Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dewa Naga Terpilih

Dewa Naga Terpilih

jawab Elang dengan jarinya bergerak liar di atas keyboard. Melihat rekannya yang sibuk dengan laptop, Alexandria pun ikut melihat hasil kerja pria itu. Saat kedua mata melihat layar, bibir tipisnya melengkung dan tangannya menepuk lembut bahu Elang. "Wis, keren. I like that!" Mendengar kalimat bernada rendah menyapa telinganya membuat Elang menoleh. Cup! Tanpa sengaja kedua bibir mereka berdua saling bersentuhan. Saat itu juga tamparan keras mendarat di pipi Elang membuat pria itu termangu.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai paradewa apel
Baca
+Pustaka
Sang Dewa Perang Terkuat

Sang Dewa Perang Terkuat

Kerajaan De Kruk “Astaga! Kau … benar-benar menunggu kedatangan dia ya!” Tatiana bertanya pada putranya yang saat ini berdiri di menara sambil mengawasi bagian lapangan yang biasanya akan digunakan pesawat setiap pengunjung dari kerajaan lain untuk mendarat. Richard menoleh ke arah ibunya, “Dia teman pertamaku, Ibu. Tapi … bukan hanya dia, aku juga menunggu yang lainnya.”
9.6187.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.5K kali sebagai paradewa apel
Tampilkan Ulasan (20)
Baca
+Pustaka
Zila Aicha
Halo, good readers. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Terima kasih sudah membaca dan menunggu update dari novel ini. Mohon maaf, malam ini saya belum bisa update. -_- Tapi, jangan khawatir besok saya update lebih banyak bab. Sampai ketemu besok yah. ^_^
Anton Tan Acong
gimana mau naik ratingnya dan bersaing klo update aja suka2 hati gini thor. liat aja sendiri novelnya udah cukup lama tapi nilainya sampai saat ini blm dpt rating novelnya itu dikarenakan pembaca malas kasih rating dan gems dikarenakan updatenya tidak sesusai dengan keinginan pembaca
Baca Semua Ulasan
Dewantara: Kebangkitan Sang Predator

Dewantara: Kebangkitan Sang Predator

ucapku datar saat mobil berhenti di depan gerbang besi tinggi yang tertutup tanaman rambat liar. Vila ini bukan sekadar bangunan tua. Ini adalah markas rahasia keluarga Dewantara yang dihapus dari semua peta resmi sepuluh tahun lalu. Tempat di mana ayahku merancang strategi kejayaannya, dan kini menjadi tempat di mana aku akan merancang kehancuran sisa-sisa Baron. Aku turun dan menarik pintu mobil Aura. "Turun. Jangan membuatku menyeretmu lagi."
530 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai paradewa apel
Baca
+Pustaka
Pelukan Panas Tukang Kebun

Pelukan Panas Tukang Kebun

Udara sore membalut momen kebersamaan dua wanita yang kini disatukan oleh anak-anak mereka. Citra Dewi memetik sebuah apel merah yang ranum, memutar tangkainya perlahan hingga terlepas dari ranting, lalu memasukkannya ke dalam keranjang dengan senyum yang tak pudar. "Aku benar-benar senang sekali bisa ikut memetik buah apel dan jeruk seperti ini, Brenda," ujar Citra Dewi jujur, "Selama puluhan tahun, aku hampir tidak pernah menginjakkan kaki di dapur, apalagi membuat kue. Semua sudah disiapkan pelayan."
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai paradewa apel
Baca
+Pustaka
Liontin Pemikat Hasrat

Liontin Pemikat Hasrat

ujar Cempaka setelah mengunyah apel di mulutnya. “Siapa dulu dong tadi yang memilih...,” ujar Aizar sambil tersenyum. “Dimana-mana semua rasa apel washington memang manis... jagan ke-PD-an deh, kamu...” celetuk Debby menimpali Aizar. “Mungkin Mama makannya melihat ke arah aku, jadi tambah terasa manis kan apelnya...” canda Aizar lagi sambil tersenyum-senyum
1040.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai paradewa apel
Baca
+Pustaka
Dendam Pernikahan Pewaris Tampan

