Bukan Pernikahan Biasa
“Gak kok, ayo turun. Kita makan siang. Laperlah perut mas ini.”
Ardi dan Regina turun dari mobil, mengantri sebentar dan memesan makanan masing-masing.
“Selamat datang. Boleh dibantu untuk pesanananya?” tanya pelayan dengan ramah.
“Ayam spicy level 5, paha, extra nasi,” jawab mereka bersama-sama. “Loh?” Regina menatap Ardi bingung.
“Baik, 2 paket ayam spicy level 5, pilihan paha, dengan 4 bungkus nasi. Di tunggu, terima kasih.”
Chapitres populaires