Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Obsesi Terlarang

Obsesi Terlarang

tutur Kania berapi-api. Rina terdiam, dia merasakan betul saat itu. “Nih ya Tante, kalau yang dibawa memiliki banyak kekurangan, kami seolah-olah menjadi narapidana yang wajib dipenjara. Kadang banyak kasus dengan pasutri yang tak kunjung memiliki anak, maka yang disalahkan paling pertama adalah sang wanita! Padahal yang mandul adalah pria! Ditambah dengan beban bahwa ekonomi orang tua menjadi beban sang anak, sungguh di luar nalar. Bahkan kalau kami memiliki kulit hitam, wajah gendut atau pun fisik yang kurang. Mereka tak segan-segan untuk menolak.”
1053.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.9K Beses bilang oppressed
Read
+Library
Slave

Slave

Tubuh yang saat ini tengah di gagahinya dengan sangat buas, panas dan liar. "Oh, fu*k!" Adnan mengumpat dengan keras, persetubuhan mereka memang selalu menghasilkan kenikmatan tiada tara. Dibawah sana Maya tampak mengerang dan mendesah luar biasa. "More! Lebih cepat, ah!" Plakkk.
Sikat na Kabanata
9.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 206 Beses bilang oppressed
Read
+Library
TERPAKSA

TERPAKSA

“Pak! Berhenti bersikap seenaknya. Saya tidak mau” Pak Manager mencium bibirku dengan kasar, menggigit bibir bawahku sampai aku memekik kesakitan dan mengeluarkan air mata, beliau juga merebut HP dari tanganku melepas ciumannya dan memasukan HPku ke dalam laci meja yang tidak jauh dari ranjang dan beliau duduk diatas meja itu, tak mau tinggal diam aku langsung mengambil HP beliau yang tergeletak diatas ranjang. Sial sekali aku tidak bisa melakukan apapun karena beliau memakai password akses dan Hpku tidak. Aku merasakan darah dan memar dibibir bawahku, marah, tangisku tertahan, menghentakkan kakiku dan melempar HP itu tepat kearah Manager otoriter itu, membuat HP tersebut jatuh kelantai dan
102.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 84 Beses bilang oppressed
Read
+Library
Dari Paksaan Jadi Kesayangan

Dari Paksaan Jadi Kesayangan

Tidak ada yang mau mengalah, mereka sama-sama ingin menjatuhkan lawan. "Daripada kau sibuk mengurusi hidup orang lain. Lebih baik kau siapkan diri untuk mundur dari jabatanmu saat ini. Karena aku yakin, malam ini adalah malam terakhir kau menjabat di perusahaan utama," tukas Jacky setelah beberapa saat hening. "Atas dasar apa kau bicara seperti itu?" sahut Ryu. Jacky melipat kedua tangannya di dada. "Apalagi? Ya, karena kau tidak bisa memenuhi permintaan oma. Kau tidak bisa membawa seorang gadis yang akan menjadi pasanganmu. Yang itu artinya ...."
1.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 20 Beses bilang oppressed
Read
+Library
Michael Obsession

Michael Obsession

Matanya sudah memerah, menahan air mata agar tak tumpah. Trice membenci keadaan di mana dirinya lemah dan tak berdaya. Wanita itu ingin berteriak sekencang mungkin, meluapkan segala keramahan dan kekecewaannya, tapi ini bukanlah saatnya dia meluapkan segala kesesakan di dadanya.
1049.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 998 Beses bilang oppressed
Read
+Library
Dalam Genggaman Sang Penguasa

Dalam Genggaman Sang Penguasa

Seseorang telah menjegal kakinya. "Aduh," keluh Jonathan yang merasakan sakit. "Hahaha. … bangun anak gembel. . Tbc
1012.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 411 Beses bilang oppressed
Read
+Library
Obsessed

Obsessed

tidak ada jawaban, seakan tidak puas dengan itu, Lingga kembali bertanya, “Apa… apa kamu yang murahan?” Alina terkejut dengan kata kata yang keluar dari mulut pujaan hatinya itu, hatinya berdesir. Alina tetap menunduk, diam. Pertanyaan itu terdengar tajam, menyakitkan, tapi juga membangkitkan perasaan campur aduk yang tak pernah ia rasakan sebelumnya—takut, sakit, dan ingin membela diri sekaligus. Otaknya berfikir keras, alasan apa yang akan dia gunakan untuk kebodohannya kali ini. Takut dan malu itu yang sekarang Alina rasakan. ---
753 viewsOngoingIdinagdag sa Library 21 Beses bilang oppressed
Read
+Library
Terjebak Obsesi Boss Gila

Terjebak Obsesi Boss Gila

Alex mengendikkan bahunya lalu berlalu pergi keluar. "Gimana perasaan kamu sekarang?" tanya Zavira yang kini Aksara bersandar pada dadanya, ia merasakan nafas berat kekasihnya yang kelelahan. "Ehm entahlah, aku tidak bisa kembali lebih cepat, seharusnya sejam lalu aku kembali menemanimu, tapi para bawahan sialan itu semua menahanku," ucap Aksara tak suka, ia benar-benar ditahan oleh para bawahannya yang tenaga lebih kuat karen 1 lawan 4.
101.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 38 Beses bilang oppressed
Read
+Library
PREV
1234
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status