Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
VERDINDA

VERDINDA

To: Bambank Ver besok ke kafe dekat taman kota, bisa? Dinda pun mengirim lalu menunggu balasan itu cukup lama, dua puluh menit kemudian baru terdengar notif yang berbunyi nyaring di ponselnya. From: Bambank Jam 4 sore gue tunggu. Sial. Masih saja Verdi mengirim pesan sesingkat itu. Apa ia tidak ingat Dinda itu siapa? Dinda pun hanya mendengus kesal, ia cukup tahu sifat Verdi sejak dulu. Dingin.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as nodded
Read
+Library
NODA DI MALAM PERTAMA

NODA DI MALAM PERTAMA

Nissa menundukkan pandangannya turun ke arah perutnya yang sudah mulai terlihat. Rissa menyandarkan kepala adiknya ke bahunya, sesekali dia mengelus rambutnya yang dibiarkan terurai dengan lembut. "Kakak ngerti, Nissa." Rissa mengusap air mata adiknya pelan, dia juga langsung mendekapnya dengan sangat erat.
11.6K viewsCompletedAdded to Library 429 Times as nodded
Read
+Library
DENDAM BERKALANG NODA

DENDAM BERKALANG NODA

Ucap Bian sembari berlalau dari hadapan Laura. *** “Banyak sekali…” Laura berucap tanpa sadar berucap. Sekali lagi Nara menatap lembaran tagihan di tangannya dengan tatapan nanar. Dia tidak perlu menghitungnya, cukup hanya melihat jumlah barisan angka nol yang berderet-deret itu sudah membuat kepalanya segera menjadi migren. Tagihan itu adalah untuk tindakan-tindakan medis, obat-obatan yang di lakukan di ruang IGD kemudian kemudian sejumlah deposit yang di minta sesuai dengan perkiraan berapa hari ibunya akan di rawat di rumah sakit dan menurut staf itu tadi, ini mungkin bisa kurang dari nominal yang mereka tagihkan jika ternyata ibu Laura lebih lambat pulih tetapi jika lebih dari deposit
104.1K viewsOngoingAdded to Library 132 Times as nodded
Read
+Library
NODA PERNIKAHAN

NODA PERNIKAHAN

Aku mengeryitkan keningku, namun kemudian mengangguk setuju pada pria yang tak terbantahkan perintahnya itu. BERSAMBUNG.
10149.1K viewsCompletedAdded to Library 3.0K Times as nodded
Read
+Library
NINE

NINE

Deary berbisik, menyikutkan lengan sambil melirik ke arah Rey, senyum menggoda tampak jelas di bibirnya. Awalnya Nina tak peduli. Namun akhirnya, setelah beberapa saat dibujuk rayu, ia melontar persetujuan. Meski hanya anggukan dan segaris senyum samar, cukup sudah membuat hati pemuda itu bersorak menabuh genderang senang.
104.8K viewsCompletedAdded to Library 114 Times as nodded
Read
+Library
BROKEN

BROKEN

Andai saja Nick mengulik lebih jelas lagi tentang identitas mereka pada Masma, rasa sesal tidak akan menyiksanya seperti ini. "Sekarang harus apa?" tanya Nick, mulai frustrasi. Tidak ada tanggapan, tetapi wajah Devada menandakan bahwa otaknya tidak berhenti beraktivitas. Jemarinya menyentuh simbol lingkaran pada papan hitam yang dikelilingi lilin dan dupa. Beberapa detik, kegelisahan berkabut memenuhi hamparan wajahnya. Buah dan daun mint yang berada dalam wadah berjatuhan karena gerakan refleknya.
109.1K viewsCompletedAdded to Library 218 Times as nodded
Read
+Library
Handa

Handa

"Wong yen lagi gandrung Ra peduli mbledose gunung Wong yen lagi naksir Ra peduli yen perang nuklir Nadyan lagi bokek Direwangi nrethek-nrethek Jarene wes jodho Opo-opo duwek'e wong loro Wong yen lagi kepikat Ra peduli ndonya kiamat Wong yen lagi nyenengi Ra peduli lagi inflasi Nadyan ra duwe duwet Direwangi kredat kredit Jarene wes jodho Opo-opo duwek'e wong loro" Handa tampak salah tingkah, dia mengeluarkan pakaiannya yang sudah ditata di dalam tas ranselnya lalu memasukkannya lagi. Sedangkan Satria berdiri bersandar di samping pintu sambil menatap istrinya, menikmati tingkah konyol Handa.
1034.6K viewsCompletedAdded to Library 830 Times as nodded
Read
+Library
Ranjang Ternoda

Ranjang Ternoda

‘Bu, saya sudah sampai di apartement’ Reina mengirimkan pesan kepada Winda yang segera mendapatkan balasan agar Reina menunggu di lobby. Tak lama menunggu, Winda keluar dari lift menyambut kedatangannya membawa seorang bayi berusia 7 bulan, cantik dan manis serta tersenyum padanya. “Halo! Mbak Reina ya,” sapanya. “Iya, Bu. Saya Reina.” “Mari Mbak, langsung naik saja ke atas. Maaf banget ya, aku tadi habis memandikan Tacha dulu.”
103.9K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as nodded
Read
+Library
ADHARA

ADHARA

timpal Fina ikut bergabung "Yeah nyalahin gue, salah si bang Jace apaan dah disuruh pakek diagram garis dia malah bikin yang batang belum lagi pas laporan akhir bukannya semua dana kredit yang masuk dan keluar di itung juga." ucap Jordan melampiaskan kekesalannya pada Jace "Ih salah gue lagi. Lo yang mimpin presentasi, lo juga yang gak bisa baca." jawab Jace tak mau kalah
2.8K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as nodded
Read
+Library
Greedy

Greedy

lanjutnya Naina berjalan membuka pintu. Matanya bertemu dengan mata Rey. Kedua jantung mereka berdegup dengan kencang. Sudah lama mereka tidak saling menatap dengan dekat seperti ini. Rey yang tersadar dari pandangannya yang tak lepas dari mata Naina langsung menunduk. "Ah, ada apa?" ucap Naina. Ia berdiri dengan malas sambil memegang kuas dan telapak tangan yang penuh dengan cat.
105.4K viewsCompletedAdded to Library 178 Times as nodded
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status