Pesona Pelayan Tuan Muda
Johan menegaskan bahwa rasa malu, gengsi kasta, atau pandangan sinis dari perkumpulan teman-teman sosialita ibunya sama sekali bukan urusannya, apalagi menjadi kewajibannya untuk memikirkan.
"Aku tidak pernah peduli dengan omong kosong teman-teman sosialitamu, dan aku tidak bertanggung jawab atas gengsi semu yang selalu Ibu agung-agungkan itu," tegas Johan tanpa getaran.
"Nadya adalah wanita pilihanku, calon istriku yang sah, dan pendamping hidup yang akan berada di puncaknya bersamaku. Tidak ada satu orang pun yang berhak menentukan siapa yang pantas berdiri di sampingku, termasuk Ibu sendiri," lanjutnya dingin.