180 Hari Menuju Akad
Ya, aku melihat keluarga yang datang adalah keluarga yang sangat alim dan paham agama, jadi tentu saja aku bisa mengelak kalau bersentuhan tangan antara seorang muslim yang tidak muhrim itu tidak diperbolehkan.
Aku seperti manusia yang sombong dan angkuh, ilmu dan pemahaman agamaku hanya seujung kuku, tapi bersikap seperti seorang ahli ibadah yang sangat paham dan mengerti agama.
"Nak Kania, perkenalkan ini Fahri, anak Abi dan Ummi," ucap lembut seorang lelaki separuh baya yang bernama kyai Abdullah, yang tidak lain adalah ayah dari lelaki yang bernama Fahri.
Sikat na Kabanata