Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Melepaskan Identitas Sebagai Istri Bos Mafia

Melepaskan Identitas Sebagai Istri Bos Mafia

Aku adalah pembunuh paling terampil sekaligus penasihat kepercayaan sang bos mafia, Alexander, dan juga istri rahasianya. Namun, selama lima tahun pernikahan rahasia kami, dia tidak pernah mengizinkan putra kami memanggilnya "Papa". Dia selalu berkata bahwa keluarga-keluarga musuh terus mengawasi kami dan aku serta putra kami adalah satu-satunya kelemahannya. Semua itu, katanya, demi melindungi kami. Aku memercayainya, lalu diam-diam membantunya mengurus seluruh urusan keluarga, sampai cinta pertamanya, Bella, kembali dengan seorang anak laki-laki berusia lima tahun. Dia bahkan memesan seluruh taman bermain hanya untuk mereka berdua bermain seharian. Hari itu adalah ulang tahun putraku. Dia dengan keras kepala menunggu papanya pulang, memeluk kue yang perlahan meleleh di tangannya. Saat itu, harapanku benar-benar hancur. Aku menelepon seseorang dan berkata pelan, "Tolong hapus identitasku dan Leo. Hapus semua informasi tentang kami." Namun, ketika aku dan putraku benar-benar menghilang, bos mafia yang berkuasa itu justru menjadi gila, menyisir seluruh dunia, dan mencari jejak kami tanpa henti ....
42.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai pelan-pelan melupakan
Baca
+Pustaka
Pengampunan Ke-99 Kali

Pengampunan Ke-99 Kali

Kalian tahu nggak? Dulu istriku, Dina Felbe seberapa sayang sama aku? Dia sampai melamar aku 99 kali biar bisa nikah sama aku. Akhirnya yang ke-100 kali, aku luluh sama kegigihannya. Pas nikah, aku kasih Dina 99 kupon baikan. Kami sepakat, selama kupon masih ada, aku bakal tetap di sampingnya. Selama 5 tahun nikah, setiap kali Dina pergi temani cowok idamannya, Irwan Suwandi, 1 kupon pun habis. Pas pakai kupon yang ke-97, Dina mulai sadar kalau aku berubah. Aku sudah nggak bikin drama, nggak nangis-nangis minta dia jangan pergi. Itu karena saat Dina lagi kalap sama sekretaris cowok imutnya, aku pelan-pelan tanya, “Kalau kau pergi temani Irwan, aku boleh pakai 1 kupon baikannya?” Dina kaget, jarang-jarang hatinya luluh dan berkata, “Oke boleh. Lagian baru terpakai 60-an kupon. Kau mau pakai, ya pakai saja.” Aku hanya mengiyakan pelan, lalu membiarkannya pergi. Ternyata Dina nggak tahu bahwa itu sudah kupon ke-97. Sekarang kupon baikan kita sisa 2.
348 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai pelan-pelan melupakan
Baca
+Pustaka
Selamat Tinggal Cinta yang Hilang 8 Tahun

Selamat Tinggal Cinta yang Hilang 8 Tahun

Pacar yang dulu hatinya kuhancurkan, akhirnya pulang membawa pacar barunya untuk dikenalkan kepada keluarga pada tahun kedelapan setelah dia pergi kuliah ke luar negeri. Di saat yang sama, aku juga akhirnya divonis rumah sakit bahwa perjuanganku melawan kanker selama delapan tahun telah gagal. Aku sudah boleh pulang untuk menunggu kematian. Saat melihatku duduk di kursi roda sambil dituntun ibuku, sudut bibir Lexi menampakkan senyum mengejek. "Wah, delapan tahun nggak ketemu, kenapa hidupmu jadi separah ini? Jalan saja sudah nggak bisa." Mendengar nada bicaranya yang penuh jijik, aku hanya menarik lengan jaket buluku dengan tenang, menutupi bekas tusukan jarum yang memenuhi punggung tanganku. "Nggak apa-apa, cuma jatuh waktu jalan, patah tulang saja." Lexi kembali tertawa sinis. "Kalau begitu, aku sebentar lagi mau nikah. Jadi pendamping pengantin buat tunanganku, ya." Aku tetap hanya tersenyum tenang. "Nggak usah. Aku sebentar lagi mau pergi ke tempat yang sangat jauh." Setelah mengatakan itu, aku menepuk punggung tangan ibuku pelan, memberi isyarat agar dia segera mendorong kursi rodaku pulang.
187 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6 kali sebagai pelan-pelan melupakan
Baca
+Pustaka
Tak Cukup Satu Lauk

