Melupa Rasa
Akhirnya Anara pun melanjutkan perkataannya lagi, "jadi selama Lila bersama saya, Pak Direktur bisa menyembuhkan luka hati Pak Direktur. Dan saat semuanya sudah selesai, semuanya akan lebih baik lagi bagi Pak Direktur maupun Lila. Lagipula...menurut saya, dengan pergi berlibur bukan berarti bersikap pengecut dan melarikan diri. Apa salahnya bisa sedikit demi sedikit melupakan kenangan yang menyakitkan hati dengan cara yang lebih cepat? Selama cara itu tidak salah, layak dicoba, kan?"
Pram tersenyum manis sambil menatap Anara lembut. Sementara itu Anara semakin gugup karena berpikir mungkinkah lagi-lagi ia salah bicara?
"Kenangan tidak bisa dipaksa untuk hilang dengan cepat, Anara. Tapi terim
Hot Chapters