NODA CINTA
ucap salah satu dari mereka.
Pak Jaka belum mengeluarkan suaranya sama sekali, hal itu menambah rasa bersalah dan ketegangan pada teman-teman Gendis. Mereka saling memandang, seakan mencari jawaban yang tersirat dari mimik masing-masing. Mereka pun saling mengedikan bahu, tanda tak tahu apa yang harus diperbuat.
“Diminum dulu, Nak,” ucap Pak Jaka, sambil mengeluarkan air mineral ukuran gelas, dari dalam kardus di bawah meja.