Dendam Pernikahan Pewaris Tampan

Ia kembali dengan piring kecil dan garpu di tangan. “Coba ini dulu, ya. Sedikit aja.” Nayara menatap buah itu ragu. “Aku takut muntah lagi.” “Nggak apa-apa. Kita coba sedikit aja. Kalau mual, aku berhenti, oke?” Devanka menyodorkan satu potong kecil apel ke depan bibir istrinya. Setelah beberapa detik ragu, Nayara akhirnya membuka mulut pelan dan mengunyah.
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 302 kali sebagai paradewa apel
Baca
+Pustaka
Cinta di Ranjang Jenderal

Cinta di Ranjang Jenderal

Navila mengikutinya, salah satu pria mendekat dan mengendus bau parfum yang Navila gunakan, tapi ia tidak memedulikan. “Aku bisa mencium bau apel yang manis dan segar,” ucap pria itu seperti mabuk. Perkataan itu benar karena Navila menggunakan sisa parfum apelnya. Ia merasa bodoh, harusnya ia tak memakai wewangian yang menarik perhatian. Langkah Navila telah mencapai teras bangunan dengan lantai kayu. Tuan Deus berhenti tepat di depan pintu dan menoleh ke belakang.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai paradewa apel
Baca
+Pustaka
Daniel Si Pengembara

Daniel Si Pengembara

aku dengan terang terangan menamai buah yang baru kurasakan. "bukankah kau hanya membalikkan kata Apel? buah yang berwarna oranye? itu artinya kau berpikir bahwa buah ini sejenis buah itu juga dan membalikkan hurufnya menjadi terbalik dan mengklaim nya" Trev menyanggaku "ugh" ucapku dengan tubuh tersentak "dan sepertinya aku benar" ucap Trev "...." Situasi sepertinya sudah kembali normal sejak aku dan Trev memakan buah dan mungkin sekarang adalah waktunya untuk menanyakan apa yang terjadi saat itu.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai paradewa apel
Baca
+Pustaka
Ibu, Jangan Tinggalkan Kami

Ibu, Jangan Tinggalkan Kami

desisku pelan. Aku memotong buah apel, melon, dan pir. Cuaca yang lumayan panas, muncul keinginan membuat es buah. Dari balik jendela kaca dapur, aku bisa melihat Dewa sedang berenang. Usianya tiga belas tahun, tinggi badannya sudah sama denganku. "Mbak." Randu mengutip buah anggur yang di wadah. "Ya."
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai paradewa apel
Baca
+Pustaka
LANTING BRUGA

LANTING BRUGA

Di hari ke 49, Lanting Beruga memutuskan untuk menyimpan semua 100 timun es abadi di dalam tanda api di telapak tangannya, dan berencana untuk pergi meninggalkan telaga ini. Dibuka gulungan kecil yang diberikan Ketua Devisi Bayangan, beberapa sumber daya pelatihan tampaknya menarik hati Lanting Beruga. "Apel Jin ...?" Lanting Beruga mengerutkan keningnya, "Buah macam apa ini, kenapa bawa-bawa nama lelembut?" Apel Jin berguna untuk meningkatkan masa otot seorang pendekar, dengan penyerapan yang baik dan waktu yang tepat, seorang pendekar rendahan bisa menjadi begitu kuat dengan menyerap beberapa buah Apel Jin ini.
9.33.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63.5K kali sebagai paradewa apel
Tampilkan Ulasan (1035)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Izin promosi Thor… Baraka adalah SANG PEWARIS PARA DEWA yang telah diramalkan kelahirannya sejak Seribu Tahun Yang Lalu. Baraka memiliki takdir yang akan menjadi ujian bagi dirinya untuk naik kelangit dan menjadi seorang dewa. Baca kisahnya dalam : PENDEKAR KERA SAKTI
Zhu Phi
Ijin promosi thor ... Pendekar Kitab Iblis Dunia Persilatan gempar oleh terbunuhnya Pendekar golongan putih dan hitam secara misterius. Pelakunya dikenal sebagai Hantu Dunia Persilatan yang selalu membuka Kitab Iblis yang bercahaya. Siapakah dia? Ikuti kisahnya ya. Update tiap hari. Terima kasih.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status