PENYESALAN MANTAN SUAMI
Bahkan tatapan iba pada Arbi, terlihat diperlihatkan oleh beberapa pengunjung yang lain.
“Maafkan mas, Sayang!” perasaan Arbi semakin kacau. Isakan dan netra yang berair, menandakan sesalan yang tak bertepi betul-betul menghantamnya. “Kita akan punya anak, Sayang.”
“Aku akan menjaganya, Mas.”
Arbi menggeleng kuat, juga terisak semakin keras. Seperti anak kecil yang kehilangan mainan. “Nggak, Sayang. Mas mohon. Jangan hukum mas dengan perpisahan begini!”