Sandiwara Antara Pelacur dan Penolong, Siapa Yang Benar?
Pada malam pernikahan, aku dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans setelah terkena kondom yang telah disabotase, membuatku kesakitan luar biasa.
Operasi berlangsung lebih dari dua puluh empat jam, dan cerita itu menyebar dengan cepat.
Suamiku, Arya, justru mengumumkan bahwa siapa pun yang berhasil memotretku dalam keadaan pasca operasi akan diberi hadiah uang 160 miliar.
Dalam semalam, aku berubah dari istri baru seorang miliarder menjadi bahan olok-olokan setiap kalangan elit di Neruda.
Keesokan harinya, kekasih masa kecilnya Arya yang bernama Dina, muncul di depan pintuku.
Saat itulah, aku baru tahu kebenarannya, bahwa dia yang telah melapisi kondom itu dengan perekat sebagai bagian dari apa yang dia sebut dengan eksperimen sosial.
Dia tidak menunjukkan sedikit pun penyesalan. Nada bicaranya sembrono dan kejam.
"Itu cuma eksperimen. Bagaimana aku bisa tahu kalau kau akan bereaksi seperti itu? Lagian kau tidak pernah pantas untuk Arya. Jadi, hentikan sandiwaramu itu."
Arya berdiri di sampingnya dengan tatapan dingin dan meremehkan.
"Kalau bukan karena kontrak pernikahan, tak ada orang yang mau menyentuhmu. Kau tahu itu, kan?"
Yang tidak dia ketahui adalah wanita yang dia sebut pelacur itu telah menyelamatkan hidupnya berkali-kali, lebih dari yang bisa dia bayangkan.