Tak Cukup Satu Lauk

A.dini
Ibu tetaplah seorang ibu. Seburuk apapun sikapnya. Dia akan tetap menjadi ibumu. Dia akan tetap menjadi tempatmu kembali dalam Suka dan duka. Sekalipun dia telah tiada, dia akan Tetap menjadi orang yang kau sebut ibu. Mak" sapa ku pelan "Hmm kenapa?" Ucap mamak yang masih fokus menatap layar ponselnya. "Boleh matikan dulu YouTube itu, atau mamak pause lah, Laila mau bicara serius" ucapku mengiba. "Bicaralah, biar mataku menonton telingaku mendengar kamu bicara apa" ucap mamak yang masih fokus memperhatikan channel salah satu artis idolanya. Melihat jawaban mamak yang tak bersahabat aku lebih memilih berdiri, mengurungkan niatku. Saat ini ingin melangkah aku di kejutkan dengan bahasa mamak yang benar-benar kasar menurutku. "Anak tidak punya sopan santun" ucapnya. Lalu bagaimana dengan ibunya Laila? Ibu yang tidak pernah mengalah dengan anaknya, walaupun Laila telah memperlakukan ibunya sebaik mungkin. Cerita ini di kemas dengan gaya bahasa yang sedikit berbeda, menggunakan logat daerah dari kota Sumatera. Yang penasaran, yuk lanjut di baca bab demi bab. Mungkin saja akan ada pelajaran dari setiap bab yang telah di suguhkan untuk kita semua. Salam hangat A.dini :)
9.92.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai pelan-pelan melupakan
Baca
+Pustaka
Kukira Cinta, Ternyata Hanya Kepura-puraan Semata

Kukira Cinta, Ternyata Hanya Kepura-puraan Semata

Setelah mengalami kecelakaan mobil, aku dan ibuku berada di ambang kematian dan membutuhkan biaya operasi yang sangat besar. Mendengar kabar itu, pacarku meninggalkan kami dan tak lama kemudian menikahi orang lain. Hanya sahabat masa kecilku yang rela menjual saham perusahaannya dan mengeluarkan 14 miliar demi biaya pengobatan kami. Meskipun pada akhirnya ibuku tidak berhasil diselamatkan dan meninggal dunia. Aku juga kehilangan penglihatanku karena operasi itu. Namun, dia tetap tidak meninggalkanku. Dia bukan hanya membantu mengurus pemakaman ibuku, tapi juga memberiku sebuah pernikahan yang megah. Setelah menikah, kami hidup rukun dan saling mencintai. Kami menjadi pasangan yang paling diidamkan oleh semua orang di lingkungan kami. Tak disangka, setelah sebuah pesta hari itu, temannya bertanya kepadanya, "Apa yang akan kamu lakukan kalau suatu hari Yuni tahu kamulah yang kasih kornea matanya ke Sally dan malah membuat ibunya meninggal hanya demi menyelamatkan Tante Mira?" Hugo bergumam pelan, "Aku memang sudah menyakitinya, jadi aku akan menebusnya seumur hidupku." "Tapi, aku mencintai Sally. Demi dia, aku rela terjerumus dalam dosa dan nggak bisa mendapat pengampunan selama-lamanya."
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai pelan-pelan melupakan
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DENDAM ZENITH

