Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjerat Cinta Pesepakbola Tampan

Terjerat Cinta Pesepakbola Tampan

Kemudian duduk di sebelah Sasmaya yang tengah asyik dengan gawainya, mengupas buah apel, pear, peach dan jeruk. "Terima kasih Bibi." Sasmaya tersenyum dan mengambil sebutir anggur merah. Dimasukkan ke dalam mulutnya dan menggigit daging buah anggur yang terasa begitu manis dan berair. "Ehm manis dan segar." Sasmaya menatap Bibi Mary dengan riang.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai paradewa apel
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Bisa dibilang, ini sebagai ganti karena dia menyembunyikan pohon prunus itu dari mereka. Setelah mendengar perkataan Wira, Delmar dan Arham segera menutup mata mereka dan merasakan alam ini dengan hati. Memang benar, mereka bisa mencium aroma buah yang samar-samar dan sepertinya itu adalah pohon apel. "Terus ikuti aku, masih ada banyak makanan enak di depan." Memang tidak banyak yang menghuni Pulau Tawang ini, tetapi selalu dikelola oleh para murid luar dengan sangat bersih dan ditanami dengan berbagai pohon buah untuk dinikmati bersama-sama.
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245.6K kali sebagai paradewa apel
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Baca Semua Ulasan
 Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar

Balas Bagas santai. Dia kemudian melangkah duduk di sofa dan mengambil buah apel lalu mengupas perlahan. "Adek mau apel tidak?" tanyanya pada si mungil buntelan bakpau. "Eh jangan mas, kan giginya baru numbuh, apel kan keras nanti rewel lagi loo". sahut Dinar. "Oh iya. lupa. kalo di rumah kan bisa di blender"
1015.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 349 kali sebagai paradewa apel
Baca
+Pustaka
Triplet Rahasia: Paman, Beraninya Melupakan Mommy!

Triplet Rahasia: Paman, Beraninya Melupakan Mommy!

pria itu tiba-tiba saja langsung menggendong Tamara turun dari sana. “Argh!” teriak Tamara tapi tertahan. Dia tak ingin dianggap berlebihan takut pada tuannya itu. Setelah turun, Tamara baru menyadari jika tempat itu begitu indah. Namun Trevor mengajaknya ke sana bukan untuk menikmati pemandangan indah. Pria itu meraih saku jas jaketnya dan mengeluarkan sebuah apel dari sana. Apel yang sangat merah dan tampak menggiurkan.
10283.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.5K kali sebagai paradewa apel
Baca
+Pustaka
Aku, Istri Pilihan Orang Tuamu!

Aku, Istri Pilihan Orang Tuamu!

Gegas Dewa beringsut seraya berganti pakaian loreng dan mengambil ransel. "Ah, gagal lagi. Maaf ya, aku apel dulu." Dewa langsung menggendong ransel dan segera pergi ke lapangan. Setelah Dewa pergi, kulihat ponselnya tertinggal. Iseng kuambil benda tersebut, hatiku kembali bergejolak ketika melihat pesan singkat dari Winda. Lagi-lagi wanita itu menggoda suamiku. "Dasar, perempuan gak jelas," lirihku penuh emosi.
812.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 400 kali sebagai paradewa apel
Baca
+Pustaka
Love of My Life

Love of My Life

Kalau saja Pandan mendengar, bisa jatuh pasaran harga dirinya. "Eh apel untuk Arsene tidak usah dikupas kulitnya ya, Nak? Arsene lebih suka apel utuh dengan zat lilinnya. Kamu cukup mencuci bersih dan memotong-motongnya saja," kali ini suara Bu Darwis lah yang menghentikan kegiatannya. Mendengar kata-kata Bu Darwis, Pandan tidak jadi mengupas kulit apelnya. Ia hanya memotong-motongnya sesuai dengan instruksi Bu Darwis saja.
9.921.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 494 kali sebagai paradewa apel
Baca
+Pustaka
The Lunar

The Lunar

tanya Syilea menatap apel di tangan kanannya. “Itu ... apel gala.” “Apel gala?” ulang Syilea. “Ya … apel yang tumbuh di Selandia Baru. Rasanya manis dan wangi. Itu bisa memberikanmu energy,” jelas Henry singkat. Syilea mengangguk. Dia lalu mengulurkan satu apel pada Selena. “Kau mau mencobanya?” “Tidak. Terima kasih. Itu untukmu … aku yakin, Henry pasti masih menyimpan beberapa persediaan di rumah kami,” tolak Selena dengan halus.
1051.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai paradewa apel
Baca
+Pustaka
Like a Fairy Tale

Like a Fairy Tale

Aredel menjulurkan lidahnya meledek Aciel, sambil mengunyah potongan apel yang berada di dalam mulutnya. Aciel mendengus kesal, merengek, dengan bibirnya yang mengerucut. Seperti sudah kebal dengan itu semua, Aredel pun menghiraukan keluhan Aciel. “Kau sangat menyukai apel?” tanya Aciel. “Iyah, aku menyukainya.” Aredel menggigit apel itu lagi. “Kalau begitu, setelah ini semua selesai maukah kau berkunjung ke kebun buah apel bersamaku?” tawar Aciel.
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai paradewa apel
Baca
+Pustaka
Si Pecundang Pemilik Api Abadi

Si Pecundang Pemilik Api Abadi

•Dewi buah persik matang: "kyaaaa, apakah itu kamu sayangku!!! Player zero, aku suka dengan topeng kelincimu..." Ding...Dewi buah persik matang memberi anda hadiah: pelindung marbel 15 butir. "Gunakan marbble itu untuk melindungi orang-orang desa!" "Terimakasih banyak!! Ini sangat berarti bagi kami!" Dewa penguasa gunung jiri : " sepertinya anggota mu makin banyak aja..." Panel Notifikasi iblis : "Pride : "hahhahaha?!! Kenapa kalian para dewa sangat miskin!! Buahhaahhaha...
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai paradewa apel
Baca
+Pustaka
Sang Dewi

Sang Dewi

Baru setelah Randita berjalan cukup jauh, dia menolehnya, sebelum akhirnya melanjutkan langkah yang tertunda. Sesampainya di taman kayangan, Larasati memetik lima buah apel putih yang telah matang di atas pohon, kemudian berbalik dan membawanya menuju dapur kayangan. Di sana, Wening Sari masih menjaga kulah dengan posisi bersedekap. Walau menyadari Larasati telah kembali dia masih bergeming. "Kau Lama sekali!" keluh Wening Sari.
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai paradewa apel
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status