sedikit membenarkan posisi duduknya, lalu menengadahkan kedua tangannya di depan dada. "Ya Tuhan... jodohkanlah hamba dengan Pak Devan, kalo Pak Devan masih ada istri, ambil saja istrinya!" "Astaga, Disya omogan kamu ih!" pekik ketiga sahabatnya berbarengan. Mereka tentu saja syok mendengar ucapan sembarangan yang diucapkan Disya beberapa detik yang lalu. "Sejak kapan kamu suka sama om-om hah?!" "Sejak hari ini!" Berbeda dengan Disya yang langsung terpikat, Devan malah melihat Disya dengan tatapan tidak suka. Namun, Disya akan tetap bertekad, dia harus mendapatkan hati Devan. Setelah menjadi detektif dadakan untuk mengamati Devan. Sebuah fakta yang berhasil membuat Disya merasa sangat senang. Devan hanya tinggal berdua dengan Kai, yang artinya Devan adalah seorang duda bukan? Benar! Tentunya itu adalah kesempatan besar untuk Disya mendapatkan hati Devan. Tidak perlu mengambil hati Kai—bocah itu sudah menyukai Disya sejak pertemuan pertamanya. Tugas Disya hanya mencari cara untuk mengambil hati Devan. Akankah Disya berhasil? "Otw jadi Mommy Kai." — Nadisya Queensa Fatyavia. "Ck! Gadis kecil!" — Devano Zayn Ganendra. ***
Romansa
9.872.0K viewsCompleted
Show Reviews (27)
Read
Add to library
Anaa
Hai temen-temen^^ Sebelumnya aku mau ngucapin makasih banyak buat yang selalu nunggu novel ini. Aku ngerasa bersalah udah bilang mau update tiap Kamis dan Sabtu, padahal kadang suka engga di tepatin, sorry ..., aku usahain update di hari itu, tpi kalau engga ya mngkin di up di hari berikutnya yaa ...
Michael Sanjaya
sumpah deh...baru x ini baca novel tentang keluarga dan perceraian tp ujung"nya ttp hrs berpisah jg. hahahaha.... uda gt kasian keluarga si cowok yg boleh di blg hancur, si cowok mo rujuk berujung ggal sedangkan adik tnpa pengetahuan kluarga atau si kakaknya hdupnya jg hancur. mantap, ceritanya unik
Read All Reviews
PREV
1
...
111213141516
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status