PEMBALASAN DENDAM ZENITH

Kota Rose Valley, tempat uang, sihir, dan kekuasaan berpadu, menjadi saksi dari sebuah tragedi berdarah yang menghancurkan keluarga Zenith. Jonathan dan Sierra Zenith tewas di tangan Gustav Leiva dan putranya, Lucas Leiva, dalam sebuah perjamuan mewah yang berubah menjadi pembantaian. Putra semata wayang mereka, Clive Zenith, berhasil diselamatkan oleh sang ibu dan menghilang tanpa jejak.Sepuluh tahun kemudian, Clive tumbuh di bawah asuhan Kakek Yuan, seorang pertapa bijak di Kuil Surgawi, dan Wing Shao, cucunya. Berlatih dengan disiplin tinggi, menggabungkan energi Chi, Yin dan Yang, serta mengasah aura Tension yang belum pernah terlihat sebelumnya, Clive menjelma dari seorang bocah penuh trauma menjadi pemuda yang kuat dan penuh determinasi.Saat itu juga, di tengah gemerlap kota Rose Valley yang dikuasai Leiva, terdengar bisikan pelan dari balik hutan Nordia: “Leiva... waktunya hampir tiba.”Kisah ini mengangkat tema balas dendam, pertarungan antar keluarga, sihir tingkat tinggi, dan perjalanan seorang pemuda untuk menaklukkan takdir yang pernah merenggut segalanya dari genggamannya.Siapakah yang akan berdiri sebagai pemenang? Keluarga Leiva yang angkuh dan berdarah dingin, ataukah Clive Zenith, sang pewaris yang tumbuh dari reruntuhan masa lalu untuk membawa badai pembalasan?
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai pelan-pelan melupakan
Baca
+Pustaka
Marry You

Marry You

Selina Cho
"Dimana rumahmu, aku akan mengantarmu,” kata Aksa. Karina terdiam, “Seperti yang kamu lihat, aku kabur di hari pernikahanku. Aku tidak ingin menikah dengan pria yang bahkan belum aku kenal dan aku tidak mencintainya,” ucap Karina. “Jadi bagaimana bisa aku kembali kerumah,” lanjutnya sambil tertunduk lesu. Aksa tersenyum miris, “kita sama,” kata Aksa membuat Karina mendongakkan kepalanya kearah Aksa. “Aku juga kabur dari acara pertunanganku,” sahutnya sambil tersenyum. Karina terpaku melihat senyum Aksa padanya. Hening. Keduanya terdiam. Sampai Aksa memecah keheningan itu. “Kita harus mencari tempat menginap untuk malam ini.” Karina mengerjapkan kedua matanya pelan, perlahan ia menyilangkan kedua tangannya menutupi dadanya, ia menatap takut Aksa yang ada didepannya. Berawal dari pertemuan tidak terduga Karina dan Aksa, keduanya sama-sama tidak ingin di jodohkan dengan pasangan yang telah ditentukan kedua orang tuanya. Sampai akhirnya mereka menjadi dekat, namun disisi lain ternyata keluarga mereka adalah musuh dimasa lalu sampai saat ini hubungan mereka tidak terlalu baik. Mendapati kenyataan anak mereka bersama dalam pelarian. Kedua keluarga kembali bersitegang. Apakah ini adalah takdir yang menguntungkan bagi keduanya atau takdir yang salah untuk mereka??
5.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai pelan-pelan melupakan
Baca
+Pustaka
Senja di Matamu

Senja di Matamu

[Pa, aku setuju berimigrasi ke Prancis untuk menikah. Cepat, atau aku akan menyesal.] Pak Agus, ayah Tania Sane, langsung menjawab: [Putriku sayang, paling lama sebulan lagi semua prosedur selesai!] Tania diam-diam menyeka air matanya dan menyimpan ponselnya. Satu jam yang lalu, dia masih di dalam Bentley, mendesah pelan karena ciuman Chaz Limex. Ketika ponsel Chaz berdering, dia menjawab dalam bahasa Georgia, "Ngapain nelpon sekarang?" Orang di ujung sana tertawa. "Kenapa? Emangnya kau lagi sibuk dengan apa? Yang ini seberapa mirip dengan Nina Lopez?" Chaz membelai wajah Tania yang lembut dan berkata dengan acuh tak acuh, "70%. Kalau nggak ada yang penting, aku tutup ya!" Pria itu buru-buru berkata, "Jangan! Nina akan balik besok dengan pesawat! Rencananya akan merintis karir di sini. Baik kan aku infokan padamu? Cinta pertamamu sudah akan balik, penggantinya bisa nggak disinggirkan?" Chaz berkata dengan dingin, "Nggak ada yang nggak bisa diselesaikan dengan uang." Kepala Tania setengah terkulai di kursi, air mata mengalir di wajahnya. Chaz sama sekali tidak tahu bahwa dia mengerti bahasa Georgia. Ternyata cinta tulusnya selama tiga tahun sama sekali tidak berarti di mata Chaz.
22.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 449 kali sebagai pelan-pelan melupakan
Baca
+Pustaka
Kehidupan Pernikahan Tak Seindah Lamaran

