Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Degrees Of Intimacy

Degrees Of Intimacy

Kafe itu memiliki taman outdoor dengan lampu-lampu gantung temaram yang memberikan kesan vintage dan tenang. ​Begitu mereka duduk di sudut taman yang paling sunyi, Ardi tidak langsung memesan makanan. Ia langsung meraih tangan Nika yang berada di atas meja. Jemarinya yang hangat menggenggam erat jemari Nika, membuat debaran jantung Nika yang tadinya berpacu karena amarah, kini perlahan melambat menjadi ritme yang canggung.
10300 viewsOngoingAdded to Library 9 Times as pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

Pasha hanya mengangkat bahu dan melanjutkan pekerjaannya. Arga langsung berganti seragam dan mulai bekerja. Hina duduk di sudut kafe, menonton sambil sesekali mencatat sesuatu di buku kecilnya—entah ide atau catatan pribadi. Adegan kocak terjadi ketika Pasha salah bawa pesanan. Seorang pelanggan memesan cappuccino, tapi yang dibawa malah lemon tea. “Ini… bukan yang saya pesan,” kata pelanggan bingung.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
Remember Me, BE!

Remember Me, BE!

Dia tetap berkeringat. Bagian depan kafe terlihat asri. Ada beberapa pohon berukuran kecil menghiasi, letaknya dekat pintu masuk. Meskipun demikian tidak menghalangi pandangan orang-orang yang berada di dalam kafe. Pohon-pohon itu lebih tinggi dari kaca jendela berukuran besar yang dipasang di sekeliling kafe. Diva membuka pintu, melangkahkan kaki memasuki kafe, kemudian menutup pintunya kembali, bersamaan dengan dua orang pria lewat di depan kafe. Salah seorang pria, yang memakai setelan berwarna cokelat terang, serasi dengan warna matanya, menoleh ke arah kafe. Langkahnya berhenti, ia memegangi dada bagian kirinya, jantungnya berdegup dua kali lipat lebih cepat.
106.0K viewsCompletedAdded to Library 154 Times as pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
KARMA SEORANG PEBINOR

KARMA SEORANG PEBINOR

pamitnya sambil mengambil kembali daftar menu yang telah aku letakkan di meja. Tidak lama kemudian Handoko tiba di cafe " Hai bro… sudah lama ya,?" tanyanya sambil mengajakku bersalaman " Nggak juga… tadi waktu ngasitau gue duduk dimana, itu gue baru aja nyampe di cafe," jawabu sambil menyambut uluran tangan Handoko untuk bersalaman " Mari duduk… mau pesan apa,?" tanyaku
101.8K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
KAKAK ANGKATKU AYAH DARI ANAKKU

KAKAK ANGKATKU AYAH DARI ANAKKU

ucapnya melihat jam di pergelangan tangan. Setelah memesan minuman di kasir, Sherin mengambil tempat di sudut ruangan lalu duduk menyandarkan punggung di sandaran sofa yang menempel ke dinding cafe sambil menengadahkan kepala dan memejamkan mata. "Belum waktunya istirahat sudah malas-malasan begini. Gimana mau maju perusahaannya?"
5.1K viewsCompletedAdded to Library 159 Times as pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
Pernikahan Paksa Pewaris Arogan

Pernikahan Paksa Pewaris Arogan

Bahkan pada saat bermesraan dan bergandengan tangan dengan Melinda. Tadi sore, setelah Afgan dan Melinda selesai menikmati kopi hangat di sebuah kafe ternama, Melinda menggandeng tangan Afgan dengan mesra. Mereka berjalan santai menikmati taman kota yang letaknya tidak jauh dari keberadaan kafe sebelumnya.
9.8134.7K viewsCompletedAdded to Library 3.1K Times as pap pegangan tangan di cafe
Show Reviews (58)
Read
+Library
Namaku Malaja
Si Afgan mah egois, mau menangnya sendiri. Orang lain nggak boleh punya masa lalu kelam, tapi dianya sendiri menyimpan masa lalu kelam dari Adelia. Pingin gue sentil ginjalnya nih. Nggak sabar nunggu bab selanjutnya. Semangat update-nya ya, Kak. Selalu ditunggu kelanjutan ceritanya.
Runayanti
Hai para readers ku yang setia. Silakan menikmati buku terbaruku ini. Kisah yang menarik tentunya dengan rahasia kelam dari sang pewaris Arogan. Perasaan cinta yang berbelit namun tetap dalam romansa yang tersembunyi. Semoga Anda menyukainya ya. Terima kasih.
Read All Reviews
Aku, Musuhku dan Para Pemburu

Aku, Musuhku dan Para Pemburu

Sendok kecil yang tergeletak di atas meja pun bergerak—terangkat sampai Josh dapat menggenggam dengan tangannya. Jamie yang sebelumnya tak peduli dengan ucapan Josh, bahkan tak menatapnya, bolak-balik memandang ke arah Josh dan tangan yang sedang menggenggam sendok kecil tadi. Josh menurunkan tangan dan meletakkan kembali sendok kecil dalam genggamannya sebelum ada yang melihat. Ia mengedarkan pandangan ke setiap pengunjung kafe. Setelah yakin tak ada yang memerhatikan. Josh kembali mengarahkan tangannya. “Ke sini!”
109.1K viewsCompletedAdded to Library 363 Times as pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
My Adorable CEO

My Adorable CEO

Saat itu wajah Irish benar-benar mengganggunya. Ben memarkirkan mobil di parkiran cafe. Keluar dari mobil dan masuk ke dalam cafe langganannya. Malam itu cafe begitu sangat ramai. Ben duduk di kursi meja Barista, dia memesan sebuah minuman hangat. Perasaan Ben memang sedang kacau saat itu. Dia mengeratkan kepalan tangannya hingga tak sadar menggebrak meja dan membuat orang-orang yang duduk di sekitarnyanya kaget. Bahkan ada yang langsung pindah tempat duduk.
9.814.6K viewsCompletedAdded to Library 438 Times as pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
Menantu Sultan

Menantu Sultan

Mama pasti bisa mengurus kamu sampai besar tanpa bantuan siapapun! Kuelus perutku yang masih rata, lalu berjalan menuju bagian belakang cafe di mana aku sudah janjian dengan pemilik cafe untuk bertemu. Seorang lelaki bertubuh kecil dengan potongan rambut pendek berponi melambaikan tangan, ia mengenakan apron dan tersenyum lebar. Tingginya sebaya denganku, mengingatkan pada Reza yang juga tingginya tak jauh berbeda denganku.
1020.1K viewsCompletedAdded to Library 461 Times as pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
Gadis Di Ujung Cangkir

Gadis Di Ujung Cangkir

suara bel depan pintu kedai berbunyi. Pria tersebut masuk dan langsung melemparkan pandangannya ke pojok meja arah selatan, tepat di samping jendela besar yang mengambang. Lalu melangkahkan kakinya kembali untuk menghadapkan wajahnya di depan pramusaji. "Selamat pagi, ingin pesan apa kak?" tanya seorang wanita dengan apron coklat ala barista. "Saya pesan V60 gayo, bisa menggunakan gula aren?" jawab pria tersebut.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as pap pegangan tangan di cafe
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status