Unknown
balas Dea apaadanya kemudian menyeruput minumannya,
“Cinta?”tanyaku lagi semakin penasaran. Tolong aku kenapa?
“Kenapa sih kok jadi serius gini?”ucapnya keharanan denagn sikapku yang tiba-tiba intens.
“Ya enggak, pengen tau aja. Bisa gitu cewek mahamin orang yang super sibuk kayak bang Fahmi, anak BEM, ketua himpunan di jurusan, asdos, bisnisman”asumsiku yang payah.
Hot Chapters