Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PUDAR

PUDAR

Bagaimana Mutia bisa hidup berumahtangga dengan anaknya yang seperti ini, Dito sudah tidak bisa berpikir. ".....tidak seperti kamu yang malah terus mengekori pelacur itu. Jadi tidak usah berlagak seperti kamu ini Papa yang baik. Selama ini kamu hanya menjadikanku alat untuk pamer..." Dito tak lagi memperdulikan ocehan Alan, memanggil Tary untuk pulang bersamanya yang malah ia lakukan.
142 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2 kali sebagai pucat pasi
Baca
+Pustaka
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Muncratlah semburan cairan kental hangat membasahi paha mulus anak pejabat tersebut. "Pusaka ini sebenarnya masih butuh tiga betina lagi untuk ditaklukkan sampai tunduk. Tapi gara-gara perutku meronta kelaparan, aku terpaksa menuruti ajakanmu memburu daging. Kita kembali ke sarang sekarang, Betina Kacamata."
9.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai pucat pasi
Baca
+Pustaka
Pacar Dot Com

Pacar Dot Com

"Oh, pacarnya di mana?" "Lanjut S2 ke Aussie." Cakra mengangguk. "Hati-hati cowoknya selingkuh, LDR itu cobaannya berat, cuma orang-orang kuat yang bisa bertahan." "Kayak kamu udah pernah LDR aja." "Emang belum, tapi dari pengalaman teman-teman aku dulu gitu." Tak lama kemudian sate yang dipesan pun datang, Cakra memperhatikan cara makan Lintang sama sekali tidak menjaga image, tapi hal itu membuat Cakra tanpa sadar menyunggingkan sebuah senyuman.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai pucat pasi
Baca
+Pustaka
BLASTERIS TERKUAT

BLASTERIS TERKUAT

Bahkan Eve tidak bisa tidak memuji. Puskas datang ke katedral di bawah perlindungan para Templar sebelum melompat dari punggung unicorn dan menaiki tangga ketika dia datang ke hadapan Bapa Suci. Dia berlutut dengan satu kaki sambil mencium sepatu Bapa Suci dan berkata dengan hormat. “Salam… oh Bapa Suci yang agung! Semoga kemuliaan Dewa menyinari negeri ini selamanya!”
1065.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai pucat pasi
Baca
+Pustaka
Penjara Obsesi Taipan Gila

Penjara Obsesi Taipan Gila

"Petra, apa kau sudah punya pacar?" Pertanyaan tiba-tiba itu menghentikan tangan Petra, lalu membalas tatapan mata Pascal sejenak. "Aku tidak memiliki pikiran seperti itu. Beberapa minggu lagi ujian kelulusan. Aku hanya fokus pada tugasku sebagai mahasiswi. Kenapa kau bertanya begitu?" ujar Petra seraya menempelkan plester di bawah mata Pascal. "Jika kau punya pacar, aku tidak ingin kekasihmu melihatku di rumahmu berdua. Bisa terjadi kesalahpahaman di antara kita nanti," jelas Pascal.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai pucat pasi
Baca
+Pustaka
Pesta Pembuahan

Pesta Pembuahan

pamit Gita. Aku mengangguk heboh diikuti senyum ceria. Merasa bahagia mendengar kata pulang seperti anak kecil yang dijanjikan pergi jalan-jalan setelah menangis karena dipukuli. Sejak mendengar ajakan Gita sebulan lalu, aku sudah menduga pesta ini tidak cocok untukku. Aku yakin Gita kini juga sependapat denganku.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai pucat pasi
Baca
+Pustaka
Edisi Kelas

Edisi Kelas

kata Papa. “Pucat? “Iya. Dia kayak vampire. Kulitnya terlalu putih sebagai cowok. Kayaknya dia anti matahari, tuh.” ujar Papa. “Nggak kok, Pa. Malahan dia itu sering berjemur di lapangan Hampir setiap hari lagi.”
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai pucat pasi
Baca
+Pustaka
DARI BENCI JADI PASUTRI

DARI BENCI JADI PASUTRI

Sukses membuat Casa menoleh. Pipi Utara yang memerah, jelas bukan karena panas, atau reaksi alergi. Ini kali pertama Casa melihatnya. Sebuah reaksi yang gadis itu bingung harus apa. Tatapan Utara terlalu liar dan serius. Sangat cukup untuk membuatnya gelisah. “Pelan-pelan? Bisa kok saya pelan-pelan. Selama kamu minta,” bisik Utara yang tubuhnya ikut turun perlahan.
101.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai pucat pasi
Baca
+Pustaka
Pijatan Pria Perkasa

Pijatan Pria Perkasa

Pujian Derrick meluluhkan hatiku. "Selanjutnya, aku akan memijat kakimu." Langkah-langkah pijat kaki mirip dengan pijat punggung, tetapi sensasinya benar-benar berbeda. Tubuh bagian bawah melibatkan banyak area tertentu. Telapak tangannya yang lebar bergerak dari betis ke pahaku, lalu diam-diam bergerak ke atas. Tubuhku tiba-tiba bergetar seolah tersengat listrik.
78.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai pucat pasi
Baca
+Pustaka
Pusaran Cinta Terlarang

Pusaran Cinta Terlarang

Peter memimpin percakapan dengan gaya santai dan humoris, membuat suasana lebih ringan. “Jadi, Alex, maaf sebelumnya, bolehkah anda saya panggil nama saja, soalnya saya jauh lebih tua dari anda yang, hmm berapa..” Peter bertanya. "Usia saya 52 pak." Jawab Pak Alex. "Ya.. ya.. saya sendiri sudah 76 hahaha." kata Peter sambil menyuap salad, “Anda seorang pebisnis besar di Indonesia?” Pak Alex tersenyum kecil. “Bisa dibilang begitu. Saya lebih sering menghabiskan waktu di kantor, tapi kadang perlu juga mengambil waktu seperti ini untuk hal yang lebih penting.”
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai pucat pasi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status