Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sentuh Aku, Pak!

Sentuh Aku, Pak!

“Pak Kahfi jabat tangan kamu lama banget.” “Tadi waktunya sama kayak yang lain, Kak.” “ENGGAK.” Nara menggeleng cepat. “Aku lihat sendiri. Tangannya pegang tangan kamu lebih lama dari biasanya. Dan dia lirik kamu dua kali.” “Mungkin kamu yang salah lihat.”
9.81.1M viewsOngoingIdinagdag sa Library 38.8K Beses bilang pap pegangan tangan di cafe
Ipakita ang mga Review (48)
Read
+Library
helloimironman
Hallo, ini ironman! Maaf karena cerita ini blum ada bab terbaru. Abis Lebaran aku drop, ditambah minggu ini aku UTS. Jadi bener2 susah cari waktu buat nulis. Aku pun sebenarnya udh kangeeen banget sama Carla dan Pak Savian. Mhn do'anya ya temen2 smg aku cepet sehat dan bisa kmbali nulis lagi! ...
FF Gaming
sedang seru seru nya membaca ...yaaaaah abis tak ada lagi sambungannya..gw kan penarasaran cerita kelanjutan nya....setiap hari gw buka berharap ada keajaiban cerita untuk selanjutnya..tapi hasil nya kecewa sangat......
Basahin ang Lahat ng Review
Cupang Di Leher Suamiku

Cupang Di Leher Suamiku

teriak Arka pada Bapak-bapak paruh baya bertubuh gempal yang sedang mengipasi arang batok kelapa. "Minumnya?" sahut Bapak penjual sate itu. "Es jeruk dua," jawab Arka. "Oke." Bapak penjual sate itu dengan begitu telaten bergegas membuatkan pesanan Arka. Kinara yang awalnya datang dengan wajah berbinar, kini mendadak murung kembali. Tangan kanannya menyangga kepala dengan tangan kiri yang sesekali memainkan kotak tisu yang berada di atas meja.
1025.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 611 Beses bilang pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
MARRIED FOR MONEY

MARRIED FOR MONEY

Abraham menemui seorang paparazi secara empat mata, sudah menjadi kebiasaan Abraham untuk menyelesaikan semuanya sendiri tanpa menyerahkan semua urusan pada sang bawahan. Suasana Cafe sedang ramai, dengan sekali jentikan jari, Abraham bisa mengosongkan tempat itu. Seorang lelaki dengan kamera di tangan masuk ke dalam Cafe dan menenteng tas di tangan kanannya.
104.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 92 Beses bilang pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
BUKAN CINTA LOKASI

BUKAN CINTA LOKASI

ledek pelayan yang lain. "Ya kan ketemu artis," sahutnya cuek. Pelayan baru cafe yang satu ini, memang agak sedikit beda. Suka nyahut dan berpikiran negatif. Menikmati lemon tea nya bersama Papa, Clara sesekali memperhatikan beberapa pengunjung yang datang di bengkel mobil Papa. Seorang wanita dari meja kasir menghampiri mereka dengan membawa beberapa kertas di tangannya.
104.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 105 Beses bilang pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
Unperfect Story

Unperfect Story

tanyanya seraya menunjuk tangan kiri temannya yang dibalut perban. "Satu tangan sudah cukup menghabisi orang itu!" papar Owen sembari memperlihatkan tangan kanannya yang terkepal kuat. Selanjutnya, melangkah keluar dari kafe. Kaivan yang sudah tidak ada kepentingan di kafe pun ikut mengekor. ****
104.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 84 Beses bilang pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
Pencuri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Pencuri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Pierre sudah beberapa kali bertemu dengan Dylan yang menurutnya memiliki kepribadian baik dan tentu saja dia langsung menerima Camille bekerja di cafe miliknya yang hanya terdapat dirinya dan Luca di bagian bartender serta beberapa Bibi di bagian dapur. “Camille, sudah pernah bekerja sebelumnya?” tanya Pierre sambil mengajak Camille mengitari cafenya yang terdapat dua lantai. Cafe milik Pierre selain menyediakan menu sarapan, makan siang, dan camilan sore juga menjual berbagai macam minuman yang bisa di pesan pada bartender. Selain menjadi pemilik, Pierre juga bergantian dengan Luca di bartender. Biasanya ada pekerja sambilan yang membantu menjadi pelayan di cafe, namun sejak beberapa hari t
106.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 258 Beses bilang pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
Wanita Pecandu Luka

Wanita Pecandu Luka

Di salah satu meja yang ada di sudut lantai satu Stars Peach Cafe, seorang pria bertopi oranye dan bermasker duckbill putih dengan pakaian kemeja putih tulangnya duduk membelakangi pengunjung dan panggung kafe. Jika sekilas melihatnya, maka akan terbesit di dalam pikiran bahwa pria bertubuh cukup atletis itu adalah seorang pujangga yang sedang patah hati. Ia hanya duduk dengan kepala menunduk dan mata yang berselancar pada layar ponselnya. Tampak foto wanita pemilik Stars Peach Cafe yang tengah berpose dengan elegan di layar ponselnya itu.
103.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 78 Beses bilang pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
Tidak Ada Suami yang Sempurna

Tidak Ada Suami yang Sempurna

“Oke, aku janji. Aku akan mengabulkan permintaanmu jika itu masih dalam kemampuanku.” Zahra mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking Tamara dan menempelkan ibu jarinya ke kelingkingnya. “Kau sudah berjanji. Jangan mengingkarinya, oke!” Keduanya meneguhkan janji mereka ketika tangan seorang pria tiba-tiba muncul di antara mereka untuk meletakkan dua piring kecil. “Dari rumah. Pemilik kafe membuatnya sendiri.” Reyhan tersenyum pada Zahra. “Aku! Aku yang membuatnya.”
108.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 202 Beses bilang pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
Mayat di Balik Plafon

Mayat di Balik Plafon

sergah Adhisti sembari mengenakan sabuk pengamannya. “Ya coba deh lo pikir, lo keluar dari pagi buat pemeriksaan terus sampe siang nyaris sore gini lo tetep betah di warkop? Aneh, Dhis! Dan satu-satunya kafe yang cukup menarik menurut gue ya Cafe Brilian. Dengan begitu Rafa akan sedikit nggak curiga sama lo!” papar Abbiyya sambil memutar stir mobilnya usai selesai menautkan sabut pengaman.
8.718.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 504 Beses bilang pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status