تصفية بواسطة
تحديث الحالة
الجميعمستمرمكتمل
فرز
الجميعشائعتوصيةمعدلاتتحديث
Satu Wanita Satu Skill

Satu Wanita Satu Skill

--- Sementara itu di cafe, Feby berdiri mematung di balik kaca café. Napasnya cepat, dada naik-turun. Tangan kanannya mencengkeram gagang pintu, tapi tak bergerak keluar. Matanya terpaku pada ingatan, punggung Rita yang perlahan menggandeng Raksa turun tangga café. Orang-orang di sekitarnya sudah kembali ke obrolan masing-masing. Beberapa masih membahas kejadian tadi, sebagian lagi mengabaikannya seolah hanya drama remeh di antara segelas kopi dan senja kota.
101.0K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 24 مرة ضمن pap pegangan tangan di cafe
قراءة
+مكتبة
Godaan Panas Pegawai Magang

Godaan Panas Pegawai Magang

Pria yang menganggap perselingkuhan adalah hobi yang wajar di dunia ini. Kami berdua bertemu di sebuah kafe di jantung ibu kota. Tempatnya tidak terlalu ramai di jam segini, hanya ada suara musik instrumental dan percakapan beberapa orang. Cocok untuk membahas sesuatu yang... Tidak seharusnya didengar orang lain. "Mengajakku bertemu di siang bolong. Memangnya kamu tidak kerja?" Mas Yuan membuka percakapan dengan kritikan bernada sumbing.
101.1K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 44 مرة ضمن pap pegangan tangan di cafe
قراءة
+مكتبة
My Blissful Marriage

My Blissful Marriage

“Selene!” Suara Fiona meledak bersamaan dengan gerakan tangan Matteo yang mengarah ke Selene. Namun tangan pria itu sama sekali tidak mengenai gadis bermata hazel yang menjadi sasarannya. Tangan pria itu yang masih mengepal, tertahan di udara. Tidak, bukan oleh Selene, melainkan oleh salah satu barista cafe yang datang dari samping dengan gerakan cepat. Sebuah tangan besar mencengkeram pergelangan Matteo dan memutarnya lalu menguncinya ke belakang tubuh pria itu dengan keras.
755 وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 16 مرة ضمن pap pegangan tangan di cafe
قراءة
+مكتبة
Gairah Cinta Om Duda

Gairah Cinta Om Duda

Ada sesuatu dalam tatapan itu, antara rasa bersalah dan keingintahuan yang tak semestinya muncul di antara atasan dan bawahannya. Kafe kecil di pinggir kota itu tidak terlalu ramai. Musik lembut mengalun, bercampur suara sendok dan cangkir dari meja-meja di sekitarnya. Ergita sudah duduk di kursi pojok yang menghadap langsung ke jendela besar. Dari sana, pemandangan taman belakang terlihat jelas, pepohonan bergerak pelan diterpa angin. Ia memegang ponsel, memeriksa jam sekali lagi.
101.2K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 33 مرة ضمن pap pegangan tangan di cafe
قراءة
+مكتبة
Menjadi Istri Muda Mas Gani

Menjadi Istri Muda Mas Gani

Namun, Sarah cukup cerdas untuk tidak melewatkan momen penting itu. Sarah mengeluarkan ponselnya dan kemudian memperbesar layar tangkapan camera sehingga tampak sangat jelas saat ini Maura dan Rama sedang berpegang tangan di atas meja cafe. Mereka duduk di meja out door dan itu semakin memperjelas hasil tangkapan camera Sarah. “Begini aja deh sepertinya, bagus juga.” Sarah berkata dengan senyum licik.
1013.9K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 360 مرة ضمن pap pegangan tangan di cafe
قراءة
+مكتبة
Kualihkan Harta Saat Suamiku Tak Setia