Kehidupan Pernikahan Tak Seindah Lamaran

Seberapa besar dulu suamiku mencintaiku? Demi bisa menikahiku, dia melakukan lamaran sampai 99 kali. Pada lamaran ke-100 kalinya, aku akhirnya luluh oleh kegigihannya. Aku pun menjadi Nyonya Wirawan yang membuat semua orang di Kota Haidar iri. Pada hari pernikahan kami, aku memberinya 99 kupon rujukan. Kami berjanji, selama kupon-kupon itu belum habis digunakan, aku akan selalu berada di sisinya. Selama lima tahun pernikahan, setiap kali dia pergi menemani cinta pertamanya, satu kupon rujukan akan terpakai. Saat dia menggunakan kupon rujuk ke-97, suamiku tiba-tiba menyadari bahwa aku telah berubah. Aku tidak lagi menangis atau membuat keributan, juga tidak lagi memintanya untuk tinggal. Ketika dia kehilangan kendali karena sekretarisnya yang sok polos itu, aku diam-diam bertanya padanya, "Kalau kamu pergi menemaninya, bolehkah aku menggunakan satu kupon rujukan?" Pria itu tertegun sejenak, lalu untuk pertama kalinya, hatinya melunak. "Oke, toh baru terpakai 60-an kupon sekian. Kalau kamu mau pakai, pakailah." Aku hanya menggumam pelan, lalu membiarkannya pergi. Dia tidak tahu, bahwa itu adalah kupon rujukan ke-97 yang digunakannya. Dan kupon rujuk kami ... kini hanya tersisa dua lembar terakhir.
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai pelan-pelan melupakan
Baca
+Pustaka
Pergi Dari Belenggu Cinta

Pergi Dari Belenggu Cinta

Hari kedua setelah resmi menikah, aku berdiri di bandara sambil memegang dua lembar tiket pesawat, menunggu suamiku, Yoel. Akhirnya dia datang, tapi ada Wenny di belakangnya, sahabat masa kecilnya. “Sayang, Wenny baru putus cinta. Aku mengajaknya ikut biar dia bisa melepas penat.” Ujar Yoel menjelaskan dengan nada hati-hati. Wenny mengenakan gaun pantai yang sama persis denganku, lalu melemparkan senyuman penuh permohonan maaf. “Kak, aku nggak mengganggu kalian, ‘kan? Aku hanya mau ikut biar kecipratan kebahagiaan kalian saja.” Aku melirik tangan Yoel, ada tiket ketiga yang terselip di antara tiket kami. Nomor kusinya 16B. Sementara, kursiku 16A dan Yoel 16C. Yoel sengaja menempatkan Wenny tepat di tengah-tengah kami. Aku berdiri membeku dan amarahku langsung meluap ke kepala. Aku menarik Yoel ke samping dan berkata pelan, “Suruh dia pergi atau aku yang pergi.” Wajah Yoel tampak serba salah dan agak pasrah, dia menjawab, “Sayang, bisa nggak agak pengertian?” “Wenny bilang dia takut sendirian di rumah, makanya mau ikut biar suasana kita juga lebih ramai.” “Lagipula, aku dan dia sudah kenal sejak kecil. Pergi liburan bersama juga nggak masalah….” Aku langsung memotongnya, “Kalau kamu nggak suruh dia pergi sekarang, kita cerai hari ini juga.”
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai pelan-pelan melupakan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
7891011
...
46
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status