Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
My Obsessive Ex

My Obsessive Ex

“Maaf,” lirih Dae Hyun. “Entah kenapa perasaanku sangat tidak enak akhir-akhir ini.” “Aku baik-baik saja, Oppa,” sahut Qeiza. “Kurasa kau terlalu memaksakan diri untuk bekerja sampai larut malam.”
1075.1K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as oppressed
Show Reviews (38)
Read
+Library
Lathifah Nur
Hai sobat readers, Mulai hari ini, author bakal memecah bab My Obsessive Ex agar koin untuk buka babnya lebih murah. Satu bab akan dipecah menjadi dua. Tidak ada perubahan pada alur cerita. Jadi, bagi sobat readers yang udah baca sampai tamat, tidak perlu lagi membaca bab 89 dst. Terima kasih.
fatih.arrahmah
Baguss thor...aq sukaa. walopun di sini lakon utama cowoknya c Ansel tp g harus bersatu ma lakon utama ceweknya. Biasanya klo cerita lain selaluuuu balikan ma mantan pdhl disakitinnya lbh pedes drpd di sini
Read All Reviews
His Obsession

His Obsession

"Can you feel it?" tanya Mark seraya menekan sesuatu yang sudah mengeras dibawah sana ke tubuh Megan. Mark kembali melumat bibir Megan ketika tahu perempuan itu akan melayangkan protes. Sementara jemarinya bergerak kebawah, mengusap dan membelai inti Megan, membuat perempuan itu melenguh dan menggeliat di tempatnya. Tok... Tok... Tok...
105.5K viewsOngoingAdded to Library 169 Times as oppressed
Read
+Library
Obsesi

Obsesi

Kaizen tampak tidak senang begitu menyadari terdapat nada sarkasme pada omongan orang ini. "Siapa juga yang jatuh cinta pada pandangan pertama, hanya memiliki satu dua kali pertemuan, tapi rela menentang kehendak surga, mengubah dirinya menjadi mahluk lain, lalu membunuh dirinya sendiri demi orang yang dia cintai? Itu konyol dan sama sekali bukan cinta, melainkan obsesi dan pemujaan yang tidak sehat" lanjutnya. Winter memalingkan wajahnya ke arah lain, kakinya yang terbalut sepatu militer dia gunakan untuk menggaruk pasir.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as oppressed
Read
+Library
OBSESI PRIA BERKUASA

OBSESI PRIA BERKUASA

“Yang aku butuhkan adalah kebebasan dari obsesi gilamu.” Rohander mendekat selangkah, membuat Agatha secara refleks mundur. Punggungnya menabrak meja di belakangnya, tetapi ia menolak untuk menunjukkan rasa takut. Ia tahu, satu celah saja akan membuat pria itu semakin yakin bahwa ia bisa mengendalikan dirinya. “Bebas?” Rohander mengulangi kata itu seperti mengejek. “Kau ingin kebebasan dariku, Agatha? Kau benar-benar tidak mengerti, ya?”
103.6K viewsCompletedAdded to Library 142 Times as oppressed
Read
+Library
OBSESI BARA

OBSESI BARA

Kita lihat, siapa yang akan lebih dulu memohon ampun dengan kepala menunduk. Tujuh lawan satu, Shaka dibuat kewalahan dalam melawan tujuh orang yang memiliki badan kekar. Tubuhnya yang sudah lemah ditambah lemah saat kerap pukulan itu menimpa dirinya. Dan pada akhirnya Shaka jatuh ambruk dalam perlawanan itu. Darah keluar bercucuran dari segala tubuhya. Entah dari hidung, mulut atau bahkan tubuh yang lainnya. Nafasnya tercekat berat dengan gemetar akibat rasa sakit.
1027.1K viewsCompletedAdded to Library 786 Times as oppressed
Read
+Library
Perfect Obsession

Perfect Obsession

lanjut Aleandra. “Karena bukan Zach yang memiliki obsesi terhadapmu, melainkan aku. Aku sangat terobsesi untuk melihat dirimu kembali mendesah untukku! Dan aku akan menjadikan obsesiku sempurna untuk dilaksanakan,” ungkap Marvin kembali menjahili Aleandra. Kali ini bukan lagi dibagian dada, melainkan bagian lain yang lebih sensitif. Aleandra tak bisa menolak, melainkan mulai menikmatinya.
1025.0K viewsCompletedAdded to Library 876 Times as oppressed
Read
+Library
OBSESI SANG ANTAGONIS

OBSESI SANG ANTAGONIS

ujar kepala pelayan dengan suara sopan. Karin sempat tertegun sesaat. Meski ia sudah mulai terbiasa dengan status barunya sebagai pewaris keluarga kaya, setiap kali pemandangan seperti ini terjadi, selalu ada rasa janggal yang menggelitik di dadanya. "Hanya karena aku sekarang jadi Karin, semua orang ini bersikap seperti budak. Dulu aku cuma Clara, yang bahkan untuk disapa pun jarang."
101.3K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as oppressed
Read
+Library
Obsession of teacher

Obsession of teacher

"Kau dengar baik baik perkataan ku, aku tidak akan puas jika orang yang aku siksa dengan mudahnya mati begitu saja, dan ini baru permulaan aku menyiksamu. Suara teriakan menggema di sepanjang jalan yang terlihat sepi, tidak ada satu orang pun yang melintasi jalanan itu. Quinza yang baru petama kali melihat kejadian itu pun terkejut sampai dirinya menutup mulut dengan kedua Telapak tangannya. Quinza menyaksikan dengan begitu seksama. Melihat, bagaimana cara dia menyiksa orang itu sampai kondisinya lemah tak berdaya. Tidak sampai disitu, Quinza melihat orang itu yang sudah terkamar lemah, di berikan siksaan yang lebih parah bahkan tidak segan orang yang menyiksaanya itu, memberika goresan dan
103.0K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as oppressed
Read
+Library
Obsesi Terlarang

Obsesi Terlarang

tutur Kania berapi-api. Rina terdiam, dia merasakan betul saat itu. “Nih ya Tante, kalau yang dibawa memiliki banyak kekurangan, kami seolah-olah menjadi narapidana yang wajib dipenjara. Kadang banyak kasus dengan pasutri yang tak kunjung memiliki anak, maka yang disalahkan paling pertama adalah sang wanita! Padahal yang mandul adalah pria! Ditambah dengan beban bahwa ekonomi orang tua menjadi beban sang anak, sungguh di luar nalar. Bahkan kalau kami memiliki kulit hitam, wajah gendut atau pun fisik yang kurang. Mereka tak segan-segan untuk menolak.”
1053.6K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as oppressed
Read
+Library
Slave

Slave

Tubuh yang saat ini tengah di gagahinya dengan sangat buas, panas dan liar. "Oh, fu*k!" Adnan mengumpat dengan keras, persetubuhan mereka memang selalu menghasilkan kenikmatan tiada tara. Dibawah sana Maya tampak mengerang dan mendesah luar biasa. "More! Lebih cepat, ah!" Plakkk.
9.9K viewsCompletedAdded to Library 208 Times as oppressed
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status