Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SPERANZA

SPERANZA

tanya Byakta membuat wajah Speranza memucat. "Ha?" Byakta tertawa melihat wajah Speranza yang begitu pucat. Speranza mengerutkan dahinya melihat Byakta yang tengah tertawa. "Ada apa?" tanya Speranza polos. "Aku hanya bercanda, mengapa reaksimu berlebihan seperti itu?" Byakta kembali tertawa hingga membuat Speranza kesal. Dengan kesal Speranza menendang perut Byakta membuat Byakta terjatuh diatas lantai.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as normally
Read
+Library
Reset

Reset

Benar ada seseorang yang sepertinya sedang sibuk mengambil foto. Satu lagi, mungkin memang sudah tabiat. Hampir semua pentolan sekolah punya tempramen yang buruk. Mereka lebih cepat marah untuk hal yang mengganggunya. Termasuk saat ini, Saka mengira kalau orang itu murid kelas satu, cewek, yang diam-diam sedang mengambil fotonya. BRAKKKK
2.6K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as normally
Read
+Library
Suamiku yang Tak Normal

Suamiku yang Tak Normal

Ia menarik napas panjang, tapi bukannya lega, justru dada terasa makin sesak. Kenapa gua bisa sampai di titik ini? Ia mengambil ponsel, mengetikkan beberapa keyword. "terang-sang saat hamil wajarkah?" Beberapa pencarian muncul, Lote membacanya pelan-pelan, ternyata wajar. Lote bernapas lega. Jadi dia tak aneh jika ingin melakukan hal itu dengan Padito. Baiklah kalau begitu, Lote merasa dia tak perlu ragu lagi.
10946 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as normally
Read
+Library
Broken

Broken

jawab Andre tak bersemangat. “Dih... lo kenapa? Sakit?” tanya Andi sambil menempelkan telapak tanganya mengelilingi wajah Andre. Ia juga melakukan hal yang sama pada wajahnya dan didapatinya bahwa temannya dalam kondisi sehat. “Perasaan badan lo gak panas? Lo kenapa? Galau? Jawab seru, tapi kayak orang gak makan setahun tahu, gak.” “Enggak kenapa-napa,” jawab Andre berbohong, tetapi langsung saja diketahui teman-temannya. “Bohong...” seru Andi, Agus, Rino, Doni, dan Yandi bersamaan.
1013.9K viewsCompletedAdded to Library 290 Times as normally
Read
+Library
YOU

YOU

dewi Triana.A7710ours6boleusiaku
Charles sendiri hanya bergeming disana, dia tidak punya alasan untuk berkilah. "Sean, perhatikan nada bicaramu..... "Diam......!!!!" Sean berseru kencang yang langsung membungkam mulut Naomi. "Tutup mulutmu! Aku tidak membutuhkan nasihat mu." ujarnya dengan ekspresi datar. "Sean kendalikan dirimu! jangan seperti ini!" Charles mencoba memberi pengertian, dia bahkan berujar dengan nada rendah melupakan kedudukannya saat ini.
9.911.2K viewsCompletedAdded to Library 446 Times as normally
Read
+Library
Anara

Anara

Mereka menyebut nama masing-masing. David, cowok yang tadi menatap dengan intens, postur tubuh sempurna, dengan dada dan dagu di hiasi rambut-rambut halus, membuat dia terlihat macho. Dia memakai kaos boxer gombrong dan celana jeans belel. Jordan, sepertinya lebih pendiam, dan dingin. Kata-katanya juga datar dan tanpa ekspresi, terkesan kasar. Wajah tampan dan fashionable menjadi nilai plus untuknya.
9.92.9K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as normally
Read
+Library
YOU

YOU

Andiradira Oke, gue sebentar lagi sampe. Aluna memainkan smartphone nya untuk mengusir rasa bosan, membuka aplikasi I*******m dan melihat-melihat postingan teman-temannya di dunia maya. Berselang 5 menit kemudian Andira terlihat memasuki coffee shop, gadis itu mengenakan gamis hitam dan khimar navy bermotif bunga-bunga. Aluna tersenyum dan melambaikan tangan, Dira yang melihat itu pun langsung menghampiri Aluna. “Assalamu’alaikum” Sapa Dira.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as normally
Read
+Library
Exit

Exit

Aku tidak menginginkan itu, terlebih April yang mengetahui semua seluk beluknya. Detik selanjutnya baru berjarak empat langkah, satu anak yang berdiri di tralis pembatas menolehkan kepala cepat, menatap aku, April, dan Laura. Sepertinya ia menggunakan indra ke enam, bagaimana mungkin bisa sepeka itu. Diikuti beberapa kepala di sisinya yang ikut menoleh. Ayolah, aku benar-benar tegang. Ini sudah seperti adegan cerita zombie saja, ibaratkan aku, April, dan Laura adalah manusia normal yang datang mendekati kawanan zombie. Mencium aura kami, mereka langsung saja memutar kepala, menatap seakan kami santapan paling sedap, siap menerkam. “Woi itu April.” Satu anak pertama yang melihat kami tadi sek
102.7K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as normally
Read
+Library
Unexpected

Unexpected

Helena membatin dan mengepalkan kedua tangannya yang tergantung di sisi pinggulnya. Bukannya mengindahkan protes yang didengarnya, Hans malah terbahak. “Apa pun yang kamu katakan untuk membelanya, tetap saja tidak akan mengubah kenyataan atau penilaianku. Aku hanya berkata apa adanya, tentunya sesuai dengan keadaan yang terlihat oleh mataku. Walau kita bersahabat, kamu tidak berhak mengatur kata-kata yang ingin mulutku lontarkan,” balasnya tak mau kalah.
9.838.2K viewsCompletedAdded to Library 841 Times as normally
Read
+Library
NODA

NODA

Kututup laptop, aku sudah penat, apa yang ia katakan benar, lebih baik istirahat sebelum Nizam kembali terusik. Kurebahkan tubuh si sebelah Nizam, kemudian memeriksa suhu tubuh yang sempat tidak normal. Aman. Suhu tubuh sedikit turun meski masih ada sedikit anget namun, sudah ada keringat. Sedikit. Kupejamkan mata mengistirahatkan pikiran dan badan.
9.9188.2K viewsCompletedAdded to Library 4.9K Times as normally
Show Reviews (36)
Read
+Library
lilis lilis
keren habisss... singkat padat jelas tidak bertele tele. romantis, sedih dan happy ending. tbanyak pelajaran yg bisa dipetik dari kisah ini. terimakasih sudah menyuguhkan cerita yg alurnya seperti kehidupan nyata.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status