PETAKA REUNI
Kudekap ponsel di dada, dan lagi-lagi air mata ini jatuh tanpa diminta.
**
Kegiatan reuni pagi ini diawali dengan senam di halaman samping hotel. Suasana begitu meriah, tapi aku hanya bisa menyaksikan dari kejauhan. Tak enak rasanya, tampil ke sana dengan mata bengkak dan wajah sembab. Es batu yang kuminta untuk mengompres mata tak bekerja banyak.
'Kamu di mana?'
Begitu pesan dari nomor asing masuk, dan hanya kuabaikan. Meski tak ada nama yang tertera, tapi aku bisa tahu siapa pengirimnya.