Kualihkan Harta Saat Suamiku Tak Setia

Kulihat di meja tempat Mas Doni duduk terdapat dua gelas cappuchino yang salah satunya telah sisa separuh dan lainnya masih utuh. Pandanganku beralih ke Mas Doni yang sedari tadi menunjukkan kepalan tangannya. Aku segera mengayunkan kepalan tangan kananku menubruk kepalan tangannya sebagai tanda salam darinya. “Kabar baik. Kenapa gak ada kabar. Dicari bos. Kasihan, tuh lihat cafe Mafaza.” Kutunjuk ke seberang jalan dari balik jendela yang luas.
1071.0K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 2.1K مرة ضمن pap pegangan tangan di cafe
قراءة
+مكتبة
Misi Bertemu Cinta

Misi Bertemu Cinta

Entahlah, yang pasti mereka tetap tak putus asa untuk mengumpulkan semua bukti kebenarannya. Langkah selanjutnya, mereka pergi ke Cafe Republik. Cafe yang memiliki fitur hotel bintang lima. Dengan barista yang memakai seragam lengkap. Pelanggan yang santai menikmati pemandangan alam pegunungan dari jendela kafe di lantai atas. Tempat manapun mereka tak peduli. Tujuan utama yang mereka butuhkan. Ning Fiyyah mendatangi barista di garda terdepan. "Selamat siang, bu. Ada yang bisa saya bantu?" Barista tersebut menyapanya dengan santun.
104.8K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 161 مرة ضمن pap pegangan tangan di cafe
قراءة
+مكتبة
Terjerat Cinta Pesepakbola Tampan

Terjerat Cinta Pesepakbola Tampan

Suasana di kafe cukup tenang dan nyaman, hanya ada beberapa pengunjung saja. "Senor, Anda hendak memesan apa?" Seorang pramusaji menyapanya dengan ramah. "Kopi dan Tostada con tomate," pesannya pada sang pramusaji. "Baik, silakan tunggu sebentar Senor!" Pramusaji pergi setelah mencatat pesanannya. Hingga saat ini tidak ada yang menyadari kehadiran sang bintan sepakbola di kafe kecil itu. Semua orang bersikap biasa saja, tidak ada yang menganggu ya dengan permintaan tandatangan ataupun foto bersama.
104.0K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 111 مرة ضمن pap pegangan tangan di cafe
قراءة
+مكتبة
Istri Kontrak Sang Miliarder

Istri Kontrak Sang Miliarder

Keduanya memastikan mobil terkunci dengan baik sebelum memasuki cafe. "Kamu duduk disini ya, aku pesan dulu," ujar Baron. "Seperti biasa 'kan?" Megan mengangguk lalu dengan patuh melipat tangannya diatas meja menunggu Baron kembali dengan pesanannya. Selagi mengisi waktu, Megan mengedarkan pandangannya—memperhatikan interior cafe yang mengusung konsep kontemporer atau yang lebih dikenal dengan 'kekinian'.
1013.6K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 421 مرة ضمن pap pegangan tangan di cafe
عرض التقييمات (6)
قراءة
+مكتبة
LazuardiBianca
Bagi pembaca setia, stay tune terus ya ... karena cerita ini akan segera menuju akhir dan nantikan karya-karya Bian selanjutnya. Pssttt ... sedikit bocoran nih, bakal ada sequel dari cerita ini di karya selanjutnya. Jangan sampai ketinggalan ya ...
Farla
Keren K'Bian, kangen banget! Udah lama nggak baca karya kakak sejak menghilang dari Wat*pad. Bahasanya bagus, alurnya teratur dan yang paling keren tuh berasa lagi nonton drakor. Ada kala sweet, sedih plus lucu. Jjang .........
قراءة كل التقييمات
Tania Saka

Tania Saka

Tanka dengan cepat melangkah menuju meja di ujung ruangan, tempat Paman Jo berada. "Hi! Paman. Maaf telat." Tanka meraih tangan Paman Jo dan segera duduk di seberang meja yang memposisikannya duduk saling berhadapan. "Mau pesan apa?" tanya Paman Jo setelah melambaikan tangan pada salah satu pelayan cafe. "Umh, orange jus saja," jawab Tanka tanpa mengalihkan perhatian dari foto yang telah disodorkan Paman Jo pada dirinya.
106.1K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 214 مرة ضمن pap pegangan tangan di cafe
قراءة
+مكتبة
السابق
1
...
45678
...
10
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status